surat ;D

23.17 Muthi Haura 0 Comments


Surat ini buat lomba yang aku pos di catatan FB ;D pengen ngepost juga diblog ini buat kedua orang tua ku tersayang plus buat nenekku tercinta
Pekanbaru, 17 September 2013

Assalamua’laikum warahmatullahi wabarokatu.
Surat ini, kakak sampaikan buat kedua orang yang amat terpenting dalam hidup kakak. Buat kedua orang yang mengorbankan jiwa dan raganya demi anak-anaknya. Buat kedua orang yang sangat kakak cintai dan sayangi melebihi apa pun. Surat ini, untukmu wahai Ayahanda dan umiku tercinta.

Lewat selembar kertas dan setitik pena ini, kakak ingin mengucapkan sejuta rasa terimakasih yang mungkin tidak akan dapat kakak balas dan permintaan maaf dari anakmu ini. Kakak tau tanpa ridha kalian didunia ini, kakak hanyalah secuil debu yang tak ada gunanya.

Wajah tuamu Ayah, selalu tergambar jelas dibenakku. Kakak tau bagaiman susahnya dirimu membanting tulang untuk kami. Untuk anak-anakmu yang kadang tak tau terimakasih. Secercah harapan engkau gantungkan dipundak kami agar kami selalu menjadi anak yang sholeh dan sholehah. Dengan kedua tanganmu, engkau sekolahkan kami. berurai keringat. Berurai air mata. Ayah, kakak tau setiap dipertengahan malam dirimu selalu terjaga dan menangis diatas sajadahmu. Membuat hati ini seakan remuk mendengar tangismu, tapi dihadapan kami engkau selalu tampak kuat.

Mungkin dimata orang engkau mungkin bukan siapa-siapa Ayah, tapi dimataku engkau segalanya. Dirimu adalah laki-laki terhebat yang pernah aku punya. Apa pun yang aku lakukan saat ini, semuanya untukmu Ayah dan sama sekali tak ingin terbesit dalam hatiku untuk membuatmu kecewa. sedikit pun tidak. 

Nasihatmu yang paling membekas dihidupku adalah : “Jangan pernah bangga atas sesuatu yang diberikan oleh orang tua, banggalah atas sesuatu yang kita dapat dari hasil jerih payah sendiri.”
Terimakasih. Terimakasih untuk semuanya Ayah. Ini ada sedikit lagu buat Ayah : engkaulah nafaku. Yang menjaga didalam hidupku. Kau ajarkan aku menjadi yang terbaik. Kau tak pernah lelah, sebagai penopang dalam hidupku. Kau berikan aku semua yang terindah. Aku hanya memanggilmu, ayah. Disaatku kehilangan arah. Aku hanya mengingatmu Ayah, jika aku tlah jauh darimu. (Seventeen-Ayah)

Jikalau suatu hari nanti kakak punya suami, kakak ingin dia bisa sekuat dan setegar Ayah. I love you  Ayah :*
Umi, lewat rangkain kata imaji ini kakak ingin menghanturkan permintaan maaf setulus-tulusnya. Lewat air mata rangkain rindu ini dan lewat do’a tulus yang selalu kuucap untukmu, wahai Umi. Kakak kangen umi. Kangen banget.
Kangen dimarahin umi. Kangen senyum umi. Kangen pujian umi. Kangen masakan umi. Kangen semua tentang umi. Kakak selalu berdo’a semoga Umi tenang disana dan semoga kita bisa berkumpul di Surga-Nya. Amin.

Umi, kakak rapuh tanpa umi. Ah, tidak! Kakak kuat kok ;) Umi disana apa kabar? kakak tau Umi wanita yang kuat. Umi bukan dikalahkan oleh penyakitnya, tapi mengalah pada penyakit itu. =D Kakak sayang sama Umi. Banget!

My, makasih atas waktu yang Umi kasih buat kami. makasih atas semua nasihat untuk kami. Makasih atas semua perhatian yang Umi kasih buat kami. Umi sumber insfirasi kakak, karna Umi kakak kembali menulis. Ya, Umi benar! Menulis itu dunia kakak. =D

Kakak akan selalu ingat semua yang Umi bilang. Maaf kakak belum bisa buat Umi bangga. Maaf karna kakak sering banget ngecewain Umi. Kakak janji akan buat Umi bangga.
Mungkin hanya tulisan amburadul ini yang bisa kakak berikan saat ini untuk kalian. Makasih untuk semuanya.
Wassalamua’laikum
Dari gadis kecilmu yang tengah beranjak dewasa,
Muthi Haura


Baca Artikel Populer Lainnya

0 komentar: