curcol :)

At stadion

19.50



Hay, Assalamua’laikum. Gimana kabarnyaah? Semoga always sehat ya! Kemaren dihari Selasa tanggal 25 Maret 2014 seperti biasa ngampus. Selesai ngampus kami nongkrong-nongkrong.
Mumun : Beb, besok PB kamu sama siapa?
Aku : Ya naik oplet kan bisa. Kamu sama Ulan aja, kalian kan sekarang satu kos.
Mumun : Eh aku nggak enak sama kamu. Kamu kan dari dulu bareng Ulan. *sambil megangin tangan aku. sweet deh beb. Haha.*
Aku : Aduh lebai! Nggak papa do.
Mumun : Pokoknya aku usahain kamu bisa bareng Halim atau nggak Iqbal.
Ulan : Iya. Sama mereka aja. mereka mau tu nyo.
Hiks, terharu aku. ternyata kalian masih peduli sama aku. Sayang deh sama kalian. Kalian kepingan terindah yang aku punya :* Setelah ngomongin itu, tercetus ide ke stadion sorenya. Yang bakal ikut adalah : Nikmah, Ani, Nova, Halim, aku, Mumun, Ulan, dan Iqbal.

Setelah mencapai kesepakatan bersama, kami bakal ngumpul di stadion jam 17.00. Sorenya, aku siap-siap. Halim udah sms, coz soalnya aku pergi sama Halim. Aku ngesms Iqbal : ‘Bal, jadikan?’
Iqbal : Iya, ini aku lagi mandi ha.

Ya ampun Bal, kami aja ke stadion nggak mandi nyah! -,- Intinya pas udah nyampai distadion kami ketemu Anto dan temen plus ceweknya. Anto ngajak gabung bareng mereka, tapi kaminya segan. Akhirnya kami muterin stadion dengan jalan kaki. Konco-konco yang ikut Cuma aku-Iqbal-Halim-Ulan-Mumun. Tiga sejoli alias Nikmah-Ani-Nova nggak tau rimbanya kemana. Di smsin nggak balas. Di BBM-min juga nggak balas. Ya sudah-ya sudah.

Capek muter-muter stadion sambil photo-photo, kami duduk-duduk. Ketawa-ketawa ngeliat tingkah aneh si Halim. Masa cewek cantik lewat nggak diphotonya, malah cowok seksi lewat diphotonya. Diih -_- kenapa kamu Lim? :p Ahaks!



Halim-Iqbal-Ulan-Mumun. Mereka :*


Capek ketawa-ketawa, tiba-tiba Ulan nunduk kaya nyimpan sesuatu gitu. Dari awal pergi itu aku udah ngerasa ada yang beda dengan Ulan.
Ulan : Aku capek ha! Aku nggak nyangka dia ngomong kaya gitu.
Aku nyikut lengan Mumun sambil bisik : Ngapa Ulan?
Mumun : Panjang ceritanya beb.
Aku : Ya makanya critain ke aku. Aku nggak ngerti apa-apa ini.

Mumun ngajak aku ngejauh dari Ulan-Iqbal-Halim. Kami ngejongkok sambil Mumun cerita.
Mumun : Aku nggak pernah bisa nyembunyiin sesuatu apa pun itu dari kalian. Aku sebenarnya nggak mau ngasih tau Ulan. Aku mau cerita sama kamu aja, tapi aku tersiksa nyimpan ini trus. Aku nggak bisa. Aku nggak sanggup. Aku ngerasa bersalah jadinya sama Ulan.
Aku : Iya-iya. Masalahnya gimana?
Mumun : Gini bla bla bla bla bla...........

Pas aku crita sama Mumun, Ulannya nangis. Iqbal sama Halim ngelihatin dengan tampang bingung.
Iqbal : Ini kenapa kalian nih? Yang satu nangis, yang duanya sibuk cerita berdua. Ngapa-ngapa?
Kepo deh Bal! Haha. Karna merasa nggak direspon, si Iqbal dan Halim mutusin buat ninggalin kami bertiga. Mungkin mereka pikir kami butuh waktu untuk nyelesain masalah. Wah kalian ngerti banget :D haha!

Setelah Mumun selesai menceritakan semua kronologis yang terjadi. Aku bilang : Kenapa kamu crita ke Ulan? Kamu taukan Ulan kaya gitu? Kenapa nggak ke aku aja?
Mumun : Aku kan udah bilang kalau aku nggak bisa nyimpan apa-apa dari kalian. Iya, aku yang salah.
Ulan ngusap air matanya, trus brediri nyamperin kami.
Ulan : Udah ah. Kita disini buat have fun, bukan malah ngegalau kaya gini.
Aku : Ulan sini, aku mau peluk.
Ulan nggak ngerespon apa yang aku bilang. Akhirnya aku nyamperin dia dan meluk dia. Dia nya nangis lagi. Mumun masih ngejongkok sambil ngasih patuah gitu. Jadi inget pas dulu aku nagis didepan Ulan-Mumun. Mumun ngecoba nenangin aku dengan patuahnya, Ulan peluk aku sambil bilang : ‘Udah ante jangan nangis. Nanti aku ikutan nangis.’


                                                                Mumun-ulan


Ah, kalian. Aku beruntung banget punya kalian. Aku beruntung dipertemukan dengan orang-orang seperti kalian. Sahabat dan teman terbaik yang sangat mengerti. Jangan pernah ngejauh ya, walau besok kita nggak sekelas sekalipun. Kalian pelengkap fuzzle dalam hidup aku. kalian bagian yang tak akan pernah terganti. EMTRI teteplah EMTRI, sampai kapan pun!

Selesai ngenenangin Ulan, kami ngelilingi stadion nyariin Halim dan Iqbal. Pas udah ketemu mereka, dua cowok itu dengan sangat pengertiannya sama sekali nggak ngungkit masalah tangis-menangis itu. Kami kembali asik berphoto-photo dan mencari angle yang bagus. Ketawa ditemani sang sore yang kembali merangkak naik. 










Aku senang woi, walau kita Cuma ke stadion. Setidaknya kita bisa menjejakkan langkah bersama disini. Menikmati sore bersama dengan canda tawa walau diselingi tangisan. Menutup hari ini dengan photo abadi yang suatu hari nanti jika kita tidak bersama lagi, photo itu akan menjadi bukti bahwa kita pernah menjejakkan langkah disini. Menuliskan nama kita dengan alaynya ditugu dan merasakan nikmatnya masa muda bersama cerita indah yang akan dikenang.

Suatu hari nanti kalau kita tak bersama lagi, jangan pernah lupakan cerita ini. jangan pernah lupakan kisah yang sudah terajut indah. Walau ini bukan kisah tentang cinta, tapi kisah tentang persahabatan.

Suatu hari nanti kalau aku kembali ke stadion bukan dengan kalian, setidaknya kenangan bareng kalian berserakan disini. Haha. Tetep nikmati masa-masa muda kita dengan hal positif ya! Menjejaki banyak tempat bersama agar kelak bisa diceritakan pada anak-cucu kita, dan jangan lupakan Allah!

Dan buat Mumun-Ulan, kemana lagi kita akan melangkah? Kemana lagi kita akan membangun kepingan cerita? Menceritakan kepada dunia, bahwa kita pernah menjejaki langkah, walau bukan tempat-tempat yang keren. Asal bersama kalian, itu sudah berarti.

Bahagia itu sederhana, saat kamu mampu bersyukur dalam hidup. Bahagia itu sederhana, saat kamu mampu mengukir senyum pada orang-orang yang kamu sayang. Bahagia itu sederhana, saat kamu mampu menghabiskan waktu bareng keluarga dan sahabat. Bahagia itu sederhana, saat kamu bisa dekat dengan-Nya. Bahagia itu sederhana, saat kamu masih bisa melihat orang-orang yang kamu sayang tetep berada disamping kamu. Bahagia itu sederhana, saat kamu bisa mendapatkan apa yang kamu impikan.

Bahagia itu sederhana, saat kamu punya sahabat yang sangat mengerti kamu. Bahagia itu sederhana, saat kamu mampu belajar dari masa lalu dan kehidupan. Bahagia itu sederhana, saat kamu dikelilingin banyak orang yang care sama kamu. Bahagia itu sederhana, saat kamu bisa melihat orang yang kamu cintai tak kekurangan suatu apa pun. Bahagia itu sederhana apabila kamu mampu dan mau menikmati hidup plus bersyukur didalamnya! Tetep melukis kisah berarti dalam hidupmu sobat. Fighting untuk kita!

 


Aku dengan muka kucel dan senyuman tak ikhlas. -_-

Okee, sekian dulu. mau siap-siap ngampus nih. See you next post and babay! Salam unyu, @muthiiihauraa
27 Maret 2014. 07.59 WIB.
 

You Might Also Like

0 komentar