heem galau

21.13 Muthi Haura 0 Comments



Kutak tau mengapa aku malu. Disetiap aku tau dia didekatku. Aku sesal bila dia tak ada. Tak ingin jauh ku darinya. Ada rasa yang tak biasa. Yang boleh kurasa dan tak mengapa. Mungkinkah ini pertanda aku jatuh cinta. Cintaku yang pertama. (Mikha Tambayong)

Huuuaa. Galau galau sangat. Ya Allah, aku tau ini salah. tapi susah buat menghilangkannya. Menghilangkan rasa ini. Maafkan aku Ya Allah. ;(

Malam ini lagi-lagi aku ingat dia. Ingat kakak itu. Aaaah. -__- semakin kuat aku buat ngecoba ngapus rasa ini, semakin kuat rasa ini bersemayam dibenakku. Sepertinya aku benar-benar udah terjebak dalam virusmu kak! Please aku ingin keluar!

Nggak enak rasanya mendam rasa ini. Mendam rasa buat orang yang bahkan nganggap kita nggak ada dihidupnya. Yalah, dia tak kenal kita pun. Sedih lagi. -__- mungkin seperti yang pernah aku ibaratkan dulu bahwa kakak itu matahari dan aku hanya sebuah titik bintang yang bersembunyi dikegelapan malam yang bahkan matahari pun tak tau kehadiran sang bintang. Right?

Matahari dapat memancarkan sinarnya kepada siapa saja, tapi dia tak pernah bisa memancarkan sinarnya untuk bintang. Kenapa? Karna bintang tak pernah menampakkan dirinya dihadapan matahari. Bintang hanya bersembunyi dan bersembunyi dikegelapan malam. Akh. ;(

Pengangum rahasia? Sebatas pengangum rahasia lagi? Oh tentu saja! Aaa, kenapa aku bisa suka kamu si kak? Laila juga suka kamu kak! Emang apa sih bagusnya kamu kak? Cuek nauzubillah banget. Ngerokok iya! Hoby ngumpul-ngumpul nggak guna! Ngomong kadang rada kasar. -__-  Ganteng? Nggak juga! Manis? Iya! Wibawa? Iya!

Aa, sebenarnya apa yang bikin aku suka sama kamu kak? Apa? Biar aku bisa secepatnya ngilangin rasa ini. Sakit mendamnya! O.o

Aaaahhhhhhhhhh, nggak enak. -__- please, help me!

Kak, aku ada sesuatu buat kamu.
*nyodorin kertas* masih zaman pakai gituan? Bodo!

Dilema dalam ilusi
Menyesap malam dalam rindu
Wajahmu hadir dan kian hadir
Mengisi benak yang sedang kosong
Naluri menjerit
Inginkan hati yang lebih
Sekuntum lagu tentang cinta dan rindu
Temani malam nan sepi
Inginku gapai dirimu, namun terlalu tinggi
Berharap dan berharap agar kamu menemukan
Setitik debu diantara pasir

Ingin kamu dan selalu ingin kamu
Salahkah? Berharap diantara puing-puing kecil
Akh, nanti akhirnya aku sadar
Rasa itu akan menyakitiku


Itu puisi. Jelek ya? Yaaa, maklum lagi galau. Jadi puisi anehnya menurut suasana hati. Itu buat kamu kak .

Haaaah, mulai besok ngecoba lupainnya. (kalau bisa)  pasti bias dan harus bisa!
Sekian dulu. Byeeee. :*

5 November 2013

Baca Artikel Populer Lainnya

0 komentar: