Hari keenam : Buku dan Penerbit

16.15 Muthi Haura 2 Comments



Haay Assalamua’laikum. Gimana kabarnya? Semoga selalu sehat dan dalam lindungan Allah ya. Amin. Disini siapa yang suka baca buku? Angkat tangan! Aku suka aku suka. Banget malah. Bagi aku membaca adalah kenikmatan yang tiada terkira. Kita bisa jalan-jalan kebelahan bumi manapun dengan membaca, hebat kan?




Membaca juga membantu menambah pengetahuan kita. Banyak hal yang bisa kita dapatkan lewat membaca. Membaca menjadikanmu berbeda dari orang-orang lain. Ah, banyak sekali hal-hal positif yang kita dapatkan dari membaca, tentu saja membaca buku-buku yang bagus ya.

Terlepas dari membaca itu, pasti yang hobby membaca memiliki koleksi buku yang banyak dan sering hunting ke toko buku kan? Kalau aku pribadi sih kalau ke toko buku dan hendak membeli buku, aku memiliki pertimbangan sendiri untuk buku yang kubeli. Pertama, tentu aku liat covernya. Kesan pertama gitu. Nggak munafiklah kan kalau ketemu sama orang atau sesuatu pasti kita lihat covernya dulu.

Kalau covernya menarik, aku lihat sinopsisnya. Kadang ada kan buku yang covernya menarik banget, tapi dari sinopsisnya ngambarin kalau itu buku kurang menarik. Ibarat ketemu orang, kita suka penampilannya, eh pas tau sifatnya kita malah jadi nggak suka. Nah penting juga nih diperhatikan bagi seorang penulis agar membuat sinopsis semenarik mungkin. Terkadang ada juga yang covernya kurang menarik, tapi dari sinopsisnya kita bisa tau kalau itu buku bagus banget.

Nah setelah membaca sinopsis, yang terakhir ini aku liat harganya. Kalau harganya pas dikantong yang nggak seberapa ini, ya aku beli. Kalau nggak pas dikantong, aku lebih milih untuk nggak memilikinya. Tapi kalau aku udah jatuh cinta banget dengan suatu buku, walau nggak pas di kantong, aku coba untuk nabungin uang dulu. Kalau kamu gimana dalam mempertimbangkan buku yang ingin kamu beli? Apa sama dengan aku? Bagi yang dompetnya tebal, pasti langsung comot aja kali ya? :D


Aku memang beli buku nggak liat penerbit atau penulisnya. Tapi lebih ke tampilan buku dan sinopsis. Kalau disuruh beli buku yang harus memilih penerbitnya atau buku yang diterbitkannya, aku lebih milih buku yang diterbitkannya. Kenapa? Nggak selamanya penerbit yang awalnya kita nilai terbitannya nggak bagus, tapi mana tau dibuku lain malah bagus. Tergantung penulis menurut aku. Penerbit hanya membantu menerbitkan, sedangkan letak kunci bumbunya ada ditangan penulis.

Misal gini, kita ada baca buku dari penerbit A dan kita nilai buku itu nggak bagus, jadinya kita nggak mau lagi membeli buku dari penerbit A. Padahalkan bisa jadi buku dari penerbit A yang lain masih banyak yang bagus. Mungkin pelajaran juga bagi penerbit untuk hati-hati dalam menerima karya yang akan diterbitkan.

Masalah krusial didalam dunia penerbitan buku itu adalah banyaknya penulis yang berlomba-lomba ingin menerbitkan bukunya, tapi daya baca masyarakat masih rendah. Selain itu penulis dan penerbit di Indonesia kurang di hargai, beda dengan diluar negri. Penulis dan penerbit sama-sama memiliki peran yang penting.

Organisasi yang membawahi penerbit yang IKAPI. Soal IKAPI udah aku bahas dipostinga hari kelima. Tapi nggak ada salahnya aku bahas sedikit kan ? Ikatan Penerbit Indonesia atau biasa disebut dengan IKAPI adalah asosiasi profesi penerbit di Indonesia yang menghimbun para penerbit buku di Indonesia.

IKAPI ini didirikan pada tanggal 17 Mei 1950 di Jakarta. Para pelopor dan inisiator pendirinya adalah Sutan Takdir Alisjahbana, M.Jusuf Ahmad, Nyonya A. Notoseotardjo. Pendirian IKAPI ini didorong oleh semangat nasionalisme setelah Indonseia merdeka tahun 1945.
Itu sedikit tentang IKAPI. Semoga dengan postingan ini akan banyak lagi masyarakat yang lebih menyadari besarnya manfaat membaca. Oke, sekian dulu dari aku. salam hangat, @muthiiihauraa
31 Agustus 2014. 06.06 WIB

Baca Artikel Populer Lainnya

2 komentar:

  1. aku suka baca, sama kayak kamu. suka banget malah. tapinya aku gamau beli, maunya minjem :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. eaaaak --" aku juga seringnya gitu sih. wkwk. kadang-kadang.

      Hapus