BUBAR kelas F dan Gagasan

19.48 Muthi Haura 0 Comments



Hay, Assalamua’laikum? Lagi apa? Dua hari ini, tepatnya tanggal 25 dan 26 Juni aku ikut BUBAR. Senang? Pasti? Happy? Bohong banget kalau aku bilang nggak. Jelas happylah Alhamdulillah. Mungkin ada baiknya aku cerita perepisode-episode kayanya, biar lebih jelas gitu, biar ada kenangan yang bisa dibaca jika aku merindui momen-momen ini.

25 Juni 2015
Bubar with F komunikasi 2013. Kami ngerencanai acara bubar ini sejak hari Senin ditanggal 21 Juni 2015. Rencana awal bubar itu dirumahnya Marhalim. Alasan memiliah rumah Marhalim karna agar bubar ini terasa lebih dekat gitu. Tapi ternyata pada akhirnya kami bubar dirumah makan yang aku lupa namanya. Bubar perdana kelas F ini nggak lengkap sih yang datang. Palingan yang datang kira-kira Cuma 18-an (aku-Ulan-Mumun-Ade-Ninuk-Nofadila-Nidia-Rani-Murniasih-Anto-Ipin-Ihsan-Martha-Alim-Hafid-Husin-Fandy-Iqbal Harahap) orang, but tetap senang. Senang bisa ketemu mereka lagi. Senang bisa bubar bareng Ulan-Mumun. Senang bisa barengan lagi dengan mereka. aah, F kelas terbaik yang pernah aku miliki.

Kenapa aku bilang F kelas terbaik? Pertama, kelas F adalah saksi perubahan aku dari masa SMA yang pendiam, jadi anak kuliahan yang nggak mau diam. Iya mulai cerewet gitu. Teman-teman F mengajarkan aku banyak hal, sehingga menjadi sosok aku yang sekarang. Kedua, F mengenalkanku dengan orang-orang hebat dan yang pasti aku menemukan sahabat terbaik di F, Ulan-Mumun. Ketiga, F punya banyak momen diawal masa-masa kuliahku. Mulai dari momen buat film bareng untuk lomba Festival Film Pendek sampai dengan momen rencana jalan-jalan yang nggak kewujud. 









Ah, terlalu banyak kenangan-cerita-momen di F. Kalau bisa memilih aku ingin kembali berada di F. Keempat alias yang terakhir nih, teman-teman di F asik-asik. Mereka ngerti jika dibilang nggak suka, mereka nggak akan lakukan. Beda dengan teman-teman dikelas sekarang. Saat selesai bubar, aku bareng beberapa teman F memutuskan untuk nonton. Aku lupa posisi tempatnya dimana. Aku berangkat kesana bareng Ade soalnya Ulan nggak kuat bawa motor. Di motor, aku cerita-cerita dengan Ade. Aku bilang : “Aku nggak betah dikelas kita sekarang.”
Ade : “Kau pikir aku dan Ipin betah Mut? Nggak. Lebih enak kelas F lagi.

See? Berarti bukan aku aja yang ngerasain kan? Kelas sekarang ini teman-temannya kalau ngomong kadang nyakitin. Kita bilang nggak suka, eh malah dibikin makin menjadi-jadi. Gaya sok nguasainya juga. Bukan bermaksud menjelek-jelekkan kelas sendiri, tapi itu yang aku rasain. Mungkin prinsip aku semester lima nanti, kalau dikelas itu ya nggak usah nyari teman dekat, cukup Ides-Chrystin aja. Kalau nggak ada perkuliahan langsung pulang atau ngumpul sama Ulan-Mumun.  Kadang heran juga dengan mereka. Mereka anak komunikasi, tapi tidak pandai cara berkomunikasi dengan teman. Mereka anak komunikasi, tapi tidak pandai menghargai orang lain. Apa mereka Cuma belajar teori aja dikampus itu? Okelah skip!

Pas udah sampai ditempat studio nontonnya, ternyata mesan tempatnya agak ribet, akhirnya kami mutusin buat ketaman kota. Disana photo-photo. Baru pertama kali ketaman kota malam-malam gini, indah =)) Makasi ya F untuk bubar perdana kita. mudah-mudahan akan ada bubar selanjutnya ditahun-tahun berikutnya dan mudah-mudahan semuanya dapat ikut. Aku sayang F {}.

26 Juni 2015
Hari ini senang banget! Hampir seharian barengan sama Ama-Desnot untuk buat urap. Sakit pinggang motong-motongin toge-bayam-bawang-kencur-kacang panjangnya, tapi Alhamdulillah urapnya berhasil. Rasanya yah bisa dibilang enaklah untuk pemula. Ngabisin hampir seharian bareng Ama-Desnot bikin bahagia. Ketawa bareng, photo bareng, nonton bareng, ngegosip bareng. Aak senang! Besok-besok kita lakuin lagi ya.

Setelah urap kami selesai, pimpinan umum Gagasan bang Hafiz nelpon. Abang itu mau minjam piring. Akhirnya aku dijemput bang Hafiz dari kos Desnot kerumah. Aku udah nyuruh-nyuruh bang Hafiz untuk nunggu agak jauh dari rumah, yakan aku nggak pengen bawa cowok kerumah. Eh ternyata malam ini ketahuan juga sama aba aku. Haha. Aba sih nggak marah, Cuma kan malu ditanya-tanyain. Aku kan pengennya Cuma ngenalin dan bawa satu lelaki kerumah. Siapa tu Mut? Ya calon suami aku lah. Ahaha. X_X

Okelah skip lagi. Balik lagi kecerita masak-memasak untuk buka bersama Gagasan. Setelah nganterin piring kesekre, aku balik lagi kekos Desnot. Desnot-Ama, makasih ya untuk hari ini. Makasih untuk tawa dan candanya. Kalian salah satu alasan untuk aku bertahan di Gagasan. Maaf udah ngerepotin dan mungkin ada kata-kata aku dihari ini yang nyinggung kalian. Sayang Desnot-Ama :*   Saking malasnya mandi dirumah, akhirnya sebelum berangkat kesekre lagi, aku numpang mandi dikos Desnot. Sedangkan untuk baju dan jilbab pinjaman dari Ama. Haha nggak modal memang -_- 





Nyampai sekre udah telat, untung belum buka. Pas magribnya, aku-Ama-Desnot mutusin buat sholat dimesjid. Fristtime malam-malam sholat dimesjid UIN. Ternyata UIN dimalam hari indah ya. Sayang nggak photo-photo tadi bareng Ama-Desnot, next time ya sayang-sayangku. Entah kenapa kayanya aku udah mulai mencintai Gagasan. Ya kayanya seperti itu. Tadi juga pas ngumpul Fopersma, aku mutusin untuk nyuci piring aja. Aku paling malaslah kalau udah ngumpul-ngumpul gitu. Eeh pas lagi nyuci piring, tiba-tiba aku dipanggil Hikmah. Kata Hikmah aku dipanggil bang Hafiz. Rada was-was tadi tu. Pas aku tiba didalam sekre, trus banyak anak Gagasan yang bilang : “Ini ha yang namanya Muthi tu”.

Ternyata aku disuruh ceritain tentang naskah yang lolos EAGLE. Chris lihat! Secara nggak langsung kamu membantu mengangkat namaku. Makasi Chrys. {} Ternyata untuk dikenal orang-orang itu, nggak perlu dengan cari muka sana-sini. Nggak perlu jadi tong kosong nyaring bunyinya. Tau kan maksudnya? Orang yang ribut disana-sini, tapi kosong isinya. Cara termapuh untuk dikenal itu dengan menunjukkan karyamu. Biar lingkungan yang menilaimu.

Eh kemaren admin LPM Gagasan ngetag photo dan kata-kata gitu. Ternyata isi kata-katanya begini : Tahnia buat Muthi Haura (redaktur Gagasan) dan Chrystin Maharani Simanjuntak. Lima puluh nominasi EAGLE Award 2015, dengan naskah “Kampus Qubah ditanah Melayu” #EADC2015.

Makasi ya Gagasan {}. Pas Mumun tw tentang naskah 50 besar ini, Mumun nginbox gini : “Selamat ya beb. Kami bangga punya kamu.” Makasi ya beb. Aku sayang kamunya kebangetan lho.

Aaah pokoknya bubar dua hari ini adalah bubar yang menyenangkan. trimakasih Gagasan. Trimakasih Desnot-Ama. Trimakasih F. Trimakasih Ulan-Mumun. Sayang kalian! Fabiayyi ala irabbi kuma tukazziban. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan? Bisa berkumpul dengan mereka yang kamu sayang merupakan nikmat luar biasa ketimbang bertumpuk harta. Apa guna bertumpuk harta tapi tak bahagia? Terkadang bahagia itu sederhana.

 Target sampai minggu ini nyelesain ngedit cerita baru. Doain yah! Aku pengen dua naskah yang lagi proses ini bisa di ACC dan naik cetak. Aku pengen buat aba bangga. Aku pengen buat sahabat-sahabatku bangga. Aku pengen buat Gagasan bangga, karna aku sadar setiap apa yang dilakukan seseorang, secara nggak langsung dia juga akan membawa nama organisasinya. Jadi kalau perbuatan seseorang itu jelek, pasti orang lain akan membawa-bawa nama organisasinya, “Ih si anu anak organisasi itu nggak bisa diam. Pecicilan. Bla bla bla.” Secara nggak langsung yang dijelekkan itu organisasinya, begitu juga sebaliknya.

Udah tengah malam nih. Ngantuk. Salam sayang, @muthiiihauraa.
Sabtu, 27 Juni 2015. 00.07 WIB
 



Baca Artikel Populer Lainnya

0 komentar: