seminar seminar

Workshop Chinematografi

23.44



Hay guys, Assalamua’laikum. Kemaren ditanggal 6-7 Desember 2014 kemaren aku ikutan workship chinematografi di taman budaya yang diselenggarakan oleh DISBUDPAR Riau. Sebenarnya sih aku Cuma ikut ditanggal enam doang, itu pun Cuma sampai siang. Bukannya nggak minat dengan chinematografi, minat banget malah! Secara workshop ini berhubungan dengan jurusan yang aku ambil. Broadcasting.

Itulah, aku Cuma ikut tanggal enam aja. Nyesel sih nyia-nyiain ilmu, apalagi dikasih baju + sertifikat + makan, gratis lagi! Kenapa Muth? kok Cuma ikut ditanggal enam aja? Kemaren itu pas nyampai ditaman budaya, aku ngelihat cowok masa lalu aku. Iya, cowok yang pernah aku taksir waktu SMP. Dia itu jahat banget dan ngelihat dia bikin aku ilfeel plus badmood. Ternyata dia salah satu panitianya dan kami sama sekali tak saling menyapa.

Akhirnya aku mutusin buat nggak ngelanjutin itu workshop, rugi banget kan? -_- Aku emang gini orangnya, kalau udah sekali ngena dihati atau udah disakitin sama orang, aku bakal cenderung menjauh dari orang itu. Walaupun ‘dia’ udah minta maaf, tetap aja aku nggak akan bisa dekat. Mungkin tetap baik kedia, tapi aku berusaha jaga jarak. Tapi sayangnya cowok masa lalu aku itu nggak pernah minta maaf dan aku pernah berjanji kediri sendiri kalau aku bakal ketemu dia disaat aku udah sukses, tapi kenapa harus waktu itu Ya Allah? Disaat aku belum punya apa-apa -_-

Nah, kira-kira beberapa hari yang lalu, itu cowok masa lalu nginvite aku di BBM. Trus tanpa ngerasa bersalah dia nyapa dan nanya kabar. Kenapa baru sekarang? Kenapa nggak dari lima tahun yang lalu? Kemana aja? Ah udah ah, nggak usah dibahas! Hanya masa lalu dan walaupun aku bersikap baik didepan dia, tetap aja rasa sakit itu masih ada. Hey, ini hati! Bukan terminal bus yang kamu datang, lalu nyakitin trus pergi dan datang lagi -__-

Eeh, kok malah curcol ya? Hehe. Oke deh, aku bakal sharing sedikit ilmu yang aku dapatkan dari workshop chinematografi itu. Pematerinya itu bang Ocid Pilling, alumni Institut Kesenian Jakarta.

Sebelum mebahas lebih lanjut, kita harus tau dulu nih apa itu fiksi-dokumenter-eksperimental-animasi. Fiksi itu adalah film imajinasi atau fantasi, dokumenter adalah film realita, eksperimental adalah film abstrak yang sifatnya teknis, dan animasi adalh film kartun. Nah dalam pembuatan film, departeman-departemen yang masing-masing memiliki tugas tersedendiri. Apa saja? Langsung check this out :
Producer/produser : Pimpinan dalam sebuah produksi. Produser adalah seorang yang bertanggung jawab atas filmnya secara langsung dan melaksanakannya secara sadar. Menyediakan segala kebutuhan disaat shooting.
Penulis sjenario/script writer :  Sineas profesional yang menciptakan dan meletakkan dasar acuan bagi pembuatan film dalam bentuk format naskah/skenario.
Director/Sutradara : Sutradara menduduki posisi tertinggi dari segi artistik. Ia memimpin membuatan film tentang bagaimana yang harus tampak oleh penonton. Sutradara harus mampu membuat film dengan wawasan, sense of art, serta pengetahuan tentang medium film, untuk mengontrol film dari awal produksi sampai dengan tahap penyelesain.
Penata kamera/Director of Photografi : Seorang sinematografer diharapkan menterjemahkan naskah cerita dan konsep sutradara kedalam imaji visual. Kolaborasi mereka sudah dimulai jauh sebelum shooting dimulai.
Penata artistik/Art Director : Tata artistik sebagai seni dan kerajinan (craft) dari cara bertutur sinematik.
Penata suara/soundman : Desain suara adalah seni penciptaan dan penempatan suara yang tepat pada tempat dan saat yang tepat.
Editor : Bertugas untuk membentuk rangkain penuturan cerita sinematik yang memenuhi standar dramatik, artistik, dan teknis.

Itu dia bagian-bagian departemennya, kalau kamu minat di editing, berarti kamu bagian departemen editing. Begitu juga yang lainnya. Setelah mengetahui bagian-bagian dapertemen, ini lho Tahap-tahap dalam produksi film :
Development : Biasa disebut juga pengembangan, tahapan ini membahas tentang ide, sinopsis, treatment, dan skenario. Melibatkan sutradara, prodused, dan penulis skenario.
Pra produksi : Membahas tentang kesiapan equipment, lokasi, budgeting, casting, dll. Melibatkan crew inti dari tiap departemen.
Produksi  : Sudah melibatkan seluruh crew, asisten, unit produksi, dll.
Pasca produksi : Tahap editing melibatkan editor, asisten editor, komputer grafik, sound designer, pemusik, unit, sutradara, dan produser.
Distribusi : Mencakup segala hal tentang penyaluran hal-hal untuk siap ditayangkan menyangkut promosi, dll.
Eksebisi : Penayangan dibeberapa tempat, baik itu bioskop, maupun diajang-ajang festival.

Itu dia beberapa tahapan proses dalam pembuatan film. Gampang-gampang susah bukan? Enaknya dalam satu team itu kompak, kalau nggak kompak mah bakal susah, apalagi kalau ada yang childish dan pengen menang sendiri. Dalam proses pembuatan film itu berkelompok, nggak bisa dilakuin sendiri dan dalam kelompok itu semuanya punya peran masing-masing.

Di tahun 2015 ini aku nargetin udah punya 5 karya film. Yang barengan sama Arifin itu masih dalam tahap shooting dan karna mau UAS jadi kepending, tapi aku berharap film ‘aku dipersimpangan’ itu cepat finalnya dan mulai garap film baru lagi. Liburan nanti aku juga rencananya pengen bikin film pendek sendiri. Iya editornya aku, scriptwriternya aku, kameramen aku, talentnya adik-adik aku. Bisa nggak ya? Dicoba nanti!

Ngomongin masalah film jadi keingat buku ‘dibalik layar film laskar pelangi’ dan buku ‘dibalik layar film sang pemimpi’. Didua buku itu mengupas tuntas tentang proses pembuatan kedua film fenomenal itu dari awal. Mulai dari nyari nyusun script, nyari talent, nyari lokasi, dan lain-lain. Keren! Emang sih butuh proses yang lama, tapi pas ngelihat hasilnya rasanya puas banget. Sampai-sampai lokasi pembuatan film itu dijadikan object wisata dan novel-novel karya Andrea Hirata di terjemahkan dalam banyak versi bahasa asing.

Aku juga pengen kaya gitu, naskah novel atau film yang aku buat bisa sefenomenal karya Andrea Hirata. Aku akan berusaha! Nggak mudah memang, tapi bukan berarti aku nggak bisa kan? Oke, mungkin sekian dulu dari aku. Kalau ada ilmu lain, nanti aku bagi-bagi. ;) salam sayang, @muthiiihauraa
Sabtu, 3 Januari 2015. 10.24 WIB

You Might Also Like

2 komentar

  1. Hehehe, ketemu mantan/masa lalu yang pisahnya gak baik-baik memang gak enak, ya. Tapi sudah, kita move up ;) Aku juga tertarik sama dunia perfilman, makanya waktu novelku dijadikan film semangat banget baca script nya, sampai soal talent aja ikut cerewet, hihihi. Semoga cita-citamu tercapai, ya :)

    BalasHapus
  2. ini yang bikin fokus malah awalnya ya muth hahaha

    BalasHapus