Sedikit curahan hati

18.42 Muthi Haura 2 Comments



Haay, Assalamua’laikum. Lagi apa? Sehat kan? Pasti dong! Hehe. Sekarang nenek aku lagi sakit dan Insya Allah besok bakal dirawat dirumah sakit. Aku sedih dan takut. Takut banget. aku Cuma berdo’a dan berharap semoga Nenek cepat sembuh. Aku sayang Nenek. Banget!

Sejak Nenek sakit, semua kerjaan rumah aku yang nanggung. Nggak semua juga sih, bagi-bagi juga dengan adek-adek aku. Tapi ya pasti lebih banyak dari biasanya. Jadi sekarang harus pandai-pandai bagi waktu antara kuliah-organisasi-nyari uang-kerjaan rumah. Yah, ginilah hidup. Penuh perjuangan. Kadang iri juga ngelihat orang yang punya hidup nyantai tanpa masalah, satu-satunya masalah dalam hidupnya Cuma tentang cinta. Tapi sekarang aku sadar kok, orang sukses itu dibentuk dari lingkungan yang susah. Orang sukses itu kebanyakan berasal dari latar belakang yang punya kehidupan ‘susah’. Baca aja latar belakang kehidupan orang-orang sukses, pasti mereka dulunya punya hidup yang ‘luar biasa’. 





Aku pernah dalam keadaan tertekan banget. ngerasa Allah nggak adil. Ngerasa Allah pilih kasih. Disaat aku dititik itu, aku kembali belajar dari kisah-kisah orang sukses dan obat paling mujarab nenangin hati itu Cuma dengan baca Qur’an. Serius! Kalau lagi capek-galau-lelah-tertekan-nyesek, baca aja Al Qur’an. Aku bukannya mau sok-sokan, aku nulis gitu juga buat ngingetin diri aku sendiri.

Wahai pemilik nyawaku. Betapa lemah diriku ini. lelah ujian dari-Mu. Kupasrahkan semua pada-Mu.

Denger lirik lagu itu selalu bikin hati bergetar. Ya, semua yang terjadi dulu, sekarang, bahkan besok, aku serahkan semuanya pada Allah. Aku yakin, dibalik semua ini ada hikmah indah yang tersembunyi. Aku sebagai manusia hanya bisa ikhlas, ikhtiar, do’a, dan berusaha.

Haah, hari ini aku nggak masuk. Bukan niatan bolos, tapi karna jagain Nenek. Gak papa. Walau hari ini capek banget, tapi setidaknya aku belajar banyak hal hari ini. Hari Sabtu dan Minggu kemaren juga luar biasa. Mungkin aku mau cerita kisah dihari sabtu kemaren dulu kali ya?

Seperti biasa dihari Sabtu aku ada dua mata kuliah. Dasar-dasar komputer dan dasar-dasar penyiaran. Pas dasar-dasar penyiaran itu diskusi. Sumpah asik banget. Aku-Ninuk-Nia ngelawan pemateri. Kami bertanya, menyanggah, dan menyampaikan pendapat kami yang bertentangan dengan pendapat pemateri. Seru dan asik saat bikin pemateri kewalahan. Haha. Aku suka diskusi. Aku suka menyampaikan pendapat. Aku suka aktif. Aku suka ngomong didepan umum. Kalau aku punya suara bagus, mungkin aku pengen masuk Public Relations atau ikutan nyiar radio.

Kadang aku heran dengan teman-teman kelas aku yang nggak mau aktif. Bukan mereka nggak bisa, mungkin karna mereka malas atau apa gitu. Entahlah. Harusnya karna mereka punya kelebihan dibanding aku, mereka bisa jauh lebih aktif. Ada yang bilang alasannya nggak aktif karna nggak pede. Apa coba yang harus nggak dipedein mereka? Aku aja yang kaya gini Pede-pede aja, tapi kadang nggak juga sih. Haha.

Auuu ah, gelap! Aku Cuma bisa ngingetin dan ngajak mereka. Mau atau tidaknya ya kembali kediri mereka masing-masing, toh kita sama-sama udah dewasa kan? sama-sama udah tau mana yang baik, mana yang nggak.

Siang dihari Sabtu, sekitar jam sebelasan, aku dan Laila kesekre. Nggak ada niat apa-apa sih, Cuma mau main-main aja sekalian nemenin Lelek (Laila) daftar HMI. Eh, disekre nggak taunya ketemu Kak Wilna. Cerita-cerita, trus minta diajarin edit photo dengan photoshop. Kak Wilna ini jagonya ngedesain dan edit-mengeditlah, jadi sayang banget kalau kesempatan ‘mencuri’ ilmu dilewatin gitu aja kan? Apalagi aku mikir kalau skill desain ini sangat perlu, jadi ya gitu, aku minta ajarin edit photo dengan Kak Wilna dan Alhamdulillah Kak Wilna mau ngajarin.
 


Hasil edit photo perdanaku. Sampel korban bang Hafiz selaku Pimpinan Umum Gagasan periode 2014-2015 :D Bagus nggak?hehe.


Selesai belajar ngedit photo, kami (aku-Lelek-Kak Wilna-Bang Saan-Bang Rico-Kak Mery-Kak Roza) nonton film para jurnalis. Difilm itu dilihatin bagaimana perjuangan seorang jurnalis dalam mendapatkan berita dan bagaimana ketidakadilan pemerintah terhadap para jurnalis. Pembunuhan terhadap jurnalis pun sudah ada sejak tahun 1996 dan kasus itu sama sekali sampai saat ini tidak ada ditindaklanjuti. Menyeramkan.

Masih di film itu juga dilihatin bagaimana seorang jurnalis tidak diperbolehkan masuk saat acara hari pers nasional. Amazing sekali negara ini. Pokoknya difilm itu membuat aku berfikir ulang untuk menempuh bidang jurnalis. Apalagi saat ini aku dibingungkan dengan pemilihan konsentrasi disemster tiga nanti. Pilihan aku jatuh diantara jurnalistik atau broadcasting. Masih mikir-mikir mau pilih yang mana. Bingung. -_-

Pulang dari sekre Gagasan, aku berencana ke oriflame. Biasa, demi sesuap nasi (halah, lebai :p). Sebelum ke oriflame, aku sama Lelek makan bakso masgad dulu. Itu bakso favorit aku bangeeet! Biasanya aku makan bakso disitu bareng Degil and Maknyin. Miss momen bareng kalian wooi ;(

Kalau dihari Minggu kemaren lain lagi ceritanya. Nggak seru-seru amat sih, tapi tetep pengen ngeceritainnya karna kejadian kemaren adalah bagian dari hidup aku yang sayang banget buat dilupakan. Kemaren itu rapatnya Gagasan dan disuruh ngumpul jam sembilan. Aku pergi dengan Desi a.k.a Desnoy kesekre jam sembilanan lewat. Eh, ternyata rapat belum dimulai dan baru dimulai sekitar jam sebelasan. Orang Indonesia emang ngaret dah -_-

Selesai rapat, kami (aku-Desnoy-Uni-Kak Roza-Kak Yova-Hikmah-Salma-Kak Mery-Riska-Ayu) sok-sokan pengen photo season. Akhirnya kami ke Islamic Centre (IC) buat photo. Ternyata di IC lagi ada islamic book fair. Ada stand-stand dari negara Malaysia, Vietnam, Thailand, dan Indonesia. Asiik sih bisa photo-photo di stand-stand itu. Si Salma sempet-sempetnya photo sendiri dengan tiga cowok asli Thailand. Huaaa, pengen juga! Banyak deh nangkap photo di IC, tapi  dari kamera Kak Yova. Besok deh aku minta copyan photonya. Dari kamera hapeku ada juga sih, tapi kurang bagus kualitas gambarnya. hehe








Selesai acara photo-photo, kami balek ke sekre. Aku cerita-cerita tentang dunia kepenulisan bareng Bang Saan. Bang Saan juga cerita tentang sensasinya naik gunung yang sebenarnya mempertaruhkan nyawa tapi bikin ketagihan. Nggak lupa photo-photo pake gitar di sekre, padahal sama sekali nggak pandai. Wkwk.
 
Pokoknya tiga hari ini lumayan serulah, walau perasaan aku nggak bisa dibohongi kalau lagi sedih. Ya, aku sedih soal Nenek aku. Nek, cepat sembuh. Kakak nggak kuat liat nenek kaya gitu. Cepat sembuh Nek. Kami semua sayang Nenek. I love you :* Ya Allah yang Maha Kuasa, tolong sembuhin Nenekku please. Amin. Bantu do’a ya sob :D

Dihari Minggu kemaren juga, jiwa stalker aku kambuh. Aku jalan-jalan ke blog tetangga. Stalkerin facebook orang-orang yang aku anggap perlu aku stalkerin. Pas lagi asik stalker, aku nemu facebook kakak senior aku dan kebetulan aku sering ngedengar kehebatan kakak ini dari anak-anak HIMAKOM (Himpunan Mahasiswa Komunikasi). Kakak ini juga PJ MADIKOM.

Segeralah aku stalkerin facebook si kakak dan bikin aku tambah salut dengan sosoknya. Umurnya satu tahun diatas aku. ya, si kakak kelahiran tahun1994. Orangnya cantik, berjilbab syar’i, udah nerbitin buku, hebat ngedesain, sambil kuliah sambil kerja, pokoknya multi talent deh.  Aku salut dengan muslimah satu ini, lewat tulisan si kakak pernah keluar kota bahkan keluar negri. Ya, hanya lewat tulisan. Begitu dahsyatnya sebuah tulisan!

Di facebook si kakak, aku nemuin alamat blognya. Wah, makin menggila jiwa stalker aku. Aku obrak-abrik deh itu blog dari awal entry sampai habis dan bikin aku makin mengagumi sosoknya. Seorang muslimah yang berprestasi. Keren! Nambah lagi satu muslimah yang aku kagumi lewat karya-karyanya. Karna aku anggota MADIKOM, aku pengen ngedeketin  si kakak. Pengen ‘ngecuri’ ilmu dari dia. Semoga aja si kakak mau bagi-bagi ilmunya. Ya, itu caraku mencari ilmu. Aku sadar, aku bukan terlahir dari keluarga kaya yang bisa minta les dimana pun aku mau. Aku ngerti kondisi keluargaku kok. Selagi dengan cara itu aku bisa dapat ilmu, kenapa nggak kan?

Dan dari sosok si kakak bikin aku mikir bahwa kalau aku ini terlalu sering stalkerin orang-orang hebat dan kemudian termotivasi, tapi sedikit tindakan nyata. Untuk saat ini aku pengen ngurangi jiwa stalker. Pengen nggak facebookan atau berhubungan dengan dunia maya terus-terusan. Tetep sediakan waktu untuk dunia maya, tapi lebih diprioritaskan untuk mencapai mimpi didunia nyata. Oke sip!

Salam sayang nenek, @muthiiihauraa
Senin, 19 Mei 2014. 22.02 WIB.

Baca Artikel Populer Lainnya

2 komentar:

  1. Nice story kak :) salam kenal juga ya kak dari aku #balesan yang waktu itu mheheh

    BalasHapus