cerpen ;D

Bulan dan bintang

18.44

Teringat kisah seseorang jadi pengen menuliskannya. okeh, langsung aja. let's check this out : D



Bulan dan bintang
Author : Muthi Haura

Bulan selalu berdiri ditengah malam dengan pesonanya yang khas. Bentuknya yang besar dan indah, membuat semua orang terkagum-kagum. Tak terkecuali Bintang. Bintang mengagumi sosok Bulan. Bintang selalu mencuri pandang dan harap pada Bulan. Salahkah Bintang punya rasa itu?

Bulan dan Bintang selalu bersama tiap malam. Merasakan atmosfer kegelapan yang kadang menakutkan. Bintang masih tetep dengan perasaannya, hingga suatu ketika Bulan datang menghampirinya. Bintang merasa senang? Pasti!

Kedekatan mereka terjalin begitu cepat dan rasa itu semakin kuat menghimpit batin Bintang. Bintang menyayangi Bulan. Sangat. Bulan perhatian. Bulan baik. Bulan, akh entahlah. Jika sehari itu 100 jam, tidak akan cukup juga untuk menceritakan sosok Bulan. Bulan mampu menerangi malam Bintang dengan cahayanya yang pasti lebih besar dari cahaya Bintang.

Suatu malam, Bulan dan Bintang duduk berdua sembari melihat kebumi. “Aku mencintai seseorang.” Bulan memecah kesunyian yang sempat tercipta diantara mereka. Bintang menatap Bulan dengan setengah kaget.

“Siapa?” hanya kata itu yang mampu terucap dari mulut Bintang. Bulan memandang keatas sembari menarik nafas pelan. Mencoba memecahkan sedikit gemuruh didadanya. “Matahari.” Ucap Bulan mantap. Bintang tertegun dengan seribu bahasa. Klaise. Simple.

Bintang menatap mata Bulan, berharap ada kebohongan disana. Namun tatapan itu memang benar adanya. Bulan serius. Bulan tak pernah main-main. Bintang hancur. Sakit. Ya, Matahari. Matahari seperti magnet yang mampu menyedot perhatian siapa pun. Matahari dengan segala pesona keanggunannya mampu membuat semua yang ada dialam semesta ini terkagum-kagum. Tapi tahukah kalian kalau Matahari dilihat dengan mata telanjang dan secara lama-lama mata akan terasa sakit?

Matahari sangat berbeda jauh dari Bintang. Matahari dengan sinar yang lebih terang. Dengan kepastiannya yang selalu terlihat tanpa melalui alat bantu. Dengan keberadaannya yang jauh lebih dekat. Dengan sisi misterius yang membuatnya terlihat lebih indah. Sementara Bintang dengan penampilan tidak lebih dari titik sederhana. Dengan sinar yang timbul-tenggelam. Dengan sisi polos tanpa pantulan cahaya.

Dan Bulan mencintai Matahari. Tapi apakah mungkin Bulan bisa bersanding dengan Matahari? Matahari turun dipagi hari, sedangkan Bulan turun dimalam hari. Sekuat apa pun untuk menyatukan Bulan dan Matahari tetep saja mereka tidak akan bisa bersama. Mereka hidup didua alam berbeda. Dipisahkan oleh pagi dan malam.

Sedangkan Bintang masih berharap ditengah kegelapan dengan hati yang retak. Rasanya sakit. Ini bukan salah Bulan. Bulan sama sekali tak bersalah. Bulan bukan PHP. Bintang yang salah. Bintang yang terlalu berharap banyak pada sosok Bulan. Bintang yang selama ini salah mengartikan semua kebaikan Bulan.

Dan pada nyatanya Bintang hanyalah tetep Bintang. Sosok kecil yang tak pernah ada artinya dimata Bulan. Hanya sahabat kecil Bulan. Haruskah menutup cerita yang bahkan belum mulai ditulis? Bintang membatin.

Apakah masih bisa Bintang berharap setelah semua ini? Apakah masih ada harapan untuk cerita Bintang pada Bulan? Ataukah tak kan pernah ada cerita? Entahlah.

You Might Also Like

36 komentar

  1. bagusss tulisannya mut, semoga saja suatu hari nanti bintang dan bulan bisa bersama. Mereka memang sudah seharusnya berjodoh, karena di lahirkan dan tinggal dalam waktu yang sama. Yaitu malam hari. Sementara Matahari? Sekuat apapun tak akan mungkin bisa di dapatkan.

    BTW salah kenal ya muthi, follow back blog aku hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasiih yaa ;) Tapi sayangnya pada nyatanya kini si Bulan asli malah jadian sama Mars. Dia udah melupakan Matahari dan Bintang tetep masih menyukainya. Bulan hanya datang saat butuh pada Bintang. Salam kenal juga, oke aku follback ;)

      Hapus
  2. Cerpennya bagus. Rasanya itu.. gimana gitu. Pokoknya keren deh. Semoga Bintang bisa bersama dengan Matahari pada suatu hari nanti.

    Salam kenal. :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. salam kenal ;) Bintang dan Matahari nggak mungkin bisa bersama Ham, soalnya kan mereka sama-sama cewek. -_- haha.

      Hapus
  3. Wah keren cerpennya mut, menganalogikan suatu hubungan dengan bulan, bintang dan matahari. Haha.. tapi bisa nge-Pass gitu ya. :D

    Suatu saat Bulan akan sadar, bahwa hanya bintang yang akan selalu ada disisinya apapun yang terjadi. :')

    BalasHapus
    Balasan
    1. haha. Makasih ya ;) Tapi sayangnya pada kenyataan didunia nyatanya Bulan malah melupakan Matahari dan jadian dengan Mars.

      Hapus
  4. Sudah gua duga Bulan pasti Mencintai Matahari, karena meskipun terpisahkan oleh pagi dan malam, mereka saling bergantian untuk saling melengkapi satu sama lain. Dan karena disaat pergantian itu lah, yang membuat bulan merindukan Matahari yang selalu menyinari Bulan dari belakang. #Cie #apaansihini :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. yap, Bulan memang mencintai Matahari. ;) Bisa juga tuh filosofisnya Dul.

      Hapus
  5. Ceritanya udah enak Mut, udah menyentuh hatiku. Halah, komen macam apa ini. Etapi bener. Aku jarang tersentuh sama cerita orang. Tapi ada beberapa yang pengen aku saranin. Boleh ya? Ya anggap aja masukan kalo bermanfaat. Kalo nggak anggap aja angin lalu.

    Kamu masih susah membedakan di untuk tempat sama di awalan ya? Soalnya kan cara penulisannya pun beda. Tadi ada beberapa di yang disatuin tapi harusnya di pisah soalnya kata selanjutnya adalah kata tempat. Contohnya "ditengah" di kalimat awal. Terus "...ditengah kegelapan dengan hati yang retak."

    Oh iya satu lagi, kata "tetep" lebih enak kalau diganti "tetap" deh pakai bahasa baku. Soalnya cerpennya udah enak, jadi agak keganggu sama narasi yang bahasanya nggak baku sendiri. Udah gitu aja :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Beneran menyentuh? Wah, makasih Wi ;) Iya nih, aku masih lemah di EYD. Kayanya memang harus belajar banyak lagi masalah EYD. Makasih koreksinya Wi ;)

      Hapus
  6. ceritanya mengalir, tapi kasian bintang yang kena PHP sama bulan :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih. Iyaa, kasiian. Hiksihiks. ;(

      Hapus
  7. ceritanya asik banget ya :)
    mengalir. aku suka bacanya!

    cuman untuk penulisan dan pemilihan kata agak di perbaiki yah <3

    semangat teruuus! ditunggu cerpen2 lainnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih ya Ji. Okee, makasih koreksinya ;D

      Hapus
  8. Keren nihh ceritannya, bulan matahari gitu, lanjutin mba, semangat!!

    BalasHapus
  9. gue jg setuju sama saran kak dwi. eh tapi, guue sendiri jg masih bingung bedain di tempat sama di awalan -_-

    eh itu gue liat disidebar, mbak udah punya novel ? beneran tuh ?judulnya apaah ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Baru antologi kok. Novelnya masih dalam proses dipenerbit. Doain yak :D

      Hapus
  10. Bulan Matahari, Yin & Yang, Air & Minyak
    Berbeda tapi bisa bersatu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maksudnya bisa berdampingan

      Hapus
    2. Iyaa memang. Tapi dikisah ini nggak. Hehe

      Hapus
  11. Keren kok ceritanya, ngalir, dan dapat juga maksud dari cerita ini 

    Semoga bulan dan bintang suatu saat nanti bakalan bersatu. Karena takdir menginginkan bulan dan bintang bersama. Iya, bulan dan matahari itu takkan bersatu, mereka berbeda :’)

    Apakah ada lanjutan dari cerita ini? Mungkin pada akhirnya nanti bulan dan bintang akan bersama?

    Salam kenall yaaaa :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih =D Tapi sayangnya dikisah nyatanya, Bulan dan Bintang tidak pernah bersatu. Bintang tetap sahabat kecil Bulan dan kini Bulan jadian dengan Mars. Salam kenal juga =)

      Hapus
  12. Saya suka kiasan-kiasan di cerita ini.
    menarik sekali.

    Kisah-kisah sederhana seperti ini jika dituliskan dengan banyak kata simbolik menjadi sangat menarik :)

    BalasHapus
  13. “Siapa?” hanya kata itu yang mampu terucap dari mulut Bintang. Bulan memandang keatas sembari menarik nafas pelan. Mencoba memecahkan sedikit gemuruh didadanya. “Matahari.” Ucap Bulan mantap. Bintang tertegun dengan seribu bahasa. Klaise. Simple.

    Awwwww, Poor Bintang.
    Dia kena Friendzoned. dan cintanya bertepuk sebelah tangan.
    keren ceritanya ngalir, feelnya dapet. Thumbs Up

    BalasHapus
  14. baguss mbak ceritanya! aku suka.
    menuliskan kisah seseorang tapi dengan tokoh bulan, bintang, dan matahari.

    kasian yaa bintang, mengagumi bulan tapi tidak kesampaian. itu bisa jadi pelajaran juga buat kita kalau mengagumi seseoranng jangan terlalu tinggi dari standart kita. optimis boleh tapi harus realistis juga hehe.

    jadi mereka bertiga belum ada yang jadian yaa, berarti mereka bertiga masih pada jomblo semua yaa. kasian. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. haha, Makasih ya Maz =D Betul tuh, mengagumi seseorang sekedarnya saja. Nggak kok, si Bulan sekarang udah jadian sama Mars.

      Hapus
  15. hahaha ini gue kira cerpen tentang astronomi eh ternyata ada cinta"nya segala haha, overaall ini cerita yang kece analoginya mantap gak perlu banyak bacot anda lolos indonesia idol ! hahaha :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Melenceng jauh ya dari perkiraan kamu. Haha. Yeeeey! Aku lulus Indonesia idol versi Nazar. Makasiiiih =D

      Hapus
  16. ceritanyaaa bagus bangeet.
    lagi sering - seringnya nih denger tentang analogi bulan, bintang, dan matahari, dan ketambahan satu ini.
    yang ini beda dari yang biasanya aku baca tentang matahari, bulan, bintang..
    good job :)

    BalasHapus
  17. Pasti Bintang bilang dalam hati, "sakitnya tuh disini" *nunjuk hati*
    Mungkin kalo bintang sama bulan, peluangnya lebih besar ketimbang bulan sama matahari kali yaa ^^
    Analoginya bagus nih, aku suka...

    BalasHapus
    Balasan
    1. yap bener banget. peluang bulan dan bintang memang lebih besar :)

      Hapus
  18. wah menarik sekali ya artikel bintang meledak, ane baru tau deh gan ^^

    BalasHapus