travelling

Perhentian Raja

18.52



Haay, Assalamua’laikum. Gimana kabarnya? Semoga always sehat ya. :D Apa kabar kamu wahai diaryku? Masih setiakah mendengarkan segala ceritaku? Mendengarkan segala yang tertuang dalam memori otak kecilku ini? ku rasa masih dan semoga selalu begitu ya. Jangan pernah berubah, karna kamu adalah bagian dalam hidupku. Bagian yang akan selalu menjadi sesuatu terpenting bagiku.

Haaa, udah akhir Maret aja nih. Maret is wonderfull. Di bulan ini amaze banget menurutku. Banyak hal yang aku dapat dibulan ini. Jalan-jalan with sahabat, ngedaftar gagasan, novel yang di acc, belajar kembali memanaje waktu, belajar untuk terus semakin aktif dikelas, ikutan seminar jurnalistik dengan tema ‘kuasai media, dunia ditanganmu’, dan pastinya belajar kembali menata hati. Menata bagaimana bersikap profesional didepan ‘dia’.

Banyak hal dibulan ini yang bisa aku pelajari. Banyak hal dibulan ini yang bikin aku bahagia dan belajar bagaimana caranya bersyukur bahwa apa pun yang kita lakukan dengan sungguh-sungguh dan Allah ridha terhadap sesuatu itu, maka dengan mudahnya kita akan mendapatkan sesuatu itu. Tapi dibulan ini juga banyak malasnya, aku udah nggak ikutan satu pun lomba blog atau lomba kepenulisan. Ah, harus diperbaiki dan ditingkatkan nih untuk bulan April besok.

April, i’m coming. Semoga makin baik ketimbang Maret ini. wish dibulan April ini yaitu semoga makin dekat dengan Allah dan keluarga plus ‘dia’, semoga novel aku yang satu lagi diacc dan uangnya buat buka toko ‘haura ponsel’, semoga bisa ngikutin minimal 3 lomba blog dan 3 lomba nulis cerpen, nyelesain novel minimal setengahnya, semoga nggak malas-malas lagi, semoga UTS nanti lancar dan hasilnya muasin, dan semoga bisa jalan-jalan ketempat yang indah-indah lagi bareng sahabat.

Btw, ngomongin soal jalan-jalan nih, aku itu suka banget jalan-jalan. I love travelling! Apalagi jalan-jalannya ketempat-tempat yang indah yang penuh dengan rimbunan pohon, ada sungainya, udaranya sejuk khas perdesaan gitu deh. Aku suka banget tempat-tempat kaya gitu, asik dan nenangin, apalagi kalau ditemani dengan hujan. Aaah, asoy tuh. Nenangin and gademin hati dan merilekskan pikiran diantara tumpukan beban tugas kuliah dan tanggung jawab pada keluarga.

Oh yaa, kemaren pas hari Jum’at tanggal 28 Maret 2014 aku and Mumun-Ulan-Iqbal go to kampung Ulan. Nama tempatnya Perhentian Raja. Lumayan jauh juga, lebih jauh ketimbang kampung Mumun di kilo 18. Aku bareng Ulan dan Mumun bareng Iqbal.

Pulang dari Pb, kami yang cewek-cewek istirahat dulu dikos Ulan-Mumun (mereka sekos), sedangkan Iqbal sholat Jum’at. Tidur-tiduran plus cerita-cerita dan akhirnya mutusin buat makan karna perut terasa lapar. Kami makan didekat kos Ulan, harganya pas lah dikocek mahasiswa yang memang masih bergantung dengan orang tua kaya kami ini. Rp.8000.

Aku sama EMTRI udah sering makan disini, selain murah pastinya makanannya enak. Mungkin salah satu tempat makan favorit aku. 



                                                     Di warung makan favorit. 


Jam 2-an, kami otw. Hadeeh, jalannya jauh. Berliku-liku *lebai*. Ngelewati sungai. Pemandangannya pun asoy. Banyak sawit-sawitnya juga. Rumah-rumah penduduknya pun masih jarang-jarang. Ulan nunjukin ke aku SMA-nya dulu yang terpelosok.  Tiba dirumah Ulan, kami disambut ramah dengan Uminya Ulan dan Ayahnya. Orang-orang sunda memang deh ramah-ramah pisan ey.


Iqbal yang sok no yees di photo. Haha. :v 
 
Setelah dikasih makanan pembuka, kami disuruh makan. Kami makan didekat bukit dan kolam ikan yang dikelilingi pohon sawit. Ah, terasa lagi berkreasi bareng keluarga. Pas makan aku-Ulan-Mumun asik ketawa-ketawa plus photo-photo narsis. Membekukan kenangan, karna suatu hari nanti belum tentu bisa kesini lagi ya kan?
 
Hidangan :D yummy! Ah, muka aku kusam -_-

EMTRI <3 :*

Pas kami ketawa-ketawa Iqbal diam aja sambil nikmatin makanannya. Trus pas kami udah nggak ketawa lagi, dia malah ketawa sendiri. Terkadang kamu entahlah Bal :v -_- Banyak cerita yang kami bagi saat disana, bikin aku yang dari awal pulang PB itu sebenarnya galau gara-gara ‘dia’ jadi ketawa-ketawa happy lagi.

Mereka bikin aku merasa dicintai dan merasa sangat bersyukur karna punya dan kenal mereka. Mereka tempat aku berbagi segalanya. Bersama mereka aku bisa ngerasai banyak hal. Canda, tawa, tangis, dan pengalaman baru. Semoga kita bisa menjejakkan kaki dan meninggalkan kenangan ditempat-tempat yang lebih indah ya woi!

Setelah asik bercengkrama, kami photo-photo. Aku kayanya yang paling excited ngelihat pemandangan ala pedesaan itu.
Mumun : Biasa ajalah Muth! Dasar anak kota.
Ulan : Tau nih. -_-
Aku Cuma ketawa-ketawa aja, maklumlah jarang banget aku jalan-jalan keluar apalagi bareng sahabat gini. Emanglah masa kuliah itu asooy banget dan aku bersyukur kuliah di UIN SUSKA Riau karna aku bisa ketemu dengan mereka dan banyak orang-orang hebat yang bikin aku termotivasi untuk ikutan menjadi hebat juga.






Selesai sesi photo-photo, sebagai anak yang baik dan nggak mau ninggalin sholat, kami sholat ashar dikamarnya abang Ulan. Kebetulan abang Ulan ni senior kami di Ilmu komunikasi. Namanya bang Mulya Abdul Syukur. Abang Mulya atau lebih terkenal dengan panggilan abang Aby ini hebat banget. Sering menjuarai lomba film-film pendek dan pembuatan script.

Kemaren pas KREASI ngadain lomba festival film pendek, bang Aby nilah yang jadi juri pembuatan scriptnya. Orangnya ganteng, 11:12 lah sama bang Reo. Kamarnya rapi dan dipenuhi banyak novel-novel best seller plus novel-novel terjemahan, juga ada bacaan buku-buku agama. Pokoknya aku salut sama senior satu ini! Aku juga minjam dua novel bang Aby. Haha.

Jam udah nunjukin ke angka 5, alias udah jam 17. Kami pamitan pulang sama Umi dan Ayah Ulan. Sempat Uminya nyuruh nginep, tapi Sabtunya kami ada dua kelas matkul dan seminar.


With Umi Ulan :*


Uminya Ulan ngecium pipi kanan-kiri aku dan meluk aku. jadi kangen sama almarhumah Umiku. Ah, kalau Umi masih hidup pasti aku bakal semakin senang. Muthi! Itu bukan sesuatu hal yang harus disesalkan. Umi udah tenang disana. Senang banget bisa kenal Umi Ulan, pelukannya bisa sedikit ngenenangin kaya pelukan Umiku.

Ahh, pokoknya seneng hari itu. Makasiih woi! Sayang Mumun-Ulan :* Jangan berubah ya wooi! Salam sayang, @muthiiihauraa
31 Maret 2014. 21.34 WIB

You Might Also Like

0 komentar