Tentang Cinta

23.42



Haay, Assalamua’laikum. Gimana kabarnya? Sehat? Lama nggak nulis nih, udah dihari pertama ramadhan aja. Banyak target yang aku buat diramadhan ini, termasuk salah satunya khatam Qur’an. Tapi rencana tinggal rencana, karna tepat dihari pertama ramadhan aku malah dikasi nikmat untuk nggak bisa sholat. Berharap semoga target khatam Qur’annya bisa kekejar. Amin.

Entah kenapa ada sesuatu yang menganjal dibenakku akhir-akhir ini. Bahkan sebenarnya sudah jauh-jauh hari. Iya ini berhubungan dengan cinta. Aku hanya kepikiran beberapa pertanyaan yang sampai sekarang tak mendapatkan jawaban. Kenapa dua orang yang awalnya saling mencintai, namun pada akhirnya harus saling membenci? Apa rasa cinta dan kenangan didalam hubungan yang mereka bangun tidak menyisakan sedikit rasa? Kenapa cowok yang awalnya berusaha setengah mati untuk mendapatkan sang cewek, tapi malah dengan mudahnya melepaskan dengan alasan klise ‘kamu terlalu baik untukku’, apa cowok itu lupa bagaimana lika-liku perjuangannya untuk mendapatkan sicewek?

Mengapa begitu mudahnya hati lelaki berpaling? Ini tak menyalahkan cowok atau siapapun, hanya saja aku lagi menganalisa. Mengapa cinta mampu membuat wanita bertahan pada satu lelaki, tapi cinta tidak mampu membuat lelaki bertahan pada satu wanita? Cewek kalau putus dengan cowoknya bakal susah banget untuk move on, tapi kenapa cowok bisa dengan mudahnya? Oke memang sepertinya entry ini terlalu memihak pada cewek, jadi abaikanlah karna aku hanya ingin mengeluarkan uneg-unegku disini. Hanya ingin mengeluarkan apa yang mendem diotak tanpa maksud apa-apa.

Kehidupan para artis apa lagi. Nikah-cerai-nikah-cerai. Lupakah mereka bahwa hal yang paling dibenci Allah adalah percerain, namun mengapa mudahnya hal itu dilanggar? Bukankah saat lelaki mengucapkan akad nikah, itu berarti perjanjiannya antara ia dan Allah, bukan hanya perjanjian antara ia dan orang tua si cewek.

Membingungkan bagiku. Apalagi melihat dua orang yang dulunya sangat mesra dan saling mencintai, bisa berubah menjadi orang yang saling menjatuhkan dan bermusuhan. Kemaren dihari selasa, aku lagi kumat rajinnya. Aku ubah bentuk kamar dan menemukan sebuah photoku dengan seseorang yang aku sayang dimasa SMA. Dibawah photo itu tertulis dengan alaynya betapa aku menyayangi lelaki itu. Membaca tulisan itu membuatku geli.

Dulu aku juga sempat berfikir bahwa dia dimasa lalu itu adalah calon imam yang tepat. Dimataku waktu itu, tidak ada lelaki sempurna selain dirinya. Memandang photo itu membuatku tersadar. Tersadar akan semua pertanyaan yang tiba-tiba terjawab. Allah maha membolak-balikkan hati dengan mudahnya. Orang yang kamu cintai saat ini bisa jadi adalah orang yang kamu benci, begitu juga sebaliknya. Makanya Allah menyuruh untuk mencintai dan membenci sekedarnya saja.

Aku juga jadi mengerti mengapa islam melarang pacaran. Ya, karna belum tentu dia yang kamu sayang saat ini akan menjadi imam dimasa depanmu. Secara logika, islam tak ingin muda-mudinya menghabiskan waktu untuk sesuatu yang belum saatnya. Islam ingin para muda-mudi berfokus pada impian-impiannya. Islam juga tak ingin adanya perpecahan antar umat beragama, makanya pacaran dilarang.

Pikiranku langsung tertuju pada dirinya. Pada ‘dia’ yang aku sayang saat ini. ‘Dia’ yang bisa dibilang punya banyak kenangan dalam hidupku. Lalu entah kenapa aku ngerasa bodoh. Bodoh karna banyak menghabiskan waktu hanya untuk mengenalnya ketimbang mengenal Allah. Bodoh karna lebih sering menyia-nyiakan waktu meladeninya ketimbang mengejar mimpiku. Bodoh terlalu peduli pada dirinya dan tugas-tugasnya, padahal belum tentu ‘dia’ peduli dengan aku.

Mungkin kami bisa dibilang dekat. Dia yang bisa bikin ketawa. Dia yang pernah main kerumah. Dia, dia, dan dia! Tapi belum tentu kedekatan yang ada dipikiranku dan dipikirannya memiliki makna yang sama. MUNGKIN saja dia juga menjalin kedekatan-kedekatan lainnya dengan perempuan-perempuan lain yakan? Bisa saja kan? Trus kenapa aku dengan bodohnya harus terfokus pada dirinya? Trus buat apa aku harus menghabiskan waktu untuknya sehingga mengabaikan mimpi-mimpiku? Buat apa aku terlalu banyak menyimpan harapan pada sosoknya yang bahkan MUNGKIN tak pernah mengharapkan apa-apa? Ngapain aku harus terlalu peduli padanya sedangkan banyak hal yang lebih penting untuk dipedulikan? Mengapa selama ini terlalu bodoh, Muth? Dua atau tiga tahun kedepan, mana tau bukan dia lagi yang ada dihatimu. Seperti halnya seseorang yang aku sayang dimasa SMA yang pada nyatanya bisa terganti dengan ‘dia’ yang sekarang bukan?

Allah itu maha pembolak balik hati! Sebelum akad ditetapkan, tak ada kewajiban untuk  mempermanen nama dihati ini. Kalau sampai nama seseorang permanen dihati sebelum akad, pasti bakal sakit rasanya jika sipemilik nama itu pergi. Mungkin udah saatnya aku mulai hapus rasa ini. Rasa yang sebenarnya belum pantas untuk dicicip. Masih banyak mimpi yang harus aku kejar. Masih ada aba dan adik yang lebih pantas untuk disayang. Bismillah, bantu dan ridhailah Ya Allah. Tadi malam aku udah ngapus semua chat bbm kami. Chat yang bahkan dari awal kami bbm-an nggak pernah aku hapus. Chat yang bahkan bikin aku senyum-senyum sendiri layaknya dongeng sebelum tidur. Aku juga udah ngapus semua photonya dimemori hape.

Aah berat memang, apalagi udah sedekat ini, tapi ini harus. Untuk kebaikannya dan untuk kebaikanku juga pastinya. Banyak orang-orang hebat yang aku kenal dan mereka adalah orang-orang yang tidak menghabiskan waktu mudanya hanya untuk berpacaran. Mereka berusaha menggejar mimpi, hingga mereka bisa melesat tinggi sejauh ini. Aku ingin jadi bagian dari mereka. Bantu aku Ya Allah. kuatkan aku. Apalagi memang nggak mudah, ditambah iman yang masih tipis ini.

Kau adalah rahasia besar bagiku. Rahasia besar dari Allah. tersimpan rapi dan indah di lauhul mahfudz. Aku tidak kuasa mengintipnya. Bahkan berniat untuk tidak pernah mengintipnya. Aku ingin hal ini menjadi kado istimewa bagiku bila masa itu telah tiba. Biar tidak ada hati yang ternoda. Segitu mudah untuk memberi makna kanvas putih. Namun hanya segelintir insan yang tau cara untuk membersihkannya. Kau tau apa? Ia tak kan pernah kembali putih bersih. Retorika saitan memang menggugah, retorika Allah jauh lebih indah. Pacarku adalah suamiku kelak. Lelaki sejati yang takut bermain hati sebelum PEMILIK HATI menghendaki. Laki-laki yang melangkahkan kaki kerumah dan menemui kedua orang tuaku. Satu tujuan untuk menjadikanku sebagai makmun dalam hidupnya. Bukan ia yang memberiku beribu tangkai mawar ataupun segudang harta, sedangkan aku belum halal untuknya. (Yunita Amelia)

Sudahlah hentikan rayuanmu. Aku bukan anak ABG lagi. Jangan SMS, jangan telpon, jangan habiskan waktu sia-sia denganku. Lebih baik pakai saja waktumu untuk menghapal juz amma. Kalau sudah hapal, nanti setahun lagi datang saja kerumahku, segera lamar aku. kalau tidak, mungkin aku sudah jadi milik orang lain. (Dadan Ramdan)

Pria idaman tidak sibuk mengejar wanita, karna pria idaman sedang asik menjalani passion dan mengejar impiannya. (Yasa Singgih)

Lelaki yang mundur dari pacaran karna tau diri belum mampu, laksana anak panah yang mundur ditarik dari busurnya untuk maju. (Anisa Rutami)

Seorang gadis tidak boleh tergesa terikat dalam cinta yang sama-sama tidak dewasanya. Yang tidak jelas tujuannya. Dan yang hanya merusak studinya. Lebih baik baginya untuk menyiapkan diri bagi sebaik-baiknya lelaki dimasa depan, bukan yang asal ada sekarang. Jomblo adalah anak muda yang smart. Yang tegas berfokus pada studi dan karir. Dia berhak bagi cinta yang berkelas nanti. (Mario Teguh)

Sorry boys, no couple before akad! Allah dulu, Allah lagi, Allah selamanya. Hidup itu kaya hukum fisika. Perpindahan (s) = usaha (w)/gaya (f). Maksudnya itu, jika hidup ingin ada perubahan, maka jangan banyak gaya, tapi perbesar usaha. (Tengku Novenia Yahya)

Sebenarnya masih banyak insfirasi yang aku dapat dari mereka-mereka yang berfokus pada kehidupannya ketimbang cintanya, tapi sedikit itu saja dulu yang ku share. Mereka adalah orang-orang sukses dimataku. Prestasi mereka banyak dan dimana-mana. Karir mereka bagus. Nilai akademikpun bagus.

Umurku sekarang dua puluh tahun. Bukan saatnya lagi untuk berfokus pada suatu hal yang tidak pasti. Mending memperbaiki diri, untuk sesuatu yang baik nantinya. Bismillah, mudahkanlah Allah!  ingatkan aku juga ya teman-teman jikalau aku salah. Yang menulispun tak lebih baik dari yang membaca. Momentum perubahan dibulan yang penuh berkah. Salam sayang, @muthiiihauraa

Jum’at, 19 Juni 2015. 2 Ramadhan. 14.51 WIB.

You Might Also Like

8 komentar

  1. wah ini bahasannya dalem banget ngomongin cintanya.... jadiiii......... baper! hahahaa...

    tapi ada benernya juga sih... ngapain kita mikirin orang yang belum tentu mikirin kita?
    kenapa kita harus pacaran kalau sebenernya pacaran itu dilarang.

    semoga kita dipertemukan dengan jodoh kita di waktu yang tepat.. :)
    (karena jodoh yang tepat nggak datang dengan waktu cepat, tapi datang di waktu yang tepat) :)

    BalasHapus
  2. Haduh bahasannya berat nih masalah cinta, kan aku masih kecil :D

    Kenapa pacaran itu dilarang, karena ketika cewe dan cowo yang bukan muhrim berduaan maka yang ketiga setan. Lalu kalo kita emang ngebet banget pingin nikah ya nikah aja, kalo gak coba menahannya dengan puasa. Duh aku komen apaan sih?

    Tapi gara-gara kejadian diatas jangan takut sama cowok ya kak, gak semua cowok kayak gitu :)

    BalasHapus
  3. Kalo banyak cowok yang udah mati2an memperjuangkan pada akhirnya melepaskan.. itu sebenernya karna cowoknya penasaran aja, pengen ngedapetin ceweknya, begitu udah dapetin ceweknya, ngejalanin bareng, ternyata banyak nggak sregnya.. karena memperjuangkan beda sama menjalani, haha intinya gitu~

    ibarat orang pengen banget beli hape idaman, nabung tiap hari, makan ngirit, semuanya ngirit. begitu udah kesampaian beli... lama2 akhirnya bosen juga, pengen ganti yang baru lagi.. eh tapi setuju sama komennya Rizki, nggak semua cowok gitu. Ada yang setelah dapet hp setelah nabung lama, hapenya terus dipake, sampai udah mau rusak pun tetep dipertahanin~

    itu cuma analogi aja kok~

    BalasHapus
  4. Banyak orang belum bisa membedaka CINTA dan Penasaran. Yang dikatain bang Edotz benar banget tuh~

    BalasHapus
  5. Cinta itu universal..tapi ketulusan cinta hanya di buktikan pada dia yg berani meminang #tsssaaahhh (keikutan baper nih) :D

    BalasHapus
  6. saya sebagai cowok bingung maubilang apa. karena sampe sekarang pun masih bingung soal cinta itu sendiri
    bisa dibilang sih, aku jalani hubungan karena suka belum pernah rasanya sampe ke cinta. dan kalau putus, aku udah usaha untuk baik-baik tapi kebanyakan ceweknya yg gk mau di baikin. lngsung aja cuek dan sbagainya.

    soal usaha cowok.anggap aja cowok itu akan selalu berusaha begitu ada maunya aja.
    kalau cowok pergi atau apa jangandulu nyalahin cowok, takdir cowok emang mudah bosen samasesuatu kayaknya. cewek juga jangan terlalu banyak nuntut. cowok kalau udah suka pasti bakal ngelakuin apapun untuk pacarnya jadi buat cewk cukup terima dan puji.dengan gitu rasanya cowok gk akan mdah berpaling deh.

    BalasHapus
  7. Sebaiknya cewek juga jangan terlalu cinta sih. Seadanya aja. Cewek susah move on mungkin karena main perasaan. Sementara cowok mementingkan logika yang menyuruhnya untuk segera let go. Begitu. Tapi saya kenal beberapa cewek yang bisa move on, bahkan belum putus, kalau ketemu cowok yang lebih baik. ;)

    BalasHapus
  8. Beberapa cowok itu mudah bosan, tapi mereka bosan karena sebuah alesan, visi misi mereka tidak sejalan. Awalnya cowok itu ngejar si cewek karena pada awalnya dia belum kenal semua tentang cewek itu, dia mengupas semua sifat-sifatnya sampai dia merasa cocok. Ketika pacaran dan sifatnya semakin terkupas, kadang cowok menemukan sifat buruk si ceweknya. Kadang ada yang nggak suka dan ninggalin si ceweknya. Harapannya sudah nggak kayak dulu lagi. Itu menurutku.

    Aku baru-baru ini juga agak fokus ke organisasi dan ngejar beberapa list impianku. Lagi semangat-semangatnya berorganisasi, jadi ngelupain masalah cewek. Semoga aku nggak dibosenin sama ngejar impianku juga. Semoga kita nggak jadi manusia yang merugi :))

    BalasHapus