Hari ke dua : Anak dan Budaya Membaca

17.23 Muthi Haura 13 Comments


Hay guys. Assalamua’laikum. Gimana harinya? Semoga selalu dilindungi Allah ya =D Eh, kalian pada ingat nggak buku anak-anak yang dulu populer? Yang judulnya lima sekawan? Ingat nggak? Ingat nggak? Hayoo diingat-ingat lagi. Dulu aku suka juga baca buku lima sekawan. Ceritanya seru, ada tentang pertualangan dilaut-di pulau, dll.

Dizaman yang semakin berkembang ini dan tentunya media-media elektronik semakin mendominasi, budaya membaca pada anak semakin berkurang. Tentu saja hal ini sangat memprihatinkan kan? padahal kita sendiri tau bahwa ditangan merekalah nasib bangsa dan agama kita ini. Nah karna itu peranan orang tua dan lingkungan untuk menciptakan budaya membaca pada anak. Tentu saja harus juga diseimbangkan dengan kehidupan sosial si anak. Jangan melulu anak dihadapkan dengan bahan bacaan, tapi tidak pandai bersosialisasi dengan teman-temannya. Begitu juga sebaliknya. Harus balance.

Tapi pada nyatanya saat ini anak-anak lebih suka nonton televisi berjam-jam dari pada menikmati bahan bacaan. Disuruh membaca pasti mereka akan merajuk dan menangis. Salah siapa? Haruskah nyalahin media elektronik? Mungkin media elektronik memiliki peran juga terhadap sikap anak yang seperti itu, tapi coba introfeksi diri kita sendiri yang mungkin belum pandai menanamkan kebiasaan membaca pada anak.

Sejak kapan kebiasaan membaca itu harus ditanamkan? Kalau menurut aku sih sejak anak masih sangat bayi. Beri mereka buku ringan, walau mereka nggak membaca tapi hanya sekedar melihat-lihat isi gambarnya. Selain itu kita juga bisa membacakan isi cerita itu sehingga tumbuh rasa penasaran didiri mereka terhadap buku. Memasuki usia TK, ajak sianak ke toko buku atau pameran buku atau keperpustakaan wilayah. Biarkan mereka memilih buku yang mereka inginkan sendiri. Tentu saja buku itu tetap harus dibawah pengawasan orang tua.

Biasanya anak-anak menyukai buku yang memiliki banyak gambar. Berikan saja mereka buku-buku kisah para nabi dan rasul, tentunya penuh gambar. Menurut aku buku anak yang menarik itu adalah buku yang bisa mengajarkan hal-hal positif kepada diri si anak, selain itu juga bisa membuat anak-anak merasa nyaman dengan kegiatan membaca tersebut. Mungkin kadang ada orang tua yang memberikan anak-anaknya buku yang anak-anak mereka tidak suka, padahal menurut orang tua tersebut buku itu bagus. Apa yang menurut kita bagus, belum tentu bagus juga bagi si anak. Anak juga biasanya nggak suka buku bacaan yang berat-berat.

Banyak cara yang bisa membuat anak-anak mencintai kegiatan membaca. Selain yang aku sebutkan diatas, bisa juga untuk awal-awal para orang tua memberi hadiah jika anak menyelesaikan satu buku bacaan. Hal ini menurut aku bisa memotivasi si anak untuk terus semangat membaca dan kalau mereka udah mencintai dunia membaca, tanpa hadiah pun mereka akan tetap mencintai kegiatan membaca.

Di indonesia ini menurut aku untuk bahan buku anak udah mulai berkembang, walau masih sering juga kita temui buku anak-anak yang menyisipkan pelajaran moral yang tidak baik. Itu tugas orang tua untuk memfilter bahan bacaan anak-anaknya. Banyak buku anak-anak yang berkembang, seperti KKPK dan lainnya. Ada juga komik-komik, tentu saja anak-anak sangat menyukai komik, tapi komik (terutama komik luar) banyak menyajikan adengan-adengan yang tidak selayaknya. Harusnya dan sebaiknya Indonesia memfilter komik-komik yang masuk. 

Selain itu orang tua juga harus memberi contoh kepada anak-anaknya. Gimana anaknya bakal hobby membaca kalau orang tuanya sendiri enggak kan?
 

Anak-anak tunas bangsa. Tunas yang akan tumbuh oleh bentukan keluarga dan lingkungannya. Tentu saja media-media juga berpengaruh terhadap perkembangan anak. Anak yang suka membaca buku-buku yang baik, biasanya memiliki attitude yang baik saat mereka beranjak dewasa. Sedangkan anak yang dibesarkan tanpa buku dan dibesarkan lewat internet plus televisi, biasanya lebih agresif dan gampang nakal. Itu yang aku lihat dari lingkunganku sendiri.

Kalau bukan kita yang jaga mereka, siapa lagi kan? Kalau nggak dari sekarang, kapan lagi? Mari budayakan membaca sedini mungkin! *aduh, bahasa aku udah kaya punya anak aja ya -_-*

Membaca akan membedakanmu dengan individu yang lain. Membaca membuatmu lebih mengerti akan hidup. Dengan membaca juga kamu bisa mengelilingi dunia lewat untain kata. Membaca dan membacalah! Salam sayang, @muthiiihauraa
Selasa, 26 Agustus 2014. 22.18 WIB.  

Baca Artikel Populer Lainnya

13 komentar:

  1. Waaah dengan cerita lo ini loh mba. Buat gua jadi nostalgia sama masa lalu. Dulu, pernah ada salesman nawarin buku kisah nabi dan rasul, penuh gambar. Gua tertarik, tapi orang tua mungkin waktu itu lagi kekurangan uang. Tapi, guanya tetep maksa dan nangis minta dibeliin itu buku. Akhirnya dibeliin, menurut gue bermanfaat. Mengingat hal itu, jadi merasa bersalah ke ortu, walaupun manfaat di gua sih. Pas SD kelas 4 udah mulai baca komik, trus kena rabun jauh, jadi sedini itu udah pake kacamata, ingat deh dulu kacamata pertama yang dibeli bentuknya bulat macam "Harry Potter" merknya Pand*. ups, jadi kelewat curhat deh :3

    BalasHapus
    Balasan
    1. wkwkw. kasian ya sedini itu udah pakai kaca mata. sabar yak =D

      Hapus
  2. Iya betul itu mba, semua tergantung gimana orangtuanya dalam mengenalkan bacaan ke anak2nya... Termasuk saya juga..

    BalasHapus
  3. minat baca emang harus di latih sejak awal :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. bener banget. semangat membaca, kalau udah terlambat masih bisa dibiasain dr sekarang :D

      Hapus
  4. Membaca adalah langkah awal mengecap ilmu pengetahuan #menurut gue sih

    BalasHapus
  5. Gak kenal sama buku itu mbak -__-.

    Tapi aku setuju, anak - anak harus diajarkan membaca dari orang tuanya. Karena anak - anak suka banget niruin gaya orang tuanya. Dari media elektronik sebenarnya bisa juga diajarkan anak untuk membaca. seperti menontonkan dia kartun yang mengajari cara membaca.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya sih, tapi dengan media elektronik biasanya anak suka main gamenya.

      Hapus
  6. Sepakat. Sepakat. Ini bagus buat catatan kalau nanti sudah punya anak, haha. Kita jangan terus menerus menyalahkan teknologi, jangan-jangan salah kita sendiri sebagai orang tua dan kakak yang tidak pernah mengenalkan dunia membaca pada anak.

    Btw kata temenku dia juga baca tuh buku Lima Sekawan kok aku nggak pernah denger ya ._.

    BalasHapus
  7. eh seriusan sih ya, aku nggak tau buku lima sekawan itu hahahah
    meskipun aku doyan baca dari dulu. Ayahku dulu kan kebetulan guru tuh, ya jadi seenggaknya kalau ada buku sisa yg bagus dari sekolahnya pasti dibawa ke rumah buat bahan bacaanku, majalah2 anak kecil yg banyak dongengnya juga banyak bgt. Mungkin itu hiburanku semasa kecil.. beda sama anak kecil sekarang, mereka hiburannya instagram, path, facebook, twitter sama youtube. Bagus sih, ikut perkembangan teknologi. tapi menurutku internet bukan media belajar yang baik meski sudah banyak konten yang kita inginkan didalamnya, tinggal klik klik! Tapi, buku tetaplah yang terbaik :)

    BalasHapus
  8. Budaya membaca memang harus kembali kita tanamkan sejak dini. Membaca juga tak melulu dengan buku. Sekarang sudah menjamur era ebook dan media online yang lainnya. Kalau televisi bisa membuat anak betah berjam jam dengannya, mari buat anak anak betah berlama lama membaca.

    Anak yang pintar itu suka baca, memahaminya, dan mengamalkan apa yang ia baca untuk kehidupannya. Semangat membaca 'lagi' ^^

    BalasHapus