Tentang Novel

01.33 Muthi Haura 0 Comments



Hay Assalamua’laikum. Gimana kabarnya? Sehat? Alhamdulillah. Lagi pengen cerita-cerita sedikit dengan kamu duhai diary dunia mayaku, maukan kamu mendengarkannya? Oh tentu saja kamu pasti mau kan? Kamu pasti juga merindukan setiap curhatanku bukan?

Hari ini entah kenapa lain aja rasanya, mungkin bermula dari seorang teman facebook yang ngeadd aku dan nginbox. Dia bilang : “hay kak, salam kenal! Novel Always Love You-nya keren banget.”

Aku kaget dengan inboxnya, trus mikir keras maksud dari ucapan teman facebook tersebut. Setau aku itu judul novel yang sudah di ACC tapi belum juga naik cetak. Aku nanya balik kedia novel yang mana, tapi dia lama banget balasnya. Aku penasaran sampai-sampai malas ngelakuin apapun hari ini. Aku nanya kesalah satu crew penerbit, tetapi belum juga dibalas.

Agak sorean tadi baru dibalasnya chat fb aku oleh temen facebook itu. Dia bilang dia beli di Jakarta, udah nyebar. Surprise? Banget! Tapi ada rasa sedikit kecewa. Novel naik cetak dan nyebar keseluruh toko buku kok malah kecewa Mut? Ya kecewa aja. Kecewa kenapa bukan aku yang tau pertama kalau naskah aku udah naik cetak? Kenapa bukan aku orang pertama yang ngelihat bentuk fisik dari karya novel aku sendiri? Kenapa bukan aku yang menyentuh cover karya novel aku untuk pertama kalinya? Kenapa bukan aku? Kenapa malah pembaca novel aku yang ngasih tau kalau naskah aku udah nyebar? Jadi kalau semisalnya pembaca itu tidak pernah memberitahuku tentang naskah yang sudah naik cetak, berarti aku nggak kan pernah tau dong? ;(

Sampai saat ini pun aku belum tau bentuk fisik dari novel karyaku. Aku belum tau harganya. Kenapa bukan aku yang tau pertama? Kenapa malah pembaca yang duluan tau? ;( asli sedih. Bagi seorang penulis, terutama mungkin bagi aku, sebuah karya novel itu seperti ngelahirin anak. Karya novel itu seperti anak dan aku ibu yang ngelahirinnya. Seorang ibu saat selesai ngelahirin, sesakit apapun pasti ingin ngelihat anak yang telah berhasil dilahirinnya dengan susah payah. Sesakit apapun pasti ingin memeluk dan mencium anak yang dilahirinnya untuk yang pertama kali. Begitu juga seorang penulis. Begitu juga aku yang pengen ngelihat anakku tumbuh. Memeluknya untuk pertama kali. Mengelusnya dan memperlihatkan anakku pada dunia.

Tapi nyatanya apa? Aku seperti ibu yang gagal, yang nggak tau anaknya ternyata sudah bertumbuh. Yang nggak tau anaknya ada dimana dan orang lain malah memberitahukan tentang anakku. Aah ;( Ini bukan salah siapa-siapa. Ini salah aku yang mungkin kurang update.

Sedih, tapi juga senang! Senang ternyata anak pertamaku telah bertumbuh. Senang ternyata setiap kelelahanku selama ini telah ada hasilnya. Aku nulis novel ini sejak 2013, bahkan sebelum aku punya blog ini. Awalnya novel ini aku ikutin lomba diva press, tapi sayang nggak jebol. Aku nyoba ngirim kepenerbit Zettu yang bekerja sama dengan kinomedia writer academy dan setelah berbulan-bulan, ternyata di ACC. Lebih tepatnya di ACC pada Maret 2014 yang lalu. Setahun lebih untuk nunggu naskah ini naik cetak dan penantian itu akhirnya terbalas juga. Alhamdulillah.

Novel ini aku tulis saat libur setelah UN SMA, judulnya ‘Always Love You’. Salah satu yang bikin aku rada nyesal, kenapa harus membuat judul itu. Agak kekanak-kanakan menurutku. Aku memang terlalu payah dalam hal pembuatan judul. Baik itu judul novel, cerpen, puisi, berita, dan judul-judul lainnya. Rada malu juga kalau ada yang nanya apa judulnya, masalahnya aku bukan lagi remaja ingusan yang mainnya cinta-cintaan. Sedikit info, novel itu bukan hanya novel cinta, tapi lebih kepada kisah seorang gadis yang berjuang dalam hidupnya. Always love you itu bukan hanya kepada pacarnya, tapi juga kepada orang tuanya. Kepada abangnya. Pokoknya baca aja deh nanti kisahnya! ;)) Nggak sabar ngelihat novel itu ada ditanganku. Nggak sabar Ya Allah.

Tadi aku buat PM di BBM perihal novel ini, banyak yang ngomen dan ngasih semangat. Makasih ya buat kalian semua. Makasih untuk semua apa yang kalian sampaikan, mudah-mudahan nggak bikin aku terlena karna ini semua baru awal, bukan akhir. Masih banyak yang pengen dikejar. Masih banyak yang pengen diusahain. Semangat Mut! Semangat juga buat kalian. I will figh till the end, and i will never give up! ;))

Salam semangat, @muthiiihauraa
22 Maret 2015. 22.38 WIB.

Baca Artikel Populer Lainnya

0 komentar: