Kamu

22.00 Muthi Haura 1 Comments



Ya, lagi-lagi ini cerita tentang kamu. Aku tau ini sebenarnya nggak boleh, tapi aku hanya ingin menuliskannya. Aku hanya ingin menuliskannya biar perasaan aku jadi lega dan nggak mikirin kamu lagi. Maaf, lagi-lagi telah dengan lancang menjadikanmu sumber insfirasiku. Dan trimakasih atas setiap kenangan dan memori indah yang sempat kamu berikan. Bukan, kami bukan pacaran. Aku menganggapnya sahabat.

Awalnya aku tak mengenalmu. Haha. Klasik. Bukankah memang pada awalnya semua orang tak saling mengenal? Ya,ya. Kita dipertemukan di pusat bahasa.  Entah takdir apa yang membuat kita sekelas, tapi sama sekali waktu itu kita masih tak saling mengenal. Waktu itu aku tak tau kamu, apakah kamu tau aku? Yang aku tau sahabatmu, karna sahabatmu itu selalu aktif bertanya saat dikelas. Tidak dengan kamu. Sama sekali tak ada sedikitpun mata ini memperhatikan kamu. Yah, dulu aku memang belum terlalu tertarik masalah cowok. Aku ingin fokus. Capek selalu dikecewain masalah cinta. Aku yakin, Allah pasti ngasih yang terbaik buat aku disaat yang tepat.

Lagi-lagi takdir membuat aku mengenalmu. Mengenal namamu. Kita dipertemukan dalam satu kelompok. Waktu itu aku ingat, kamu datang nyamperin aku.
Kamu : Kita satu kelompok ya?
Aku : Oh iya ya? Namamu siapa?
Kamu : *tuuuut*
Aku : iya. Minta no hpnya. Entar kalau sama-sama ada jadwal kosong, kita kerjain bareng-bareng ya.

Sejak kita satu kelompok, kamu jadi sering minjam buku bahasa Arabku. Memuji gambar dibuku bahasa Arabku.  Sering nyapa juga. Aah, ngingat itu semua bikin senyum-senyum sendiri. Masih banyak memori yang sedikit banyak sudah kamu lukis dan entah kenapa bikin aku merasa spesial. Aku tak mau berharap lebih. Aku mau fokus kuliah! Aku mau sukses dulu.

Kemaren lagi-lagi kamu nginbox dan bodohnya aku selalu tak bisa nahan untuk nggak balas. Seperti biasa kamu selalu bisa bikin ketawa. Selalu bisa bikin senyum-senyum sendiri. kita cerita banyak.
Kamu : Mut sendiri siapa cowoknya?
Aku : Manalah ada aku cowok.
Kamu : Entar pacarannya habis nikah aja.
Aku : haha. Ya ya, bener tu. (y)

Pacaran habis nikah? Pasti itu. Insya Allah. Selalu ingatin aku ya :D Pernah kemaren cerita-cerita sama Lelek tentang kamu. Kata Lelek : “Gantenglah dia lagi dibanding *tuut* (tuut ini ehemnya Lelek). Tinggi pula tuh. Entar kan kalau mau nyender enak.” Astagfirullah Qod-Qod -_- wkwk.

Aah, kamu denger itu pasti langsung senyum-senyum nggak jelas. Selama aku hidup, kamu termasuk salah satu cowok terbaik dalam hidup aku. Kamu, Ayah aku, adik cowok aku, dan pastinya calon suami aku besok. Haha. Amin. Makasih ya. Makasih udah jadi cowok yang baik itu. Makasih udah menutup mata atas semua kekuranganku. Aku akan selalu doain kamu. Sukses selalu!
Salam entah, @muthiiihauraa
3 Juli 2014. 11.50 WIB

Baca Artikel Populer Lainnya

1 komentar:

  1. yang percakapan: 'kita satu kelompok, ya?' 'boleh minta nomer hape?' itu kok kaya de javu ya. kaya pernah baca itu di sini....hmmm...

    BalasHapus