Tentang Sebuah Pencapain

15.49 Muthi Haura 2 Comments



Hidup adalah kumpulan pencapain bagi mereka yang mau berlelah-lelah terlebih dahulu. Hidup itu bukan let it flow! Kehidupan yang tidak dirancang akan membuatmu tertinggal jauh dari orang lain.


Lagi belajar design, jadi maklumi aja photonya :v 


Ini tentang mimpi. Tentang sebuah pencapain. Tentang kehidupan dan segala tetek-bengek didalamnya. Setiap orang memiliki impian. Impian yang membuat mereka semangat dalam menjalankan hari. Impian yang membuat mereka yakin bahwa hidup tak hanya sekedar hidup layaknya hewan. Mimpi dimiliki semua manusia, tapi hanya sebagian dari manusia yang berjuang mewujudkan impian itu.

Mungkin didalam hidup, terkadang kita iri. Iri dengan mereka yang kita rasa memiliki segalanya dibanding diri kita. Iri saat melihat segala kesuksesan mereka. Iri saat bisnis mereka berkembang. Iri saat mereka lebih cantik dan langsing dari pada kita. Iri dan iri! Sehingga rasa iri itu menutup mata kita. Menutup mata hingga kita melupakan apa yang pernah mereka lakukan didalam hidup mereka dimasa lalu.

Kita Cuma bisa ngelihatnya sekarang. Kita Cuma ngelihat pas mereka udah sukses dengan semua yang mereka miliki. Kita nggak tau kan sejauh apa mereka berusaha untuk mendapatkan semua itu. Sebanyak apa tetesan keringat yang mereka korbankan. Seberapa kuat mereka menahan cacian dari orang-orang disekeliling mereka.

Semua yang mereka dapatkan itu pantas mereka dapatkan jika kita menelisik lebih jauh kehidupan masa lalu mereka. Mereka bekerja keras, disaat diri kita mungkin tengah asik tertidur pulas. Mereka berjuang tanpa lelah, disaat mungkin kita tengah asik tertawa bersama teman. Apa yang mereka capai saat ini bukan didapat dengan mudah. Semuanya butuh proses dan mereka berusaha menikmati setiap proses itu. Disaat kita berhenti ditengah jalan dalam proses kita, trus kita meminta seperti apa yang mereka dapatkan, apakah pantas? Sesuatu itu didapatkan saat kita juga sudah pantas mendapatkannya. Makanya kita disuruh memantaskan diri terlebih dahulu untuk mendapatkan impian itu.

Saat bertemu J.K.Rowling, apakah yang kamu rasakan? Senang? Bangga? Atau iri? Pantaskah kamu iri pada J.K.Rowling saat menulis tugas kuliahmu saja kamu malas? Pantaskah kamu iri disaat rasa malas lebih berkuasa terhadap dirimu ketimbang harus menyelesaikan naskah novelmu? Pantaskah kamu iri disaat baru satu penerbit yang menolakmu, lalu kamu menyerah begitu saja? Dan lupakah kamu bahwa J.K.Rowling ditolak puluhan penerbit besar untuk naskah Harry Potternya? Pantaskah kamu iri disaat mengeluh tak memiliki fasilitas menulis, sedangkan J.K.Rowling menulis puluhan lembar naskah Harry Potter dengan mesin ketik tua? Pantaskah iri?

Pantaskah kamu iri disaat bertemu dengan pengusaha muda sekaliber Yasa Paramita Singgih disaat bisnismu harus berhenti ditengah jalan? Padahal seorang Yasa pun sebelum mendapatkan apa yang ia miliki sekarang harus berjuang keras. Berjuang keras hingga mungkin kadang membuatnya ingin menyerah namun ia lawan rasa itu. Disaat mungkin dimasa SMP kamu tengah asik memadu kasih dengan pacarmu, sedangkan dia dimasa SMP-nya mulai membangun bisnis, pantaskah iri? Jatuh bangun yang dirasakan olehnya dan kesuksesannya sekarang adalah suatu hal yang pantas bukan?

Saat ketemu dengan Oki Setiana Dewi, kamu merasa hidupnya terlalu beruntung. Namun taukah kamu kisah dibalik hidupnya? Taukah kamu berapa puluh kali langkah kakinya ia ayunkan untuk mewujudkan mimpi disaat mungkin kamu bergerumul didalam selimut? Masih pantaskah kamu iri dengan kecantikan seorang Ai ni tanpa tau bagaimana masa remajanya dulu? Masa remaja dimana ia dikucilkan karna pemalu dan ‘jelek’. Saking dikucilkannya, ia tidak ada dibuku year book sekolahnya. Ia merubah diri dengan merawat dirinya, hingga bisa secantik sekarang. Menurut Ai ni, tidak ada perempuan yang tidak cantik didunia ini, hanya saja mungkin mereka pemalas. There’s no ungly woman, only the lazy one! 



Iri terhadap seseorang boleh saja, tapi jangan sampai berlebihan. Introfeksi diri dan mulailah menikmati proses didalam hal apa yang kamu inginkan. Pantaskan dirimu untuk menjemput impian tersebut. Tidak ada sesuatu yang mudah didapat didunia ini. Semuanya memerlukan proses. Nikmati prosesnya, karna prosesnya lah yang akan kamu ingat disaat kamu telah sukses nanti.

Udah nggak ada gunanya iri-irian lagi. Saatnya action! Mau nguasai suatu bidang, belajar dalam bidang tersebut! Jangan mengharapkan orang lain untuk mengajarkanmu, kalau kamu memang niat, kamu akan usaha sendiri untuk belajar secara otodidak. Hey, internet sudah ada bukan?

Tulisan ini bukan buat ngingetin atau negur siapapun. Lebih untuk ngingetin diri sendiri karna saat ini lagi didera rasa malas yang teramat sangat. Muth, ayo semangat! Jangan kalah sama yang namanya malas. Orang sukses itu adalah orang yang bisa mengalahkan rasa malas dari dalam dirinya sendiri. Atur waktu yang baik lagi Muth untuk semester empat ini. Masih banyak yang bisa dilakuin, walaupun sekarang masih belum punya honda! Oke, keep fighting till the end! Khatam Qur’an-bisnis-kuliah-keluarga-nulis, pasti bisa!!! ;))
Introfeksi diri, @muthiiihauraa
Senin, 23 Februari 2015. 22.00 WIB

Baca Artikel Populer Lainnya

2 komentar: