Don’t Judge by Cover!

21.15




Hay Mei, Assalamua’laikum. Gimana malam minggunya? Semoga dipergunakan untuk hal-hal yang positif ya. Minggu-minggu ini luar biasa, dapat tambahan job dari kantor, lelah sih tapi bukan berarti aku nggak bisa kan? Kemaren juga nolongin Crhystin pindah kos, trus dapat kabar yang lumayan nggak ‘ngenakin’ dari dia. Asli ngedengar kabar itu rada sedih, tapi kalau itu memang yang terbaik buatnya, bisa apa selain ngedukung kan?

Setelah selesai bantuin Chrystin pindahan, aku sama Sandra pulang. Trus dirumah disambut dengan raut wajah sedih dari kedua adik-adik mungilku, Naila dan Dani.
Ila : Kakak dari mana? Kami khawatir.
Dani : iya, tadi kami cari kakak sampai kedepan-depan.
Dengar kata-kata mereka bikin nggak tega plus ngerasa bersalah, trus aku pelukin mereka sambil bilang : “Kan kakak udah bilang tadi kekos teman. Ngapa pakai nyari-nyari segala.” Aah kalian, maafin kakak ya dek. Sayang kalian. {}

Minggu-minggu ini juga rada stress, tugas editing belum selesai. Kalau aku punya alat-alatnya, jauh-jauh hari udah aku selesaikan. Aku bukan type orang yang suka nunda untuk ngerjain tugas kuliah. Entah kenapa selalu nyoba pas ada waktu luang buat ngerjain. Ah ternyata jadi anak broadcast yang belum punya peralatan lengkap itu lumayan menyakitkan, tapi aku bakal tetap berusaha kok. Tiga hal yang pengen aku kuasai banget dari konsentrasi Broadcast ini adalah photografi-editing-script writer. Itu banget yang minat. Saat ini ngerasa banget jadi anak broadcast yang gagal -_-

Kemaren juga pas pemira FDK, ngerasa bersalah banget sama Gagasan disebabkan sebuah hal. Ngerasa nggak bisa berkontribusi dengan baik. Datang pun jarang. Maaf! Kayanya manajemen waktu aku harus lebih diperbaiki lagi. Harus diseimbangkan antara kuliah-kerjaan-organisasi-nulis-dan pastinya buat keluarga. Stress kalau tugas-tugasn tu rasanya udah mulai numpuk. -_- Ditambah lagi aku diajakin kak Oci buat daftar FEMKOM dan akupun minat, MADIKOM kan sekarang udah habis masa jabatannya.

Eh nggak nyambung dengan judul entrynya ya? Hehe, sorry! Aku tadi habis ngestalkerin orang-orang yang luar biasa. Merasa kagum dan merasa jauh banget dari mereka. merasa diri ini belum bisa menghasilkan sesuatu hal yang luar biasa seperti mereka. lagi-lagi soal iri. Lagi-lagi lupa bahwa tiap orang punya kisah hidupnya masing-masing. Lagi asik-asik ngestalkerin mereka yang menurut aku hebat, tiba-tiba aku nemuin facebook seseorang. Seorang teman SMA yang dulunya bisa dibilang dianggap sebelah mata bahkan dikeluarkan dari sekolah disebabkan satu dan lain hal. Menelusuri facebooknya bikin aku terkagum, dia bukan sosok yang aku kenal dulu. Dia bukan sosok seperti dulu. Dia yang kini berbeda jauh dengan dia yang aku kenal dulu.

Sekarang dia udah kemana-mana mewakili Riau. Mewakili kampusnya. Pokoknya 180 derajat berubah. Dia yang sekarang membuatku terkagum-kagum akan prestasinya. Dia yang sekarang mampu membuktikan pada mereka yang mengenalnya dimasa lalu bahwa ia bisa berubah menjadi sosok yang lebih baik.

Satu pelajaran yang dapat kuambil dari sosoknya yang dulu dan sekarang adalah don’t judge by a cover! Jangan menjudge orang diluarnya saja. Jangan menjudge orang terhadap apa yang tampak pada dirinya saat ini, karna ia yang saat ini belum tentu bakal menjadi ia yang sama lima tahun kedepan. Kita nggak pernah tau apa yang terjadi terhadap seseorang dimasa yang akan datangnya. Mungkin saja orang yang kita anggap ‘bukan apa-apa’ untuk saat ini adalah orang sangat sukses dimasa yang akan datang. Bisa saja orang yang selalu juara kelas saat ini, lima tahun kedepan bakal jadi kuli bangunan. Bisa aja! Semuanya bisa terjadi. Nggak ada yang nggak mungkin bagi Allah.

Orang bilang hidup itu kaya roda, kadang diatas, kadang dibawah. Tapi aku tidak sepenuhnya setuju dengan argumen itu. Memang hidup kita bakal kadang diatas, kadang dibawah, tapi sama sekali nggak kaya roda! Roda itu kalau bocor bisa diganti, lah kalau hidup ‘bocor’, apa bisa diganti?

Pokoknya don’t judge by a cover! Jangan nilai dari luarnya saja. Kamu mungkin melihat kalau seseorang itu bodoh disemua mata pelajaran, tapi mana tau dia jago di olahraga. Tiap orang itu punya kelebihan masing-masing. Nggak berhak diri kita yang hina ini untuk meremehkan, menilai, bahkan melecehkan orang lain. Pada intinya, kalau ingin dihargai, hargai orang lain. Kalau ingin rahasia kamu aman, simpan juga rahasia orang lain. Kalau tak ingin diremehkan, jangan remehkan orang lain. Pokoknya sesuatu itu bakal kembali kediri kita. akan berimbas didiri kita.

Ayo Mut, masa muda ini diisi buat yang positif aja dulu. Jangan memikirkan suatu hal yang belum saatnya! Janji bakal sukses kan ya Mut? Ayo action! Atur waktu lagi dan berdamai dengan rasa malas. Masa muda ini Cuma sekali Mut, lakukan yang terbaik untuk agama. Untuk Indonesiaku. Untuk UIN SUSKA Riau yang tercinta. Boleh aku bilang kalau aku bangga jadi anak UIN SUSKA Riau? Ah kampus tercinta ini, walaupun bukan favorit, tapi mengajarkan aku banyak hal. Mempertemukan aku dengan banyak orang-orang hebat. Mempertemukan aku dengan dua sahabat terbaik, Ulan-Mumun. Mempertemukan aku dengan ‘dia’. Walau banyak yang tidak aku mengerti tentang birokrasi kampus, tapi tetap saja UIN adalah bagian dari sejarah hidupku.

Memang aku tidak berkuliah dikampus ‘keren’ seperti kalian, tapi percayalah, bukan kampusnya yang bikin diri kalian sukses, tapi diri kalian sendirilah yang menentukan. Semua diluar diri itu hanya pelengkap. Hanya pelengkap yang bisa atau tidak kalian pergunakan dengan baik? Trimakasih kampus madani, telah mengajarkan banyak hal! Semoga aku termasuk salah satu orang yang akan mengharumkan nama UIN SUSKA ditingkat nasional, bahkan Insha Allah di internasional.

Ya Allah bantu aku. jangan jauh dariku. Aku butiran debu tanpa-Mu. Terlalu sering Engkau memberiku hidayahh dengan berbagai cara, dan terlalu sering pula aku mengabaikan hidayah itu. Aku takut. Takut jika hidayah itu tak pernah mampir lagi untukku. Bantu aku! jaga keluargaku. Jaga mereka yang aku sayang. Lindungi kami.

Hanya catatan kecil dari sipengejar mimpi, @muthiiihauraa
Sabtu, 2 Mei 2015. 23.12 WIB

You Might Also Like

2 komentar

  1. setuju. kampus nggak menjadi jaminan suksesnya seseorang.
    kadang gue juga dengki sama orang2 yang judge by the cover doang :")

    BalasHapus
  2. gpp, Muthi, yang penting setelah dipilih, jalani pilihan itu dengan hasil terbaik. insya Allah ilmunya lebih bermanfaat nanti.

    BalasHapus