Broadcasting

Workshop Broadcasting #1

20.31


Hay Assalamua’laikum. Malam minggu nih? Isi dengan hal yang bermanfaat ya, dari pada ngelakuin maksiat ;)) Hari ini amaze banget. cieee. Kenapa Muth? Ditembak someone ya? ah, enggak. Nggak ada kaitannya dengan cinta-cintaan. Itu bukan prioritas buat sekarang. Masih banyak mimpi yang ingin dicapai. Sukses akan mengundang cinta yang lebih berkualitas (Mario Teguh)

Hari ini aku ikut workshop Broadcasting Televisi dengan tema ‘Tingkatkan Kreativitas dengan Menggali Imajinasi didunia Pertelevisian’ di hotel Ibis. Workshop ini ditaja oleh Madani TV yang bekerjasama dengan Trans 7. Jadi pematerinya itu kakak-kakak dari trans 7.

Sebenarnya aku nggak ada niat untuk ikutan workshop kaya gini. Ya, aku type pemalas. Tapi kemaren pas aku lagi UTS retorika, tiba-tiba Mumun nelpon. Dia nanya mau ikut workshop nggak, kalau mau kirimin NIM. Awalnya aku bingung antara ikut atau nggak, soalnya hari Sabtu ini tuh 3 mata kuliah. 7 SKS pula tuh.

Tapi setelah aku pikir-pikir nggak ada salahnya buat ikut. Apalagi workshopnya workshop broadcasting, gratis pula tu :p And here I am! Dihotel Ibis dengan alasan izin dikelas. Asli nggak nyesal ngambil jatah izin soalnya ternyata Cuma satu mata kuliah yang masuk. Dua mata kuliah lagi bapaknya nggak datang. Alhamdulillah. Nggak sia-sia ngikutin kata-kata Mumun. ;))

Tiba dihotel Ibis jam delapanan. Ngisi registrasi dulu dan ternyata masih banyak yang belum datang. Aku duduk berdua sama Mumun, misah dengan Nova-Ides-Ulan. Sambil nunggu acara mulai aku cerita-cerita dengan Mumun. Kami cerita tentang script film dan cerita something.
Mumun : Beb, aku main solo ya?
(Main solo itu maksudnya main sendiri-sendiri. Pengen menang sendirilah pokoknya gitu.)
Aku : Nggak ah biasa aja.
Mumun : Maaf ya kalau kamu juga ngerasa aku kaya gitu. Soalnya aku Cuma berfikir kalau mau sukses itu kita nggak sepenuhnya bisa bergantung dengan orang lain.
Aku : Ya, aku tau. Kita memang sahabat, tapi untuk jalan hidup kita punya masing-masing.

Sedekat apa pun seseorang. Sahabat sekalipun, tetap kita punya jalan masing-masing. Kita memang sahabat, tapi bukan berarti kita harus bergantung dengan sahabat-sahabat kita kan atau dengan orang lain. Ada satu masa dimana kamu pengen ngelakuin sesuatu sendiri atau ngerasa sahabat kamu adalah termasuk saingan kamu. Itu hal biasa, memang gini hidup ;D Ya, intinya jangan bergantung pada orang lain gitu.

Kira-kira jam 9-an acara dimulai yang dibuka dengan ayat suci Al-Qur’an-do’a-Menyanyikan lagu Indonesia Raya. Di sesi pertama ini diisi oleh mas Taufik Imansyah. Pada kenal nggak? Itu lho news anchor-nya Trans 7 yang ngebawain berita kalau nggak salah redaksi sore. Pokoknya kalau mau lihat beliau, lihat aja tayangan berita di Trans 7. 

Taufik Imansyah lagi baca berita di Trans 7

aku- Taufik Imansyah- Mumun

Ini nih dia sedikit materi dari mas Taufik Imansyah.
Biasanya seorang news anchor itu berawal dari reporter. Kenapa reporter? Karna agar supaya calon news anchor itu lebih paham dengan apa yang dia sampaikan. Tapi dizaman sekarang untuk hampir diseluruh TV, ada news anchor yang berasal dari masyarakat umum. Misal kaya model, artis, dll.
Menjadi reporter/presenter handal :
·         Riset dulu sebelum terjun kelapangan. Penting nih buat kamu-kamu yang minat pengen jadi reporter/presenter handal.
·         Semua yang dilakukan seorang reporter/presenter, maka akan menjadi pandangan dimata orang. Maksudnya disini itu, semua yang dilakukan seorang presenter akan dinilai oleh orang. Misal kamu sebagai anak Trans 7 saat ngewawancarai nadanya sombong, orang-orang bakal mikir ‘ah ternyata anak Trans 7 itu sombong-sombong’. Intinya jaga nama baik perusahaan dengan sikap dan kata-kata.
·         Harus kredibel/dapat dipercaya. Kalau seorang reporter/presenter tidak kredibel, tentu penonton tidak akan percaya dengan apa yang disampaikan si reporter. Salah satu cara agar dinilai kredibel itu adalah dengan penampilan. Nggak mungkin kan seorang reporter/presenter lagi live pakai baju abal-abal/nggak rapi. Yang ada masyarakat nggak bakal percaya.

Saat melaporkan berita seorang reporter harus :
·         Saat menyampaikan sesuatu, mix tidak boleh menutupi mulut. Itu bakal mengganggu saat proses pengambilan gambar.
·         Harus PD! Ya dong, ini pasti. Buat kamu-kamu yang pengen jadi reporter/presenter, harus mulai PD dengan dirimu dari sekarang ya ;))
·         Saat live didepan kamera, tangan usahakan didepan/disamping. Jangan dibelakang.
·         Tetap tenang dan tidak pakai emosi jika tengah live pada kejadian dimana massa tengah anarkis. Maksudnya disini saat kamu lagi live misal diacara demo yang masyarakatnya anarkis sampai ngecoba ngerampas mix kamu, yang kamu lakukan harus tetap tenang. Jangan pakai emosi karna api bertemu api pasti akan semakin besar, iya toh? Kalau ngelihat kondisi yang nggak memungkinkan lagi, kamu bisa pindah tempat atau meng-cut dan mengembalikan ke studio.

Itu dulu aja deh. Semoga bermanfaat buat kalian yang emang minat di bagian reporter/presenter ya ;) Ah senang bisa ketemu news anchor nasional. Trimakasih ilmunya mas Taufik Imansyah. Dan yang pasti seorang reporter harus bisa menjadi seperti bunglon yang diletakkan dimanapun, maka warnanya akan mengikuti tempatnya.

Aku rasa nggak Cuma seorang reporter yang harus menjadi seperti bunglon, semua kita juga harus menjadi bunglon yang bisa dengan cepat beradaptasi dengan lingkungannya. Aku akui aku belum bisa untuk hal ini, tapi aku akan terus belajar buat mencobanya. Bunglon disini maksudnya itu bisa beradaptasi ditempat yang positif ya, bukan malah mudah terpengaruh lingkungan dalam hal negatif.

Gitu aja deh dulu, ngantuk! Nanti aku sambung di part kedua ya. Selamat bermalam minggu sobat. ;)) salam emuah, @muthiiihauraa
Sabtu, 2 November 2014. 00.27 WIB

You Might Also Like

17 komentar

  1. Muth, kalau misalnya acara-acara kayak gitu, dari jurusan lain boleh ikut nggak? Kan aku jurusan teknik informatika, sebenarnya aku mau juga ikutan kayak gitu. ya itung-itung nambah ilmu. Kira-kira boleh nggak? Atau cuma anak dari fakultas ilkom aja?

    BalasHapus
    Balasan
    1. boleh kok bang. ikut aja. semua jurusan or fakultas boleh ikut :))

      Hapus
  2. Asyiknya. Jaman gua sekolah dulu kaga ada tuh workshop kayak ginian...

    BalasHapus
  3. Keren tuh workshopnya. Semoga aja ntar Muthi beneran bisa jadi reporter keren gitu ya. Aamiiin. Materinya mantap dan lumayan loh gratis, ilmuanya buanyak:D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amiiin. makasih Kak Lin :)
      betul betul betul. hehe

      Hapus
  4. wuwuwuwuuu bikin iri ih bisa ikut acara workshop keren kaya gitu mana gratis lagi, sini kapan ya ada kaya gitu -_- wah Muthi baik banget mau bagi ilmunya, dulu pernah punya cita2 jadi reporter, tapi akunya pemalu, kalo beradaptasi sih jagonya, cuma kalo tampil depan kamera gitu duhh ga tau deh hahah

    BalasHapus
    Balasan
    1. dicoba aja dulu Seh jadi reporternyaaaa, pasti bisa :)
      suatu hari nanti dikota mu pasti ada workshop-workshop yang kaya gini :D

      Hapus
  5. Hmm,, keren tuh ikutan workshop... selamat n semangat lagi...

    BalasHapus
  6. Kern ya, bisa ikut workshop, terus bisa foto sama presenter Trans 7. Tjakeplah...

    BalasHapus
  7. Ambil ilmunya, manfaatin dan kembangin, workshop itu banyak banget manfaatnya :D

    BalasHapus
  8. ninggalin ilmu kuliah dapet ilmu yang jauh lebih keren :D

    BalasHapus
  9. muth nanti ada lagi nggak ya workshopnya?aku mau ikut

    BalasHapus