[Review buku] Melukis Pelangi

21.26 Muthi Haura 9 Comments



Haay guys, Assalamua’laikum. Gimana kabarnya? Puasa lancar kan? udah berapa juz?  Dari kemaren aku ngebaca ulang buku ‘Melukis Pelangi’nya Oki Setiana Dewi. Buku ini punya sahabat aku si Laila yang ampe sekarang belum juga aku kembalikan. Hehe. peace Lek :v Entah kenapa ngebaca ulang memoar kehidupan seorang Oki Setiana Dewi membuat aku menangis. Ya, benar-benar menangis. Mungkin kali ini aku ikut larut dalam kisahnya. 



Judul : Melukis Pelangi
Penulis : Oki Setiana Dewi
Penerbit : Mizania
Cetakan : cetakan I, Maret 2011
               Cetakan II, April 2011
              Cetakan III, Juli 2011


Banyak pelajaran berharga yang aku dapat dari kisahnya. Pelajaran tentang bagaimana seorang Oki berusaha menggapai mimpi, memanfaatkan kesederhanaan untuk mendapatkan sesuatu, pelajaran saat hidayah menyapa, dan banyak lagi. Oki lahir di Batam dan sejak SD ia selalu menuliskan semua mimpi-mimpinya didalam diarynya. Sambil menuliskan mimpi itu, ia membiarkan mimpi itu terekam didalam benaknya. Selain bermimpi, Oki juga berusaha untuk menggapai mimpi itu.

Oki terlahir dari keluarga yang sederhana, tapi dia mampu menjadi orang yang luar biasa. Kesederhanaan keluarganya membuat Oki harus pandai-pandai dalam menguasai sesuatu. Misal saat ia ingin menguasai bahasa Inggrish, ia tak minta les, tapi ia berusaha sendiri lewat film-film berbahasa Inggrish yang ia tonton dan berburu bule disetiap akhir pekan. Begitupun saat ia ingin pandai berenang. Oki kecil seakan mengerti kondisi orang tuanya, ia berusaha mengembangkan bakat-bakatnya dengan cara ‘gratis’.

Buku ini ditulis dengan sangat gamplang dan terbuka. Setiap untain kalimatnya itu disampaikan dengan mengandung kalimat-kalimat yang membuat kita sebagai pembaca termotivasi. Banyak quote-quote keren yang bisa diambil ibrahnya dan kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dihalaman 83, ada kata-kata yang menurut aku lumayan menginspirasi, yaitu : “Hidup harus punya mimpi dan aksi. Itu menjadikan hidup kita memiliki tujuan dan tidak terbuang sia-sia. Bagiku, hidup bukan seperti air yang mengalir kemana pun arus membawanya. Hidup bukan let it flow yang dikatakan oleh kebanyakan anak muda. kehidupan yang tak dirancang membuat kita santai menjalani waktu yang sejatinya bisa digunakan untuk berkarya. Mereka tak menyadari bahwa karyalah yang membuat kita ada.” Setuju banget tuh! Dalam hidup kita memang harus tau mau dibawa kemana jalan hidup kita ini. Kitalah sang aktris dalam kehidupan kita. Kalau hidup kita diibaratkan kapal nih, kitalah sepengendali kapal itu. Dan kalau kita nggak punya tujuan, kita pasti bingung bakal ngebawa kapal itu kearah mana, ya kan?  



Aku salut padanya. Kehidupannya menjadi inspirasi buatku. Gadis itu mendapatkan hidayah untuk berjilbab saat Ibunya mengalami sakit. Kesakitan ibunya menjadi titik balik kehidupannya untuk menjadi lebih baik. Oki pernah bertanya kepada teman-temannya yang berjilbab tentang alasan mereka menggenakan jilbab. Dan inilah alasan teman-temannya :
·         Karena berjilbab itu wajib. Kalau wajib tak dikerjakan artinya dosa. Aku tak ingin pahala yang aku dapatkan selama hidupku seperti ember bocor hanya karna tidak berjilbab.
·         Karena jilbab membuatku berfikir ulang untuk melakukan hal-hal yang tak baik dan membantuku lebih banyak mengingat akhirat.
·         Karena aku ingin menjadi ‘barang di etalase’ yang mahal. Bukan barang di jalanan yang bebas disentuh siapa saja.
·         Tak penting bagiku cantik dimata manusia, tapi sungguh aku ingin cantik dimata Allah.

See? Jawaban-jawaban yang luar biasa bukan. Saat Oki memutuskan untuk berjilbab, banyak sekali penghalangnya dan Oki mencoba bertahan. Ya, perempuan hebat itu adalah perempuan yang mampu berdiri disaat prinsipnya berbeda dengan prinsip dunia. Buku ini memotivasiku untuk terus berusaha memperbaiki diri.

Banyak hal yang bisa dipelajari dari memoar melukis pelangi karya Oki Setiana Dewi ini. Kita bisa belajar untuk menggapai mimpi-mimpi kita dan belajar mendekati Allah. Memang saat kita ngejar agama, dunia itu bakal ngikut. Sedangkan kalau kita ngejar dunia, emangnya agama bakal ngikut?

Membaca setiap rentetan kalimat yang disampaikan Oki lewat buku melukis pelanginya mengingatkan aku pada sebuah lagu the Fikr yang judulnya wanita sholehat.

Wanita sholihat (the Fikr)

Perhiasan yang paling indah
bagi seorang abdi Allah
Itulah ia wanita sholehah
Ia menghiasi dunia

Aurat ditutup demi kehormatan
Kitab Al Qur’an di daulahkan
Suami mereka ditaatinya
Walau berjualan dirumah saja

Karena iman dan juga islam
Telah menjadi keyakinan
Jiwa raga mampu dikorbankan
Harta kemewahan dileburkan

Didalam kehidupan ini
Dia menampakkan kemuliaan
Bagai sekuntum mawar yang tegar
Ditengah gelombang kehidupan

Yuk sama-sama memperbaiki diri untuk menjadi wanita sholehah. Wanita yang kelak akan membuat bidadari surga iri karna ketaatan kita kepada Allah dan karna ibadah yang kita lakukan dimuka bumi ini.  Oki Setiana Dewi juga berpesan dalam buku melukis pelanginya bahwa kalau kita berkualitas, orang-orang yang bakal mengejar kita dan mengikuti permintaan kita. Bukan kita yang merengek-rengek dihapan mereka.

So tunggu apa lagi? Mumpung masih Ramadhan, mari memperbaiki diri. Oke, mungkin segini dulu review buku Melukis Pelangi-nya Oki Setiana Dewi. Semoga bermanfaat. Salam sayang, @muthiiihauraa
15 Juli 2014. 07.41 WIB.

Baca Artikel Populer Lainnya

9 komentar:

  1. mudah-mudahan kita bisa mencontoh kak Oki yaaa.... hehe

    BalasHapus
  2. Sudah lewat Ramadhannya:D

    Menginspirasi dan membuat banyak muslimah akhirnya mengikutinya untuk berhijab. Semoga banyak lagi yang lain yang berkarya tanpa meninggalkan kewajibannya sebagai muslimah.

    Muthi juga semangat ya mewujudkan mimpi:)

    Smoga jadi muslimah shalehah^^

    BalasHapus
  3. Puasa? Puasa apa? Hehehe..

    Wah kalo aku baca ini, bisa-bisa aku pake kerudung nanti yaaa hahaha. Mungkin aku rekomendasikan ke seseorang yg lebih pantas aja deh. Temen2ku yg cewek masih banyak yg belum berkerudung/jilbab/hijab dsb.

    BalasHapus
    Balasan
    1. kayaknya cakep loh kalo lo berjilbab
      *eh

      Hapus
  4. Gilaaaaa Keren ini mba muth... Kalimat-kalimat yang sangat menginspirasi.
    Apalagi saat prinsip mba oki yang "Bagiku hidup bukan seperti air yang mengalir begitu saja. Karyalah yang membuat kita ada." Berarti, selama ini prinsip gua tentang hidup udah salah besar. Bener banget, dalam hidup di dunia ini, kita perlu membuktikan partisipasi kita dalam kehidupan melalui karya, jika karya itu sudah diakui oleh dunia, barulah kita dikenal orang banyak. Kalau misal hidup seperti air, berarti kita tidak peduli dengan hidup kita akan seperti apa nantinya, ibarat pasrah dengan apa yang terjadi.

    BalasHapus
  5. udah lewat ramadhannya hihihi ;3

    aku bener2 kagum sama mbak oki, aku pengen bisa kayak beliau. hmm, mungkin banyak rintangannya pasti :D

    kapan2 kalau ada budget, boleh lah aku beli bukunya nih

    BalasHapus
  6. Wah bukunya mba oki ya, gue sih kurang suka baca buku-buku motivator, entah kenapa berat banget gitu buat orang nista Kaya gue hahaha

    Soalnga kalau baca buku-buku yang bersifat motivator atau hidayah-hidayah gitu gue suka kebawa suasana, bener kata orang di atas , kalau saking terbawa suasananya , gimana kalau gue tiba2 jadi berhijab wkwkwkwk

    But, nice review. Review buku itu pentings, soalnya gue kalau mau beli/nonton sesuatu.pasti cari reviewnya dulu biar gak kaya.beli kucing dalam karung hehehe

    BalasHapus
  7. semoga aja banyak yang baca buku ini dan ikut mendapat hidayah
    aamiin

    alasan2 berjilbabnya itu lo, meresap

    thnx reviewnya, bisa buat rekomendasi kado nih :D

    BalasHapus
  8. wah, muncul lagi nih sosok yang bisa dijadikan inspirasi...
    hidup itu memang harus punya tujuan tapi terlalu fokus sama mimpi dan tujuan, membuat kita lupa menikmati perjalanan (proses)
    super-super sekali itu jawabannya temen-temennya mbak oki, alasan mereka memakai hijab.. jadi pengan berhijab, eh?

    btw, blognya udah gue follow. follback ya? :))

    BalasHapus