curcol :)

Untukmu calon imamku

17.35



Disepucuk sore dengan ditemani guyuran hujan, aku termenung. Termenung ditemani oleh rintikan hati yang semakin ingin menangis. Semua bayangan itu berputar menayangkan wajah-wajah lelaki yang pernah singgah dalam hidupku.

Akh, terlalu capek. Capek dengan cinta semu yang selalu berakhir dengan sakit hati. Aku capek jatuh cinta. Capek dikecewain. Capek punya cinta bertepuk sebelah tangan. Capek terlalu berharap dengan seseorang yang bahkan nggak pernah anggap aku spesial dalam hidupnya.

Haruskah aku berharap untuk sesuatu yang tidak pasti? Menghabiskan waktuku hanya untuk sesuatu yang percuma? Menyampingkan semua impianku untuk seseorang yang bahkan mungkin hanya mandang aku sebelah mata? Buat apa? Buat apa selalu nyimpan rasa kalau akhirnya sakit?

Buat apa ngarepin yang tak pasti? Aku lelah. Lelah dengan semua ini. Lelah dengan pencarian tempat berlabuh yang pantas tapi belum juga menemukannya. Lelah. Capek. Pusing. Dan aku menyerah.

Aku tau saat ini Allah belum ngasih seseorang yang pas buat aku. Allah nyuruh aku fokus berkarya dulu. Allah nyuruh aku buat ngejar semua cita-cita aku dulu. Ya! Impian aku masih banyak dan terbang mengawang-awang seakan ingin aku raih.

Oke, aku menyerah untuk saat ini. Aku menyerah dalam pencarian. Toh sebenarnya jodoh itu udah ada yang ngatur kan? buat apa aku takut? Aku harus fokus berkarya dulu! Allah berjanji bahwa lelaki yang baik hanya untuk perempuan yang baik, begitu pun sebaliknya.

Aku akan berusaha untuk terus dan terus memperbaiki diri. Aku percaya dengan janji Allah itu. Dan untuk kamu calon imamku. Ayah dari anak-anakku. Seseorang yang belum aku ketahui urutan abjadnya. Seseorang yang sketsa wajahnya belum tergambar dalam benakku. Seseorang yang keberadaannya belum aku ketahui dimana. Siapa pun kamu, aku hanya berharap kamu bisa nerima aku apa adanya. I can’t be perfect. Toh memang pada dasarnya manusia itu tidak ada yang sempurna bukan? Maukah kamu mencintaiku dengan cara yang sempurna?

Wahai calon imamku. Aku tak minta kamu untuk jadi seganteng Nabi Yusuf, karna aku sadar aku juga tak secantik Zulaikha. Aku tak ingin nilai seseorang itu hanya dari fisik. Bagiku kecantikan/kegantengan luaran itu tidak akan bertahan lama. kecantikan/kegantengan luaran itu akan berlalu seiring waktu. Dan kalau kamu mencari wanita yang cantik, maaf aku bukan orangnya.

Wahai calon imamku. Aku tak mengharapkanmu sekaya Nabi Ibrahim, karna aku tau harta tidak bisa membeli semuanya. Harta tak akan bisa dibawa mati. Harta tak kan mampu menyelamatkan kita dari siksa Allah. Toh nanti kita bisa nyari harta itu sama-sama bukan?

Aku hanya wanita biasa yang tak sempurna. Yang bahkan jauh dari kesempurnaan.dan oleh karna itu  Aku butuh kamu yang bisa menyayangiku apa adanya. Aku butuh kamu yang bisa ngehargai dan nerima aku apa adanya. Aku butuh kamu yang bisa membimbing aku menuju surga-Nya. Aku butuh kamu yang akan ngebangunin aku disepertiga malam untuk sholat tahajud.

Aku butuh kamu untuk memberikan bahumu disaat aku lelah. Aku butuh kamu untuk memberikan telingamu disaat aku ingin didengarkan. Aku butuh kamu untuk menghapus air mataku disaat aku nangis. Aku butuh kamu untuk tempat aku bersandar. Bisakah wahai calon imamku?

Aku tau sekarang belumlah waktunya. Siapa pun kamu wahai calon imamku, mari kita sama-sama memperbaiki diri. Mari sama-sama berkarya. Mari sama-sama mengejar cita-cita. Dan disaat waktunya tepat nanti, maukah kamu menjemputku untuk menjadi bidadari duniamu? Maukah kamu mendatangi Ayahku untuk menikahiku? Maukah kamu mengikat janji suci denganku?

Dan nanti setelah akad suci itu terlaksana, aku berjanji dengan segenap jiwaku untuk selalu mengabdi kepadamu. Menyerahkan jiwa dan ragaku sepenuhnya untukmu. Dan disaat aku salah, tegurlah aku karna aku hanya manusia biasa. Disaat aku menyimpang, luruskanlah kembali. Bolehkan? Maaf kalau aku terlalu banyak menuntut atasmu wahai calon imamku.

Mungkin ini aja yang bisa aku sampaikan. Salam cinta, @muthiiihauraa
5 Januari 2014

‘Tulisanini diikut sertakan dalam Giveaway novel Perjanjian yang Kuat’

You Might Also Like

6 komentar

  1. nuangin komentar dulu ah :D
    nice artikel sist, keep blogging.

    BalasHapus
  2. Wohoooy sweet banget mbak kalo misalnya aku sebagai seorang laki-laki yang baca ini.

    BalasHapus
  3. Semoga segera dipertemukan dengan calon imamnya ya, Dik. Terimakasih sudah ikut GA saya :-)

    BalasHapus