18 Juni 2014

07.02 Muthi Haura 1 Comments



Haay, Assalamua’laikum. Gimana kabarnya? Sehatkan? Semoga aja ya :D Akhir-akhir ini aku sering banget ngelihatin dan ngeserch diinternet tentang jilbab-jilbab syar’i. Lagi-lagi ada ketertarikan dihati aku kaya dulu, tapi aku takut ketertarikan itu hanya sementara dan aku bakal balik lagi kaya gini.

Aku pengen kaya mereka. Aku iri dengan mereka. Mereka anggun, cantik, bersahaja, dan semoga aja sholehah. Aura alami mereka itu terpencar dari dalam diri mereka. Aku juga sering mengamati cewek-cewek berjilbab panjang di kampusku, seperti Yuni-Kak Maya-Kak Melati. Mereka berjilbab syar’i dan tentu saja aktif organisasi. Mereka orang-orang hebat yang prestasi akademik maupun organisasinya mengagumkan, seolah-olah jilbab syar’i mereka itu tidak menghalangi mereka untuk beraktifitas dan berkarya. Ngelihat wajah mereka teduh aja bawaannya.

Aku ingin seperti mereka. Bukankah sesuatu yang berharga itu memang harus dibungkus dengan rapi kan? Semakin tertutup seorang perempuan, maka semakin tinggi harganya. Dan tentu saja perempuan yang baik hanya untuk lelaki yang baik pula. Misalnya nih jika dihidangkan dihadapan kalian 2 bakwan, yang satu terbuka dan dihinggapi lalat. Sedangkan yang satunya lagi tertutup rapat. Mana yang akan kalian pilih? Bakwan yang terbuka atau tertutup? Pastinya bakwan terbuka kan? Begitu juga halnya seorang perempuan.

Aku iri dengan kalian. Kalian mampu istiqamah dijalan Allah. Kalian mampu tampak cantik dimata Allah dan bukan dimata manusia. Kalian mampu membuktikan prestasi kalian, walaupun dengan pakain syar’i kalian itu. kalian sungguh luar biasa. Aku ingin seperti kalian ukhti. Ajarkan aku seperti kalian dan ajarkan aku untuk istiqomah seperti kalian.

Aah, sungguh iri rasanya. Kemaren-kemaren pas smsan sama Lelek, kami ada ngebahas tentang jilbab ini.
Aku : Lek, aku pengen pakai jilbab syar’i. Bukan hanya sekedar jilbab penutup kepala, tapi jilbab yang benar-benar disyariatkan agama.
Laila : Aku juga.

Tapi kapan Muth? Kapan? Aku takut nggak bisa istiqomah. Semalam smsan sama Ulan. Tiba-tiba Ulan bilang gini : Aku kepikiran pengen jadi akhwat.
Aku : Iya, aku juga pengen. Trus kapan kita jadi akhwatnya ni? Mumun pengen juga nggak?
Ulan : Mumun kayanya mau juga tuh, tapi belum siap. Makanya koleksi jilbab panjang dan gamislah dari sekarang.

Huft iya, beli baju gamis dan jilbab panjang itu kagak ada uangnya. Hehe :p Entahlah, lihat nanti kedepannya gimana. Oh ya, hari ini UAS jurnalistik sama UAS sistem sosial budaya. Aslilah lumayan-lumayan bikin manyun soalnya, tapi Alhamdulillah tetep bisa. Insya Allah hasilnya memuaskan deh.

Tadi habis UAS jurnalistik, aku-Ulan-Mumun-Nadia-Degil-Ninuk-Nidia-Nia-Yati-Nifadhila pergi makan ke mie Bandung. Awalnya aku sama Yati nggak pengen ikut ke mie bandung karna kagak ada tumpangan.
Ninuk : Eeh ikutlah apa ni kalian. Tartik-tartik lah.
Akhirnya aku-Nidia-Nofadhila tartik ke mie Bandung. Serasa cabe-cabean -_- Pas tiba di mie Bandung malah ketemu sama cowok anak kelas kami. Lumayan rame juga mereka. Ada Ade-Ipin-Isan-Dani-Maswar-Fandy-Iqbal-Iqbal Fadhilah-Anto, asli nggak ada janjian. Kayanya kami emang sehati. Wkwk. Ini kali ketiga kami makan bareng serame ini dengan anak kelas. Pas pertama dan kedua emang janjian, yang ketiga ini kebetulan.

Cerita-cerita, bikin video, nyanyi-nyanyi, ketawa. Ah, makin nggak bisa pisah dengan kelas ini. Berat rasanya. Kelas terbaik yang saat ini aku miliki. Entah kenapa sejak awal semester dua, hubungan dengan 3 N yang dulu-dulu aku bilang sombong malah membaik. Aku nggak nyangka bisa sedekat ini dengan mereka, malah mungkin bisa dibilang jadi bagian dari mereka. Sama Ninuk udah sering curhatan tentang ‘dia’, kalau ketemu peluk-pelukan, ketawa-ketawa, pokoknya mereka nggak seperti yang dulu aku bayangkan. Memanglah kita harus dekat dulu dengan seseorang, baru bisa menilai orang itu bagaimana.

Pulang dari mie bandung, aku sama Ade. Nemenin dia dulu beli minyak. Lumayan lama, untung nggak telat masuk untuk UAS sistem sosial budaya. Pas tiba dikelas kursi aku ternyata udah dijagain Nofadhila.
Ninuk : Muth, duduk samping akulah.
Akhirnya pindah samping Ninuk. Pokoknya ujian hari ini lancarlah. Hari ini juga dapat hadiah ulang tahun dari Degil alias Nazlah Nurdillah. Makasih sayang :* walau telat :p Makasih atas hadiahnya. Makasih makasih makasih. Aku suka-aku suka. Haha.

Pokoknya hari ini luar biasalah. Banyak pelajaran berharga yang didapat dan tidak semuanya bisa diceritakan. Aku harap semoga besok-besok dapat pengalaman berharga lagi. oh ya, hari ini juga adek aku si Nailah tampil pidato bahasa Arab untuk perpisahan anak kelas 6 disekolahnya. Adek aku yang satu ini emang aktif. Kemaren dia jadi duta kebersihan, ikut lomba tahfidz, perwakilan baca puisi, dan nilai pelajarannya pun tinggi-tinggi. Hebat kan? beda banget dengan aku. haha. Kakak bangga sama Ila. Sukses terus ya dek. Besok Insya Allah kakak sekolahin sampai sarjana. Doain kakak sukses juga ya. Love u!

Salam sayang, @muthiiihauraa
Rabu, 18 Juni 2014. 16.47 WIB

Baca Artikel Populer Lainnya

1 komentar: