[Review Buku] Makin cantik dengan jilbab (late post)

21.34 Muthi Haura 0 Comments


Hay, Assalamua’laikum. Gimana kabarnya? Sehat dong ya ;) Bulan puasa ini emang paling asik buat baca buku, dari pada tidur mulu mending ngisi waktu dengan yang lebih bermanfaat. Itung-itung nambah pahala. Insya Allah.

Nah, tadi aku habis baca buku yang judulnya : Makin cantik dengan jilbab. Ya, lumayan serulah dan menginspirasi. Bacaan  bagus buat aku yang emang pemahaman agamanya masih cetek banget. Dibuku itu menceritakan tentang kisah wanita-wanita hebat seperti Aisyah, Asma, Fatimah, Romlah, dan Nusaibah. Mereka-mereka adalah wanita-wanita hebat yang mampu berjuang membela islam dan mentaati setiap perintah Allah. 

Selain itu, buku ini juga menyajikan kisah-kisah menarik tentang jilbab yang tentu saja bikin kita tersadar. Banyak banget manfaat berjilbab syar’i ini bagi seorang perempuan. Engkau semakin cantik laksana bidadari dalam balutan jilbab syar’i kawan :D Selain itu didalam hadits yang diriwayatkan oleh H.R.Muslim menyatakan bahwa : “...Dan wanita-wanita yang berpakain tapi telanjang, yang berjalan lenggak-lenggok, kepala mereka laksana punuk-punuk unta yang miring. Mereka tidak akan masuk surga dan tidak mencium baunya. Padahal bau surga bisa tercium dari perjalanan sejauh sekian dan sekian.”

Salah satu kalimat yang aku suka dari buku ini : Berjilbab adalah kesempatan untuk menjadi istimewa. Dengan jilbab, tubuhku tertutupi, tersegel, dan terlindungi. Bukankah semua yang tersegel itu berharga dan mahal? Wah, setuju banget! Semakin tertutupi dan tersegel, semakin mahal kan? kaya makanan, semakin tertutup semakin mahal harganya. Tidak bebas dipegang oleh tangan-tangan yang hanya berniat menikmati sesaat. Dihalaman 56 dikatakan bahwa seorang perempuan yang baik itu malu jika bagian-bagian tubuhnya dinikmati ole mata-mata nakal lelaki. Tapi realita menunjukkan bahwa berjilbab atau tidak berjilbab di zaman ini seringkali sama saja. Hal itu disebabkan karna terlihatnya atau tergambarkannya lekuk-lekuk tubuh, atau celana ketat yang mengambarkan aurat wanita dengan detail. Jilbab yang syar’i adalah yang tidak transfaran, tidak mengambarkan bentuk aurat, dan yang menutupi seluruh tubuh.

Sudahkah kita berjilbab syar’i? Kalau aku pribadi sih jujur belum, tapi aku lagi belajar untuk menuju kesana. Aku sering banget iri dengan perempuan-perempuan yang bisa istiqomah dengan jilbab syar’inya. Mereka bisa berdiri diatas prinsipnya yang sering bertolak belakang dengan prinsip dunia. Mereka juga perempuan-perempuan yang berprestasi, seakan-akan jilbab syar’inya itu bukan penghalang baginya untuk bisa mencetak prestasi.

Buku ini menuturkan dengan cara menarik, sehingga pembaca seperti aku ini tidak mudah bosan. Selain itu didalam buku ini juga memuat kisah-kisah nyata yang tentu saja dapat kita ambil hikmahnya. Ini salah satu kisah yang aku ambil dari buku Makin Cantik dengan Jilbab.

Seorang wanita yang tidak berjilbab menjalin ikatan cinta dengan seorang pemuda selama beberapa bulan. Wanita ini diperdaya oleh si pemuda itu dengan pandangan, sentuhan, dan rayuan. Kemudian pemuda ini berkata kepadanya bahwa ia bisa mengencani sepuluh wanita seperti dirinya.

Si wanita ini merasa sakit hati mendengar pengakuan pemuda tersebut. Maka ia berniat membalas rasa sakit pada pemuda tersebut dengan menjalin hubungan dengan banyak pemuda lain yang hampir saja merenggut kesuciannya.

Karna berkat rahmat Allah, akhirnya ia tersadar dan kemudian bertaubat plus memakai jilbab untuk melindungi kehormatannya. Ia tahu bahwa semua laki-laki yang hobi menjalin ikatan cinta dengan para wanita adalah para ‘srigala’. Tujuan mereka hanya ingin bertindak tak senonoh secara terang-terangan dan merampas kehormatan serta kesucian seorang gadis. Andaikata tujuan salah seorang mereka baik, maka pintu rumah terbuka lebar. Si pemuda bisa mengetuknya dan meminang si gadis.

Dari kisah diatas kalau direnungi dan ditelaah lebih dalam, ada benarnya juga kan? ingat lho, lelaki yang baik hanya untuk perempuan yang baik. Begitu pun sebaliknya. Dan harus diketahui juga bahwa sebejat-bejatnya lelaki pasti menginginkan wanita yang baik-baik kan?

Aah, sebenarnya sangat indah lho kelihat perempuan berhijab syar’i. Kaya Oki Setiana Dewi. Kesannya lebih anggun. Lebih terjaga dan kecantikan yang ditampilkannya adalah dari inner beuty. Karna pakain bukan ganti perhiasan dan karna muslimah bukanlah tontonan. Karna kerudung bukan ganti riasan rambut dan jilbab bukan ganti keindahan tubuhmu. Sungguh engkau akan semakin cantik dan berharga dengan jilbab labuhmu itu wahai ukhti. ;)

Yuk sama-sama kita berbenah diri. Mumpung masih dibulan Ramadhan. Aku nulis review buku ini bukan bermaksud mengatakan aku lebih baik dari kalian. Nggak kok! Kita sama, sama-sama masih belajar. Salam berbenah, @muthiiihauraa
24 Juli 2014. 13.28 WIB.

Baca Artikel Populer Lainnya

0 komentar: