Welcome 2015

23.44 Muthi Haura 1 Comments



Haay Assalamua’laikum. Gimana kabarnya nih? Sehat-sehat aja kan yah? Semoga! Udah 2015 aja nih, nggak kerasa banget. Perasaan baru kemaren deh buat target-target untuk 2014, eh sekarang udah 2015 aja. Perasaan baru kemaren deh awal kenal anak-anak Broadcasting C semester III, eh sekarang udah mau semester 4 aja. Nggak nyangka, terlalu cepat hingga aku belum benar-benar bisa meresapinya.

Sekarang udah 2015, 2014 telah berlalu ninggalin aku dengan semua kenangannya. Kenangan yang nggak akan bisa aku kecap lagi. Kenangan yang nggak akan bisa aku ulangi lagi. Banyak pelajaran yang aku dapatkan ditahun 2014, tentang cinta-persahabatan-kehilangan-kebahagiaan dan pelajaran berharga lainnya. Di tahun 2014 juga salah satu mimpi terbesarku terwujud! Ya, salah satu naskah novelku di ACC penerbit mayor yang artinya novel itu bakal tersebar di Gramedia seluruh Indonesia. Bohong banget kalau aku bilang aku nggak senang. I am happy!

 Tapi sampai sekarang itu naskah novel belum naik tahap cetak, padahal aku udah dibayar untuk naskah itu. Aku udah nanya keeditornya, memang sekarang lagi proses antri. ah, wajarlah Muth! Namanya juga penerbit mayor. Naskah yang mereka urus nggak Cuma satu-dua, tapi beribu-ribu bahkan berjuta-juta. Iya sih, lagian editornya juga bilang gini : “Seorang penulis itu tidak menunggu naskahnya yang baru di ACC naik cetak, tapi dia akan terus membuat tulisan-tulisan baru dan terus berkarya.”

Di tahun 2014 juga, aku kehilangan nenekku. Beliau pergi untuk selama-lamanya tepat dihari ulang tahunku. 1 Juni. Sedih? Banget! Tapi aku harus selalu kuat bukan? Aku percaya, Allah pasti punya rencana indah untukku. Allah ngambil nenek dan umi, karna Allah sayang sama mereka. Allah nggak pengen mereka ngerasain sakit terlalu lama. ;))

Aah, good bye 2014. Makasih untuk semua momen yang tertulis dibuku 365 hariku. Kini aku ingin membuka lembaran baru dengan judul buku 2015. Buku 2015 masih kosong, masih bersih dan aku bertekad menuliskan kisah indah dibuku itu. Aku ingin di 2015 ini menjadi tahun dimana mimpi-mimpiku banyak yang tercapai. Aku sadar di tahun 2014 aku sering banget malas, bolos, menunda-nunda kerjaan, melakukan sesuatu yang tidak seharusnya, dan melanggar komitmen.

2014 juga aku berusaha keras untuk menggapai mimpi, tapi sayangnya aku lupa pada Dzat yang memiliki mimpi. Aku terlena. Merasa kuat, padahal diri ini begitu rapuh. 2014 menjadi tahun dimana aku jarang bersyukur, sholat lalai bahkan masih ada aja yang bolong, dhuha jarang-tahajud apa lagi. Ya Allah, mau dibawa kemana diri ini? Semakin dewasa, semakin jauh dari-Mu. Please, jangan berpaling dariku. I am nothing without Allah. Always stay beside me, please.

Aku jauh dari-Mu Allah, seakan-akan diri ini bisa menggapai semuanya tanpa bantuan-Mu. Ah, naif! Aku takut! Takut jika hati ini tak lagi bisa membedakan yang mana benar-yang mana salah. Takut jika hati ini tak lagi bergetar dikala kumandang adzan atau didengarkan asma-Nya. Takut disaat nyawa ini dicabut dari badan, tapi persiapan sedikitpun tak ada.

Tapi aku bersyukur, setidaknya Allah masih memberiku kesempatan untuk memperbaiki diri di tahun 2015 ini. Trimakasih Allah. Trimakasih 2014 dan welcome 2015. Aku akan berusahan menghilangkan sifat-sifat negatif di tahun 2014. Guys, malam kemaren adalah malam pergantian tahun. Apa yang udah kalian persiapkan? Pasti target-target baru yakan? Atau hanya sekedar tiupan terompet dan have fun-have fun dimalam tahun baru itu?

Yaiyalah Muth, namanya juga anak muda! Hidup ini biarin aja ngalir kaya air. Ngalir kaya air? Iya kalau ngalirnya ketempat-tempat yang indah, kalau ngalirnya kecomberan gimana? Ah, itu sih terserah masing-masing pribadi ya. Kita sama-sama udah besar kan? Bukan remaja labil lagi. Kalau aku sih malam tahun kemaren dirumah aja. Jujur aja, sembilan tahun aku hidup, aku nggak pernah ngerayain yang namanya tahun baruan. Nggak dibolehin orang tua sih. Tahun baru bagi keluarga kami adalah saat-saat dimana mengintroveksi diri dan membuat target-target untuk kedepannya.

Wah suram dong masa mudanya Muth? Nggak kok, biasa aja. Lagian ngapain coba ngamburin uang Cuma untuk satu malam? Aku juga udah buat target-target sih untuk tahun 2015 ini dibuku diary. Kira-kira udah 62 target, salah satunya selama setahun ini aku udah nulis novel fiksi/nonfiksi sebanyak enam novel. Berarti satu novel itu aku tulis selama dua bulan. Bisa Muth? Insha Allah. Selalu ada jalan bagi orang-orang yang mau berusaha bukan dan ingat, apa yang kamu tanam saat ini akan kamu tuai dimasa yang akan datang.

Mari sama-sama bergerak mengejar mimpi sobat! Mencetak karya karna karya itu seperti candu. Iya candu, mungkin diawal proses pembuatannya akan sangat melelahkan, tapi saat karya itu sudah jadi, kita akan tertangtang untuk membuatnya lagi dan lagi! Selamat bermimpi, salam sayang @muthiiihauraa
Jum’at, 2 Januari 2015. 20.13 WIB.

Baca Artikel Populer Lainnya

1 komentar:

  1. Jujur aku merinding baca tulisan ini. Nggak tahu juga kenapa.

    Aku kagum sama semangat kamu. Semangat banget nulisnya. Akhir-akhir ini aku malah merasa malas buat nulis di blog. Tetap semangat ya kakak semoga apa yang kakak cita-citakan tercapai. Amin.

    BalasHapus