Mata Najwa

23.02 Muthi Haura 2 Comments



Hay Assalamua’laikum. Gimana kabarnya? Dan gimana mimpi-mimpinya? Aku harap semuanya baik-baik saja ya. Tugas kuliah udah mulai numpuk. Saatnya ngerasain lelah-lelahnya lagi menjadi anak kuliah. Nikmati aja bukan? Inilah salah satu proses menuju kedewasaan. Menuju kesuksesan.

Dosen-dosen semester ini asik-asik, walau dengar-dengar sih pelit nilai. Tapi aku suka cara mereka ngajar. Asik dan mudah dipahami. I love communication! I love broadcasting. Aku menikmati setiap apa yang dosen-dosen itu sampaikan, karna tiap kali mereka menyampaikan terselip motivasi didalamnya.

Salah seorang dosen broadcasting aku pernah bilang kalau laboratoriumnya anak broadcast itu televisi atau radio, dan yang namanya labor harus sering dikunjungi. Aku bukan seorang yang terlalu penikmat televisi. Aku jarang menonton televisi, tapi lebih senang berkutat dengan buku bacaan atau laptop. Tapi karna aku anak broadcast yang laboratoriumnya itu televisi dan radio, mau nggak mau aku harus lebih sering mendatangi laboratorium itu. Bukan sebagai penikmat, tapi lebih kepada pengamat.

Kadang risih juga ngelihat tayangan-tayangan televisi zaman sekarang. Miris. Sinetronnya apa lagi, kecil-kecil udah diajarkan cinta-cintaan yang belum jelas juntrungannya. Tentu saja ini berdampak bagi muda-mudi Indonesia. Ya, tugas kami sebagai anak broadcast nanti menyajikan tayangan-tayangan yang lebih bermutu. Insha Allah. Oh bukan tugas anak broadcast ya? Lebih tepatnya tugas kita semua bukan?

Dari semua tayangan televisi, aku paling suka program ‘Mata Najwa’ dan ‘Kick Andy’. Tayangannya bermanfaat dan berbobot. Selalu suka ngelihat Najwa Shihab atau akrab disapa dengan mbak Nana kalau lagi bawain acara. Top deh! Kelihatan pintarnya. Selalu kagum ngelihat cewek atau cowok yang pintar. Menurut aku cewek atau cowok pintar itu lebih kelihat cantik/gantengnya.



Malam ini ‘mata najwa’ mengupas tentang korupsi. Seperti biasa diakhir acara Najwa Shihab mengungkapkan kata-kata yang indah dan bikin merinding. Bung Karno pernah bilang ini, berjuang melawan bangsa sendiri, akan sulit sekali. Yang dilawan dimasa penjajahan, jauh lebih tampak terang benderang. Tapi korupsi sulit diperangi, sebab pelakunya orang kita sendiri. Koruptor punya segala, dari harta dan kuasa, hingga kaki tangan dimana-mana. Namun mimpi bebas korupsi tak boleh pudar, dan cita-cita harus terus berpijar. Yel-yel harus tetap dikumandangkan, keberanian mesti terus diacungkan. Barisan anti korupsi jangan sampai bungkam, perlawanan tak boleh teredam. Kita mungkin bukan kumpulan bergenderang-berpalu, tapi barisan ini akan terus melaju. Koruptor tak akan berpangku tangan, tapi kami tak sudi diam dan terbungkam. Saatnya kita rapatkan barisan, menolak tunduk pada ancaman dan ketakutan. Sebab semua demi anak cucu kita, dan perjuangan pun tak akan pernah sia-sia.  

Selalu suka kata-kata terakhir yang diucapkan Najwa Shihab. Terkadang bikin merinding. Minggu lalu ‘mata Najwa’ mengupas tentang Gusdur. Dua minggu yang lalu, ‘mata Najwa’ mengupas tentang ‘Dari kata sampai penjara’. Selalu suka tiap episodenya. Paling suka episode dua minggu yang lalu yang dari kata sampai penjara.

Beginilah kata-kata penutup Mata Najwa di episode dari kata sampai penjara : Karena mulutmu adalah harimaumu, bersiaplah mengerkah kepalamu. Peribahasa itu masih relavan, walau kini sudah eranya kebebasan. Internet membebaskan informasi dari pengekangan, tapi internet juga bisa memenjarakan. UU ITE telah memakan banyak korban, dengan dalih nama baik yang dicemarkan. Kritik dan fitnah dipukul rata, oleh mereka yang tak mau mendengar suara berbeda. Pasal karet masih merajarela, siap menerkam siapa saja. Dari aktivis hingga ibu rumah tangga, dari pegawai biasa hingga para pewarta. Kebebasan memang harus ada batasnya. Tapi haruskah tiap kali tersinggung, maka orang lain harus dikungkung? Kemerdekaan berpendapat dalam tekanan, jika kritik dan kecaman dibalas pemenjaraan. UU ITE harus segera direvisi, demi sehatnya kehidupan berdemkrasi.

Tayangan kaya gini yang harus diperbanyak. Salut sama Najwa Shihab. Semoga mbak Nana selalu bisa menginsfirasi bahwa kecantikan bukan hanya terletak difisik, tapi juga otak. Kecantikan Fisik seiring berjalannya waktu akan memudar, tapi otak jika terus diasah setiap waktu, maka akan semakin tajam.

Semangat terus berkarya untuk seluruh perempuan Indonesia! Karna dengan karya, kamu akan lebih dihargai. Jangan terlalu bangga dengan kecantikan fisikmu, jika otakmu nol, karna itu bisa jadi bumerang dalam hidupmu. Yuk terus belajar! ;)) salam sayang, @muthiiihauraa
14 Maret 2015. 09.08 WIB


Baca Artikel Populer Lainnya

2 komentar:

  1. Tayangan favorit gue nih :))

    BalasHapus
  2. anak broadcasting emng wajib buat mantengin tivi ya, biar tahu apa aja yng dibutuhin dunia pertelevisian Indonesia sekarang, emang bener kayaknya sekarang acara yang berbobot bisa dihitung pake jari, kebanyakan sih acara yang nggak jelas yang ujungnya malah bikin anak-anak sekarang kelakuannya jadi nggak bener -_-

    BalasHapus