Menulis

04.27 Muthi Haura 2 Comments



Hay Assalamua’laikun. Gimana kabarnya? Sehat dong yaa. Lagi pada apa? Udah makan belum? Udah mandi? Bawel deh Muth -__- Hehe, upps sorry! Sebenarnya pengen belajar buat UAS lisan bahasa Arab dan bahasa Inggrish besok, tapi lagi ada yang mendesak ingin dikeluarkan lewat tulisan ini. Takutnya kalau nggak aku tulisin, jadi kepikiran sendiri.

Ngomongin soal UAS jadi keingat kejadian beberapa hari yang lalu. Waktu itu aku lagi nemenin Ama ngeprint tugas didekat warung photocopy kampus, nah ada beberapa cewek pakai pakain putih-hitam. Kayanya mereka mau ujian tuh. Kenapa dengan mereka Muth? jadi mereka itu lagi motocopy buku dengan ukuran kertasnya kecil. Aku dengar-dengar katanya sih untuk kopekan (contekan.red), miris aja aku ngeliatnya. Seharusnya dari pada capek-capek buat kopekan kaya gitu, mending itu buku dibaca. Dipahami.

Sempat kepikir sih mahasiswa kok kaya gitu. Kalau lulus ilmu apa yang bakal dibawanya kalau semua ujian itu hasil nyontek? Miris. Alah Muth, nggak usah muna gitu lah! Kemaren ujian juga ada nyontek kan? Iya maaf, nggak bermaksud apa-apa kok. Aku ujian memang masih ada nyontek kok. Bahasa Arab-Bahasa Inggrish apa lagi, entah kenapa payah banget di bahasa. Tapi aku nyontek nggak semuanya. Nggak harus ngopy buku diperkecil gitu. Aku nyontek kalau emang udah nggak bisa mikir lagi. Tapi aku selalu berusaha sebelum ujian itu baca-baca materi dulu. Belajar dulu. Usaha sendiri dulu.

Yang namanya nyontek tetap aja nyontek Muth! okelah, maaf! Skip. Jauh banget ya melenceng dari judul? Hehe. Ini tentang menulis. Aku mencintai dunia menulis, kalian tau itu bukan? Bagi aku, menulis itu bukan hanya sekedar hobby. Bukan hanya sekedar passion. Bukan hanya sekedar menuliskan kata-kata tanpa makna. Menulis itu hidup aku. Menulis is my life. Aku lagi sedih, nulis. Aku lagi bahagia, nulis. Lagi bosan dengerin dosen, nulis. Lagi nggak ada kerjaan, nulis.

Dari nulis juga udah ada satu naskah novelku yang tembus penerbit mayor. Aku udah dibayar untuk naskah itu, tapi sampai sekarang belum naik cetak. Kadang bingung sendiri kalau ada yang nanya : “Muth, kapan naskahnya terbit?”, “Muth, udah beredar?”, dan pertanyaan sejenis lainnya. Asli bingung mau jawab apa. Masalah proses cetak itu bukan kuasa aku, aku juga nggak bisa nyuruh penerbit itu untuk segera dinaikkan. Hey siapa aku coba? Lagian kata teman-teman penulis lain, konsep menulis itu : nulis-kirim-lupakan-nulis lagi.

Banyak juga yang nanya seputar masalah kepenulisan dan ada juga yang minta diajarin nulis. Aku sampai bingung, ngajarin orang nulis gimana? Aku bukannya sombong atau pelit berbagi ilmu, tapi aku emang nggak pandai ngajarin orang untuk menulis. Aku bahkan nggak ngerti teori-teori tentang menulis. Aku nggak ngerti penulisan feature, EYD, straight news, dan segala penulisan-penulisan lainnya. Jadi salah besar kalau mau minta diajarin nulis sama aku. Aku nulis seenak udel aku aja. Apa yang aku rasa bagus, itu yang aku tulis. Apa yang aku rasakan, itu yang aku tulis.

Kalau pengen tau tentang teknik menulis-EYD-feature-straight news-dan lain sebagainya, jangan tanya aku. Justru aku masih belajar soal itu. Mending tanya ke yang ahlinya atau searching di google. Aku nggak ngerti yang begituan, maaf!

Aku Cuma bisa kasih saran kalau mau pandai nulis itu ya harus nulis. Action! Aku nggak kan bisa ngajarin kalian nulis, kalau kalian sendiri nggak mau untuk memulai. Aku sejak SD emang udah suka nulis, makanya sekarang tulisan aku mungkin bisa dibilang nggak seamburadul dulu. Kalau dulu mah nggak kan paham kalian baca tulisan aku.

Dulu pas SMP, aku pernah ikut seminar bunda Asma Nadia. Aku pernah berphoto dengan beliau dan dapat buku gratis yang bertanda tangan langsung dari beliau. Tapi sayang photo dan bukunya udah nggak tau kemana -__- Nah diseminar itu, bunda Asma ngasih tips menulis. Apaan itu Muth? bagi-bagi dong! Kunci sukses menulis dari bunda Asma ada tiga M : Menulis-Menulis-Menulis!

Intinya kalau pengen pandai menulis itu ya harus menulis. Kalau mau pandai berenang ya harus berani nyemplung kekolam! Kalau mau pandai ngendarai mobil, ya harus masuk mobil dan jalanin! Nggak ada sesuatu yang bisa didapatkan dengan instan. Ngelihat orang sukses itu jangan dilihat sekarangnya, tapi lihat masa lalunya. Lihat bagaimana perjuangan dia buat meraih kesuksesan. Lihat apa yang dia korbankan. Lihat berapa banyak air mata dan keringat yang diteteskan. Terkadang manusia itu melihat seseorang itu pas dia udah sukses, padahal nggak tau perjuangannya gimana.

Aku nembus penerbit bukan langsung nembus gitu aja. Udah sering juga aku nerima surat penolakan dari penerbit. Baru satu novel aku yang bakal naik cetak, kalah dengan teman-teman penulis lainnya yang aku kenal. Mereka bahkan udah nerbitin empat, lima, dan sebagainya. Satu itu belum seberapa.

Tapi satu itu juga udah keren Muth. aku juga pengen! Kalau pengen ayo sama-sama belajar! Ayo nulis! Tapi Muth, aku nggak bisa bagi waktu. Heey, sesibuk apa sih kalian? Kalau kalian memang mencintai kegiatan menulis, sesibuk apa pun pasti bakal nyempetin. Oki Setiana Dewi aja mampu melahirkan buku ‘melukis pelangi’ yang best seller itu disaat shooting Ketika Cinta Bertasbih dan kuliah didua kampus. Belum lagi dia juga sering ngisi seminar. Oki Setiana Dewi yang sibuk gitu aja bisa tuh nyempatin buat nulis, masa kamu nggak?

 Aku nggak punya laptop Muth! Emang nulis harus dilaptop doang? Kan bisa nulis dibuku atau kertas. J.K. Rowling aja bisa menghasilkan karya sefenomenal Harry Potter dengan hanya menulis dimesin tik. Tau kan gimana susahnya nulis dimesin tik? Kalau salah satu huruf aja, ngulang dari awal!  Sebelum Harry Potter menjadi fenomenal kaya sekarang, naskah novel itu pernah ditolak oleh beberapa penerbit. Tapi apa J.K. Rowling nyerah gitu aja? Nggak! Kalau J.K. Rowling nyerah, nggak akan ada tuh Harry Potter.

No excuse lah! Orang sukses itu tidak mencari-cari alasan! Tadi pas buka facebook, tersentak dengan status Pak Edi (foundernya penerbit Diva Press). Statusnya kaya gini : “Tahun 2015, saya mau nerbitin kumcer Hujan Pertama untuk Aysila, lalu novel Aysila, lalu non fiksi ngehek Jomblo adalah Yang-yangan yang Tertunda. Plus mau rajin nulis cerpen dimedia massa. Kalian! Ya, kalian! Yang ngaku penulis keren, tangguh, muda, majuu! Kita bersaing diberbagai media.”

Aih statusnya bikin semangat aja! Ayo semangat guys! Mungkin segini dulu dari aku ya, maaf kalau ada yang kesinggung! Salam sayang, @muthiiihauraa
Kamis, 15 Januari 2015. 09.11 WIB. 

Baca Artikel Populer Lainnya

2 komentar:

  1. semangat terus mbak, semoga menjadi penulis terkenal
    salam kunjungan salam perkenalan

    BalasHapus
  2. Ayo semangat menulis, tak ada salahnya mencoba :)

    BalasHapus