artikel

All about love

21.01





Haaay, Assalamua’laikum. Malam para bloggiers ;D Aciiee cieee, ngelihat judulnya rada gimana gitu. ;p kali ini aku entah kenapa pengen ngebahas tentang cinta. Wiiis, sadap baca judulnya ;p

Cinta, apasih definisi cinta menurut kalian?
Cinta menurut Husna (KCB):
”Menurutku, cinta adalah kekuatan yang mampu mengubah duri jadi mawar, mengubah cuka jadi anggur, mengubah malang jadi untung, mengubah sedih jadi riang, mengubah setan jadi nabi, mengubah iblis jadi malaikat, mengubah sakit jadi sehat, mengubah kikir jadi dermawan, mengubah kandang jadi taman, mengubah penjara jadi istana, mengubah amarah jadi ramah, mengubah musibah jadi muhibah, itulah cinta.

Cinta menurut Anna (KCB):
”Mmm… cinta! Menurutku, Sekalipun cinta telah kuuraikan dan kujelaskan panjang lebar.Namun jika cinta kudatangi aku jadi malu pada keteranganku sendiri. Meskipun lidahku telah mampu menguraikan dengan terang. Namun tanpa lidah, cinta ternyata lebih terang. Sementara pena begitu tergesa-gesa menuliskannya Kata-kata pecah berkeping-keping begitu sampai kepada cinta. Dalam menguraikan cinta, akal terbaring tak berdaya, Bagaikan keledai terbaring dalam lumpur, Cinta sendirilah yang menerangkan cinta, Dan percintaan!”

Definisi cinta dari fahri (A2C) :
cinta sejati adalah cinta yang diberikan seseorang kepada pasangan hidupnya (istri/suami). Jadi menurutnya, cinta sebelum menikah adalah cinta semu.

Haha! Acieee. Ngomongin cinta mah dari zaman baholak nggak kan ada habisnya. Dari hari kehari pasti dah obrolan remaja dipenuhi tentang cinta. Dalam artikel ini (ini termasuk artikel bukan? O.o) aku mengetegorikan bahwa cinta itu ada empat bagian atau ketegori menurut versi aku. ;D

Waah banyak ya Muth? Apa-apa aja tuh?

Beneran nih penasaran mau tau? Okeeh, langsung aja lets check this out :

Pertama, teng neng neng! ;p Yaa pastinya yang pertama ini cinta pada Allah. Ya kan? Cinta pada Allah ini adalah cinta yang menurut aku paling pokok dan paling dasar. Kenapa kita harus mencintai Allah? Ya harus dong! Secara kita nih dimata Allah Cuma cetek banget. Kecil! Sekali Allah bilang kun fayakun langsung dah kita tak berkutik.

Kita nggak ada apa-apanya dimata Allah. Mungkin hanya sebutir pasir. Sebagai manusia nggak pantas deh buat sombong-sombongan karna dimata Allah yang ngebedain kita Cuma amal kita.

Gais, kita sama-sama percaya kan kalau kematian itu benar-benar ada. Trus apa yang udah kita persiapkan? Kita nggak kan pernah tau kapan pasir waktu kita habis. Kita nggak kan pernah tau kapan diri ini dipanggil Allah. *tulisan ini lebih buat ngingetin diri aku sendiri. Nggak bermaksud ngegurui karna diri ini pun juga banyak tak baiknya.*

Kedua, cinta sama Nabi Allah. Cinta sama Rasulullah. Banyak-banyaklah bershalawat karna itu salah satu bukti cinta kita kepada baginda Nabi Muhammad. ;D

Ketiga, yap! cinta sama keluarga dong! Terutama orang tua. Ngomongin orang tua bikin dada aku nyees nyees nyeseknya. -_- aku sayang sama kedua orang tuaku dan nenekku. Aku cinta sama mereka :* tapi slama aku hidup (18 tahun) belum pernah aku bahagiakan mereka. Belum pernah aku buat mereka bangga dengan aku.

Sob, tanpa kedua orang tua kita, kita nggak bakal ada deh didunia ini. Pengorbanan mereka itu tuh luar biasa. Nggak kan terbalas deh oleh kita. tanpa mereka kita bisa apa? Kita kehabisan uang tinggal nadah tangan kemereka, emang kita pernah tau apa yang mereka lakukan demi ngumpulin recehan demi recehan untuk kita?

Kita butuh sesuatu yang sebenarnya nggak penting, kita minta kesiapa? Sangat jarang kita usaha dengan keringat kita sendiri, pasti kita ngerengek kemereka. Emang kita pernah mikir tentang kondisi orang tua kita yang mungkin saat itu lagi nggak ada uang?  Pernah mikir nggak kalau orang tua kita itu sangat sedih apabila nggak bisa ngabulin permintaan anak-anaknya, tapi emang kondisi mereka belum memungkinkan buat menuhin keinginan kita.

Kita bolos kuliah. Kita nggak belajar serius. Kita asik-asikan pacaran. Ibadah malas-malasan. IPK rendah. Hamil diluar nikah. Kelayapan. Narkoba. Aborsi. Itu yang kita kasih untuk orang tua kita? setelah semua yang mereka berikan dengan tetesan keringat, darah, dan air mata untuk kita? itu balasan dari kita? ckck!

Gais, aku udah nggak punya Ibu. ;( aku tau gimana nggak enaknya. Aku tau gimana sedihnya. So, bagi kalian yang masih punya orang tua lengkap, bahagiainlah mereka. ;D Mereka nggak minta uang atau harta dari kalian kok, mereka Cuma minta kalian jadi anak yang sholeh/sholehah plus patuh kepada mereka.

Naaah, yang terakhir ini cinta kepadaa? Ah, you knowlah! ;p iyaaa, cinta kepada lawan jenis. Lumrah? Lumrah dong! Kalau nggak cinta kelawan jenis entar dikira maho atau lesbong lagi. Hiiy!

Cinta-cintaan itu wajar yang nggak wajar itu nggak pernah ngerasain jatuh cinta. Tapi cinta disini harus tau koridor and batas-batasannya. Kalau dalam hukum islam mah, pacaran itu abies married ;D

Tapi kayanya dizaman sekarang  yang ngetren itu pacaran dulu baru merried *kok ngomongin married sih? O.o*. Ya nggak? Nggak munafik kok, aku juga pernah pacaran. Aku juga nggak punya hak apa-apa ngelarang siapa pun pacaran, Cuma alangkah bagusnya pacarannya abis nikah aja ;p *yakin aku kaya gitu?*

Bagi yang pacaran sebelum nikah, Cuma mau ngingetin aja nih. Diterima syukur, nggak diterima juga nggak papa sih. Buat yang cewek jangan mau ngasi ‘semuanya’ untuk pacarmu. Yang rugi mah entar sampean sendiri. Duhai cewek, pikirin juga masa depanmu.

Kalau semuanya udah kamu kasih, kasian dong suamimu. Hehe. ;D kalau cowok benar-benar mencintaimu, dia nggak akan berani menyentuhmu sejengkalpun. So, hati-hati gais ;D

Itu aja kayanya deh menurut aku tentang cinta. Belum tuntas banget yaa? Maklumin lagi ngantuk nih. ;p eittts, tunggu bentar deh. Berhubung aku jomblo, aku pengen ngasih sesuatu buat seseorang *seseorang? Siapa seseorang itu? Entahlah. Aku pun tak tau -_-*

Ini nih *nyodorin kertas*

Buat kamu calon imamku. Ayah dari anak-anakku. Seseorang yang belum aku tau urutan abjad dan keberadaannya. Seseorang yang sketsa wajahnya belum tergambar dalam benakku.

Siapa pun kamu dan gimana pun kamu, terimalah aku apa adanya. Kalau kamu mencari wanita yang cantik, bukan akulah orangnya. Kalau kamu mencari wanita yang kaya, juga bukan akulah orangnya. Kalau kamu mencari wanita yang dewasa plus pengertian, kayanya aku juga bukan deh. Kalau kamu mencari wanita yang pintar, duuh aku juga bukan. Kalau kamu mencari wanita sholehah, kayanya aku juga nggak. ;(

Aku hanya wanita biasa yang *Insya Allah* memiliki cinta luar biasa untukmu. Aku hanya wanita biasa yang bisa dibimbing. Aku hanya wanita biasa yang mencoba belajar menjadi sosok wanita yang luar biasa. Aku hanya wanita biasa yang ingin belajar menjadi wanita sholehah.

Sorry, i can’t be perfect for you. Tapi bukankah kesempurnaan itu hanya milik Allah? Aku nggak akan bisa menjadi secantik Khadijah. Aku nggak akan bisa menjadi sesetia Fatimah. Aku nggak akan bisa menjadi sepintar Siti Aisyah. Aku nggak kan bisa sekuat Masyitah. Pokoknya aku hanya wanita biasa dengan segala kesederhanaan yang aku punya!

Haha! Agaaak nganu aku nulis bagian-bagian diatas. O.o -____- Oh yaaa buat D****, please jangan PHP-in aku dong! Pakai ngomongin nikah-nikah segala lagi. -_- kuliah dulu sono yang benar. Huhu. -_-

Okeeeh, kayanya sekian dulu deh yaa. See you next time and babay!

Salam semangat, @muthiiihauraa
20 November 2013. 19.59 WIB
Dikamar tercintah :*

You Might Also Like

2 komentar

  1. Wa nice post :)
    Yg paling ngena itu yg orang tua tu :'
    Salam kenal ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. waah, makasii Vika. ;D
      salam kenal juga..

      Hapus