Menelaah jati diri

00.58 Muthi Haura 2 Comments



Hujan turun dengan sangat anggunnya dibumi Pekanbaru. rintikannya membuatku bimbang dan sedikit galau. Delapan belas tahun sudah aku hidup didunia ini. delapan belas tahun sudah aku menyesapi berbagai macam rasa yang ada. Mala mini, mencoba sedikit merenung. Merenung dan berfikir akan dibawa kemana hidup ini? akan bagaimana aku jadinya nanti? Apakah aku akan dikenang dengan hal baik atau malah sebaliknya?

Aku tau dan sangat sadar karna hidup butuh perjuangan. Aku sadar hidupku nggak mudah. Nggak ada yang peduli membuatku harus terus berjalan dengan kedua kakiku sendiri. memori-memori masa-masa TK, SD,SMP dan SMA terekam jelas dimemori otakku. Menayangkan berjuta-juta pristiwa yang belum sempat kupahami makna demi maknanya.

Kadang terselip rasa iri saat melihat banyak teman yang punya berjuta-juta prestasi yang membanggakan. Terselip dibenak sepatah dan beberapa patah kata berupa pertanyaan. Terbayang wajah-wajah orang yang sangat aku cintai yang ingin melihat kesuksesanku. Wajah almarhumah Umi, wajah Abah, Nenek, Adik-adik dan keluarga besar.

Aku sadar, selama delapan belas tahun aku hidup apa yang sudah aku kerjakan? Berapa banyak waktu yang tlah aku sia-siakan untuk hal-hal yang percuma? Berapa tetes air mata luka yang kudapat? Hidupku nggak mudah dan aku dituntut buat selalu berjuang. Aku tau itu, tapi berjuang ngelawan diri sendiri yang susah. Ngelawan diri untuk tidak malas itu susah! Tapi aku selalu berusaha untuk itu mulai hari ini karna aku yakin dapat mencapai semua impianku dengan DUIT (Duit,Usaha,Ikhtiar,Tawakkal)

Insya Allah mulai hari ini aku akan berusaha untuk benar-benar memperbaiki diri. aku ingin jadi orang yang berguna buat bangsa dan aku nggak ingin dipandang sebelah mata lagi oleh orang-orang. Aku ingin dianggap ada, bukan seolah-olah kehadiranku kasat mata. Mungkin sekarang nggak ada yang menemaniku. Nggak ada yang peduli sama aku. nggak ada yang menopang kaki ini disaat nge-down. Tapi aku pastikan disaat umurku Sembilan belas tahun aku sudah mendapatkan mimpi-mimpiku (Amiin.) dan mereka semua yang dulu meremehkanku pengen dekat denganku.

Malam ini ditemani sang hujan aku belajar menelaah jati diri. belajar mengingat apa tujuan hidupku. Belajar untuk tidak cengeng melawan hidup. belajar untuk pantang menyerah. Bahwa mulai hari ini aku akan bersungguh-sungguh dalam mengejar cita-citaku. Please, help me Tuhan! I know, tanpa bantuan-Mu aku nggak bisa apa-apa.

Mimpi itu didepan mata. Terbang mengawang-awang dihadapanku seakan berharap aku segera menggapainya. Aku menjulurkan tanganku untuk menggapainya tapi tak semudah pikiranku. Banyak banget hambatannya salah satunya diriku sendiri yang langsung menyerah saat mimpi itu pertama kali kugapai dan langsung gagal. I strong! Always strong. My dreams come true =D Apa pun hambatannya bahwa aku nggak bakal nyerah. Bahwa aku akan kembali bangun disaat aku jatuh. Bahwa aku akan benar-benar berusaha menggapainya. Bahwa aku tidak akan menyianyiakan waktu lagi. Jabah Ya Allah, please.

9 Agustus 2013, 21.30 WIB
Hari ke-dua lebaran tampa Umi
Salam cantik, @muthiiihauraa

Baca Artikel Populer Lainnya

2 komentar:

  1. wwaaahhh...muthii yaa... kunjungi blog aku juga ya mut di lailamqdds.blogspot.com

    BalasHapus