Mars mahasiswa

23.56 Muthi Haura 0 Comments



Tadi nemu kertas yang berisikan lagu mars mahasiswa. Semakin aku baca dan aku pahami isi lagu itu semakin aku merasa beban itu ada di pundak mahasiswa. Yah, beban tentang dunia. bagaimanapun nantinya, ditangan para lulusan mahasiswalah Negara ini. para mahasiswalah yang bakal menggerakkan roda kehidupan pemerintahan.

Dan semakin aku hayati lagu itu, semakin buat aku merinding dan berfikir ulang. Oh, ternyata sekarang aku udah jadi mahasiswa ya? Aku udah memasuki dimensi dunia perkuliahan yang sangat berbeda jauh dari dunia sekolah. Mengenal berbagai macam type teman dari yang asik ampe yang aku anggap sinis.
Beginilah lagu mars mahasiswanya :

Kepada para mahasiswa
Yang merindukan kejayaan
Kepada rakyat yang kebingungan
Dipersimpangan jalan

Kepada pewaris peradaban
Yang telah menggoreskan
Sebuah catatan kebanggaan
Dilembar sejarah manusia

Wahai kalian yang rindu kemenangan
Wahai kalian yang turun kejalan
Demi mempersembahkan jiwa dan raga
Untuk negri tercinta 2*

Gimana? Merinding kagak? Uhh, ternyata beban itu ada ditangan kita teman dan bikin aku berfikir lagi apa sih yang udah aku lakuin buat Negara ini? Bukan sok peduli Negara akunya, tapi sejak pas ospek kemaren disuruh cium tanah Indonesia tercinta ini dan kata kakak senior cowok yang aku ingat : gimana dk? Harum nggak tanah air kita? Kalian hargai nggak tanah air kita? Kita hidup ditanah ini. bagaimana mungkin kita bisa hidup ditanah ini tapi masih bisa merendahkan tanah air kalian sendiri. ditangan kita semuanya dk. Kalau bukan oleh orang-orang terdidik, mau kalian apakan tanah air ini?

Kata-kata itu bikin aku merinding. Yah, aku lahir di Indonesia walau darahku bukanlah darah asli Indonesia. Aku menangis, tertawa disaksikan tanah Indonesia. Aku menjejakkan kaki setiap harinya ditanah Indonesia. Menciumi setiap udara fatamorgananya. Haruskah aku tidak berterimakasih dengan tanah air ini? Aku di Indonesia sejak kecil, hingga nanti diriku telah usai. I love Indonesia.

Kembali ke fakta bahwa sekarang aku manusia. Apa yang aku pikirkan? Yang paling terpikir adalah masa depanku dan adik-adikku. Aku tau aku bukan kaya anak-anak lain seumuranku yang minta apa aja langsung dapat, tapi disitulah kesabaran diuji dan aku belajar untuk terus menghasilkan uang dari tanganku sendiri. semester ini aku berniat banget membiayai dengan uangku sendiri. walau sebenarnya aku masih bingung mau ngelakuin apa?

Ah, pokoknya aku harus semangat berusaha! Aku juga harus rajin belajar! Mudah-mudahan semester ini dapat nilai A semua. Amin Ya Rabb ;)

Salam hangat, @muthiiihauraa
28 september 2013, 15.52

Baca Artikel Populer Lainnya

0 komentar: