artikel

Awal-mula

21.50


~“what you’re doing now isn’t traveling, it’s just changing countries, which is completely different”~

Hidup adalah perjalanan. Perjalanan yang akan menjadikan seseorang tentunya bisa lebih dewasa. Hidup adalah kumpulan perjalanan yang didalamnya memiliki sepaket puzzle. Sepaket puzzle yang berisi kesedihan-kesenangan-tawa-canda-sakit-sedih-bahagia-galau. Tentu saja apabila salah satu diantara puzzle itu tidak lengkap, pastilah puzzle itu tidak akan tersusun sempurna. Begitu jugalah hidup yang dimana hanya ada senang saja atau sedih saja, pastilah hidup tidak akan berwarna.

Perjalanan hidup memiliki awal dan mula. Tentu saja awal dan mula memiliki pengertian berbeda yang dimana awal adalah sesuatu keinginan yang terpatri didalam diri karna disebabkan oleh banyak hal. Sedangkan mula adalah sesuatu yang mulai kita lakukan untuk mewujudkan mimpi-mimpi itu. Awal-mula tentu saja memiliki akhir yang dimana akhir dari perjalanan hidup manusia adalah kematian. Oh tidak, tapi akhir dari kehidupan manusia adalah tempat pilihan manusia itu sendiri, apakah surga atau neraka.

Sejak kecil, kehidupan mengajarkanku untuk memiliki berjuta impian. Yah, itu hanya awal. Sedangkan mulanya adalah langkah untuk mewujudkan impian itu. Salah satu impian yang terpatri dibenakku adalah travelling. Melakukan perjalanan ketempat-tempat indah agar bisa lebih bersyukur. Memanjakan mata dengan hamparan pantai dan dedaunan yang hijau-hijau. Bertemu dengan berbagai macam sifat manusia dan budaya yang berbeda. Aah, semua itu pasti indah.

Aku sering bermimpi berada di tebing air terjun. Memain-mainkan telapak tanganku pada tetesan air itu, lalu tertawa bahagia sembari berucap syukur. Atau berlari-lari kecil diujung bibir pantai sembari menatap matahari tenggelam. Atau juga berada ditengah-tengah ilalang nan tinggi atau berada diantara pepohonan-pepohonan rimbun yang tumbuh subur. Atau berada dikota-kota impian. Semuanya! Ya, aku ingin melakukan semuanya. Sangat ingin. Namun sayangnya semua itu masih mimpi. Masih awal dimana harus ada proses memulainya untuk mengubah awal itu menjadi akhir. Menjadi akhir yang diharapkan. 


franchdalaspati.wordpress.com

                                                                                              tbalisea.blogspot.com

Sejak kecil memang aku jarang jalan-jalan. Mungkin karna keterbatasan prekonomian keluarga yang menyebabkan mimpi itu hanya masih mimpi. Hanya masih mimpi yang masih terekam jelas dimemori otak kecilku. Kadang terbesit iri saat melihat teman-temanku yang lain melakukan perjalanan mereka. Mereka bisa memandangi apa yang menjadi mimpi aku, sedangkan aku disini masih harus berkhayal. Yah, memang ginilah kehidupan. Nggak semua apa yang kita inginkan bakal kita dapatkan, tapi bercayalah apa yang kita dapatkan saat ini adalah sesuatu hal yang terbaik buat kita. Bukan berarti aku berhenti atas mimpi-mimpi itu. Tidak, sama sekali tidak. Mimpi-mimpi itu nantinya akan terwujud. Suatu hari nanti pastinya dengan hasil keringatku sendiri, aku bisa merasakan pantai-air terjun-melewati kebun teh-menjejakkan langkah dikota impian-merasakan fanorama kehidupan-merasakan atmosfir yang tentu saja menggairahkan untuk dijamah.


Memasuki masa kuliah, aku dipertemukan dengan teman-teman yang hoby jalan-jalan. Mereka ngajakin ke Brastagi, air terjun, sungai hijau, kampung temanku, dan tempat-tempat indah lainnya yang tentunya belum pernah aku singgahi. Tentu saja tawaran-tawaran itu aku sambut positif.

Perjalanan pertama yang aku lakukan bersama teman-temanku adalah ke Tapung. Tapung merupakan kampung salah seorang teman dekatku. Kami kesana naik honda. Melewati pemandangan khas perkampungan yang tentu saja bikin mata adem dan jauh dari polusi perkotaan. Rasanya itu luar biasa dan bikin aku makin ketagihan untuk melakukan perjalanan yang mungkin lebih jauh. Sejak perjalanan pertama itu, aku bertekad untuk menghabiskan masa-masa kuliahku dengan menjejakkan langkah ketempat-tempat yang baru. Melukis kenangan ditempat itu bersama teman-teman. Kenangan yang suatu hari nanti bisa aku ceritakan pada anak-cucuku. Kenangan yang suatu hari nanti akan membuat bibir ini menyunggingkan senyum dimasa tuaku saat mengingatnya. Perjalanan yang tentu saja bukan hanya sebatas ‘perjalanan’ biasa yang tanpa ibrah didalamnya.

Dari beberapa perjalanan atau travelling yang udah aku lakukan, membuat mata ini lebih terbuka lebar. Membuat diri ini lebih sadar bahwa Indonesia itu kaya akan berbagai macam aneka keindahan yang jika dimanfaatkan tentu bisa menambah penghasilan negara. Perjalanan membuka cakrawala berfikirku. Perjalanan mampu membuatku jadi pribadi yang lebih dewasa dibanding sebelum-sebelumnya. Perjalanan juga mengubah sisi pandangku tentang kehidupan, bahwa banyak hal diluar diri ini yang bisa dijadikan sebagai ilmu dan pengalaman. Jangan hanya jadi katak dalam tempurung yang taunya hanya itu-itu saja. Dan tentu saja perjalanan membuatku lebih pandai bersyukur.

Melakukan perjalanan itu tidak hanya harus pergi travelling keluar negri atau ketempat-tempat indah atau tempat mahal. Menurutku perjalanan adalah mengunjungi suatu tempat (bisa itu panti asuhan atau tempat sejarah atau perdesaan) bersama orang-orang yang kita sayangi. Dan perjalanan yang sukses adalah perjalan yang mampu mengubah seseorang yang awalnya mungkin memiliki sikap negatif menjadi positif.

Bergeraklah kawan! Lakukan perjalanan. Temukan kepingan-kepingan indah hidupmu disana. Belajarlah dari tempat itu dan pulanglah dengan ilmu plus pengalaman baru. Ilmu dan pengalaman baru yang tentu saja menjadikanmu sosok yang lebih baik. Sosok yang lebih pandai bersyukur. Sosok yang pandai menempatkan diri. Perjalanan juga akan mengajarkanmu tentang arti kehidupan sebenarnya yang mungkin tidak akan kamu dapatkan dibangku kuliah atau bangku sekolah. Perjalanan membantumu menemukan siapa dirimu, apa cita-citamu, dan harapan-harapan kecil yang mungkin dulu terlupakan. Perjalanan membuatmu menjadi pribadi yang lebih istimewa.

Teruslah berjalan, dari satu tempat ketempat yang lain sampai kamu menemukan akhir kebahagiaan hidupmu. Akhir dimana kamu akan merasakan nikmatnya hidup. Jadikanlah dunia ini sebagai tempat berpetualang dan mengaharap ridha-Nya.  

You Might Also Like

4 komentar

  1. Ah sedih campur seneng baca nya, baru baca kalimat teratas aja udah bisa buat gua mikir dua kali, ternyata bener banget, hidup ini kayak puzzle (:

    BalasHapus
  2. traveling! wuaaa aku juga punya impian buat bisa keliling Indonesia dan keliling dunia hihihi. semoga impian kita terwujud ya, kak :) aamiin.

    BalasHapus
  3. Saya juga termasuk orang yang jarang jalan-jalan karena ngerasa lebih betah di rumah atau kumpul sama orang tersayang, kalo pun mau jalan-jalan pingin yang jauh sekalian :D

    Salam,
    Puput

    BalasHapus