KPP Adakan Lomba

20.38 Muthi Haura 1 Comments



Hay Assalamua’laikum. Selamat bermalam minggu wahai kalian orang-orang hebat. Isilah malam ini untuk hal-hal yang bermanfaat ya. Hari ini luar biasa menurutku. Mendapatkan pengalaman baru dan pastinya ketemu dengan orang-orang yang luar biasa.

Kenapa Mut? Ngapain hari ini?  Hari ini aku mengikuti perlombaan menulis yang ditaja oleh Kementrian Pemberdayaan Perempuan (KPP) BEM UIN SUSKA Riau dengan tema mensinergikan peran perempuan untuk pendidikan dan peradaban. Ada tiga lomba yang diadakan, yakni lomba debat-menulis-berpuisi. Tentu saja aku memilih mengikuti lomba menulis. H-1 sebelum deadline, aku mencoba menuliskan ideku dan dihari Deadlinenya, aku meminta Desnot untuk mengirimkan tulisanku lewat pesan facebooknya.

Ditanggal 15 kemaren, diadakan technical meeting untuk semua lini perlombaan. Sayangnya aku nggak ikut disebabkan memang bentrok dengan jadwal kuliah. Aku sama sekali nggak tau apa-apa yang harus dipersiapkan. Malamnya aku dapat SMS yang menyatakan kalau tulisan aku itu masuk 9 besar dari 19 peserta yang ikut. 9 besar ini wajib datang keesokan harinya jam 8 di gedung teater UIN SUSKA.

Awalnya aku ngajak Chrystin untuk nemenin, tapi setelah dipikir-pikir kasihan juga ngerepotin orang lain. Sempat bingung juga gedung teater UIN SUSKA letaknya dimana. -_- Akhirnya aku memberanikan diri untuk datang tadi pagi seorang diri. Iya, seorang diri. Celinguk sana-celinguk sini kaya orang bodoh, benar-benar seperti orang tersesat dan kebingungan yang nggak tau apa-apa.

Akupun memberanikan diri untuk menyapa seseorang dan orang yang pertama kali menjadi teman aku di ajang lomba ini bernama Herda Marni Novi. Entah kenapa langsung bisa cerita banyak hal dengan sosoknya. Ia sosok yang ramah dan ternyata dulunya ia anak Gagasan yang sama Dikdas dengan Hikma dkk. Novi sekarang jadi anak BEM entah berada dibagian kementrian apa, aku lupa. Dari Novi aku tau kalau ternyata sembilan tulisan yang lulus itu nantinya akan dipresentasikan dan dipilih enam terbaik. 



Aku rada kaget juga ngedengarnya, masalahnya aku nggak ada persiapan apa-apa. Bahkan kertas tulisanku itupun nggak aku bawa. Sempat pesimis dan ingin mundur, tapi setelah dipikir-pikir lagi, aku udah sampai sejauh ini dan aku harus mundur begitu saja? Oh tentu saja tidak! Aku tidak sepengecut itu. Aku udah terlanjur nyebur, ya udah nyebur aja lebih dalam sekalian.

Yang namanya Indonesia, ngaret itu kayanya udah jadi bagian dari kehidupan. Jam 8 yang seharusnya acara dimulai, malah belum juga dimulai. Aku sempat-sempatnya nemenin Novi makan dibuluh Cina. Banyak cerita yang Novi bagi padaku, tentang BEM-tentang Gagasan-dan tentang tentang lainnya.

Selesai nemeni Novi makan, kami kembali ketempat acara yang ternyata sudah dimulai dan yang ikut lumayan ramai. Untuk pertama kalinya aku melihat sosok kak Suci. Sosok yang sempat aku kagumi lewat dunia maya. Awal aku mengaguminya saat ia diundang siaran diradio IMIKI, entah kenapa kata-kata yang ia ucapkan begitu menyentuh dan memotivasi. Aku sampai nangis mendengar kisah hidupnya saat siaran. Kak Suci juga udah nulis buku dan tengah membesarkan bisnis bimbingan belajarnya yang ia beri nama Syakillah.

Saat melihat sosoknya secara langsung, bertambah kekagumanku padanya. Sosok cantik, insfiratif, anggun, sholeha, berwibawa, pintar. Menatap sosok itu membuat pikiranku mengembara pada sosok Oki Setiana Dewi. Jilbab lebarnya semakin menambah pesonanya. Ah, bisakah aku sepertimu kak?

Saat selesai membacakan teknis lomba, ada break. Aku sempat kenalan dengan teman-teman hebat dan luar biasa lainnya. Ada Alifa, Oca, Dila, dan teman-teman lainnya. Ada juga penampilan nasyid dari kak Ade. Nasyid yang dibawakan kak Ade adalah lagunya almarhum Ustadz Jeffry Al-Buchori yang judulnya bidadari surga, tapi pas bagian bidadari surganya diganti jadi pangeran surga. Lagu ini entah kenapa membuatku tersadar tentang hakikat cinta yang sebenarnya. Tentang cinta didalam islam.

Setiap manusia punya rasa cinta, yang mesti dijaga kesuciannya. Namun ada kala insan tak berdaya, saat dusta mampir bertahta. Kuinginkan dia, yang punya setia. Yang mampu menjaga kemurniannya. Saat ku tak ada kujauh darinya, amanah pun jadi penjaganya. Hatimu tempat berlindungku, dari kejahatan syahwatku. Tuhanku merestui itu, dijadikan engkau suamiku. Engkaulah pangeran surgaku.

Lagu yang indah dan menyentuh. Lanjut deh ke acara lomba. Untuk berbagai macam lomba, tempatnya itu dibeda-bedakan karna kalau dalam satu ruangan takutnya nggak cukup waktunya. Aku dapat urutan keempat untuk mempersentasikan tulisanku, tanpa persiapan apa-apa. Asli aku aja nggak tau apa yang aku presentasikan tadi -_- Aku pesimis, apa lagi yang lain tampilnya bagus-bagus. Bawa ayat-ayat juga. Tapi pas dibacakan pengumuman, nama aku masuk kedalam urutan enam besar yang artinya ikut ketahap selanjutnya. Suprise? Pasti. Padahal pasrah aja tadi.

Masuk ketahap selanjutnya yaitu tanya jawab plus disuruh buat tulisan lagi dari pertanyaan jurinya. Kami enam peserta yang tersisa sama-sama memaksimalkan waktu yang ada untuk menulis lagi, padahal waktu yang dikasih cuma sepuluh menit. Ternyata pengumuman acaranya sore hari setelah anggota debat selesai. Lama menunggu, aku sama Yunita Amelia berbagi cerita. Ya memang Uni juga termasuk dalam anggota lomba nulis yang masuk enam besar.

Banyak hal yang kami ceritakan. Banyak sekali dan tentu saja tidak bisa aku tuliskan disini karna bersifat privasi. Kami cerita tentang organisasi, tentang sahabat, tentang dakwah, tentang komitmen, dan tentang lain sebagainya. Banyak hal yang aku dapat hari ini lewat cerita Uni, bahkan kami juga sempat meneteskan air mata ditengah cerita. Entah kenapa diskusi bareng Uni membuatku semakin sadar tentang hakikat diri. Hakikat cinta yang sebenarnya. Hakikat kehidupan. Waktu yang dari dzuhur sampai ashar kami gunakan untuk bercerita, sambil juga sesekali mendengarkan teman-teman yang ikut lomba debat. Pas pengumuman, namaku benar-benar tidak ada ditiga besar. Sedankan Uni juara II, kak Imel juara III, dan Anisa juara I. Mereka sosok-sosok yang luar biasa. Wanita hebat berprestasi yang menggunakan waktu hidupnya untuk hal-hal yang bermanfaat.

Kecewa karna tidak masuk tiga besar? Sedikit! Tapi tetap bersyukur untuk pengalaman luar biasa dihari ini. Nggak apa-apa tidak masuk 3 besar yang penting hari ini aku mampu mengalahi sikap pengecut didalam diri. Bukankah masuk 6 besar diantara mereka yang luar biasa lainnya termasuk hal yang luar biasa? Alhamdulillah. Fa bi’ayyi ‘alaa’i rabbikumaa tukadz dzibaan. Mungkin Allah bilang : “Muthi nggak sekarang ya, besok coba lagi :D”

Selesai pengumuman, Uni menemaniku menunggu bus. Tentu saja kami masih sambil berbagi cerita. Aku juga menceritakan tentang ‘dia’. Entah kenapa aku bisa mempercayainya, seperti aku percaya layaknya pada Ulan-Mumun-Lelek-Chrystin. Aku cerita semuanya ke Uni. Cerita tentang kedekatan aku dan ‘dia’. Tentang panggilan spesial aku dan ‘dia’. Bahkan kulihatkan juga BBM kami ke Uni. Semuanya! Kebetulan Uni juga cukup mengenal sosok ‘dia’. Aku meminta saran ke Uni bagaimana caranya menghilangkan rasa ini ke ‘dia’, aku kalau udah bm-an sama dia, paling malas buat ngapa-ngapain dan aku rasa itu nggak bagus. Menurutku masih ada aba yang harus kubahagiakan dibanding harus memadu cinta dalam balutan sahabat sekalipun dengan sosoknya.

Uni cerita banyak hal secara jujur hari ini padaku. Banyak hal! Termasuk Uni mengakui ternyata ia sering stalkerin aku. Kata Uni dia memang suka stalkerin orang yang menurutnya bisa ia ambil hikmah dan pelajaran. Wah ternyata ada juga yang suka stalkerin aku :v Yang kenal aku didunia nyata dan ternyata suka stalkerin aku juga, kasih tau dong. :D Ahaha, narsis -_-

Diakhir cerita, Uni memberiku sebuah daun yang ia rakit sendiri. Uni berpesan agar aku menjaga daun itu untuk selamanya, sampai aku punya anak-cucu-cicit. Entah apa maksudnya, tetapi aku menuruti. Uni, daunnya udah Muthi simpan ditempat yang aman Insha Allah. Muthi simpan dikotak yang didalamnya juga berisi kertas-kertas impian Chrystin yang dulu sempat diberikannya. Trimakasih ya Uni!  :D Diakhir pertemuan, Uni merangkulku sambil bilang : “Uni sayang sama Muthi”. So swiiiit!

Trus tadi pas aku cek BBM, Novi buat status. Memang kami sudah saling bertukar pin. Status Novi kaya gini : “Luar biasa (y) bangga bisa bergabung dengan kalian perempuan-perempuan hebat UIN SUSKA.”
Aku balas PM-nya : Bangga ketemu Novi hari ini
Novi balas : Hehehe iya Muthi. Bangga juga bisa ketemu penulis hebat seperti Muthi diajang ini.

Aah Novi lebai, makasi {} Ya Allah makasi untuk hari ini. Makasi udah mempertemukan dengan mereka yang luar biasa. Makasi untuk pengalaman berharga hari ini. Makasi my Allah. Makasi aba yang selalu ngedukung setiap aktivitasku. Makasi buat Ulan-Ides yang neror lewat SMS dan BM dengan pertanyaan : “Menang nggak Mut?” Haha, maaf belum bisa membanggakan kalian ya. Next time Insha Allah.

Ayo Mut upgrade diri. Perbaiki diri. Dekatkan diri pada Allah. Fokus karna masih banyak yang harus dilakukan dengan waktu yang ada ini. Terus maksimalkan diri. Banyak baca! Allah dulu, Allah lagi, Allah selamanya. Salam sayang, @muthiiihauraa
Sabtu, 17 Mei 2015. 00.25 WIB. 

Baca Artikel Populer Lainnya

1 komentar:

  1. Selamat ya...pengalaman menjadi guru yang baik walau blm menang

    BalasHapus