Hanya Pengen Bercerita

18.25 Muthi Haura 3 Comments



Haay, Assalamua’laikum. Lagi ngapain? Gimana kabarnya? Bulan Juli udah lewat ya? Haduh sampai lupa kalau tanggal 14 Juli kemaren, blog aku resmi berusia dua tahun. Selamat ulang tahun my blog! Makasi udah nemenin  aku dua tahun lamanya. Makasih udah mau dengerin cerita aku. makasi udah ngajarin banyak hal. Love you! Yuk, sukses bareng-bareng kitanya. :*

Nggak nyangka udah dua tahunan jadi blogger dan jujur saja banyak hal positif yang aku dapat. Udah lumayan lama aku dapat info dari facebook Balai Bahasa bahwa Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan memberikan penghargaan Taruna Sastra bagi generasi muda. Tentu saja aku tak ingin menyianyiakan itu, aku bertekad, aku harus ikut seleksi ini. Ada beberapa syarat yang harus diurus kekampus. Jujur saja, itu yang bikin malas. Malas banget keluar rumah itu!

Tapi entah kenapa rasanya sayang kalau harus nyia-nyiakan kesempatan ini. Akhirnya aku bilang kediri aku, apapun yang terjadi aku harus ikut seleksi! Kebetulan ditanggal 29 Juli Ides minta ditemenin ngurus nilai keakademik, tentu saja aku mau. Aku pikir sekali menyelam minum air kan? Sekali nemenin, juga bisa ngurus berkas-berkas untuk seleksi. Tapi pada nyatanya rencana hanyalah tinggal rencana, berkas-berkas itu baru bisa diurus pada bulan Agustus. Kecewa? Sedikit, tapi nggak apalah, toh masih ada waktu untuk mengurus berkas-berkas. Ides pun berjanji untuk menemani, tapi sayangnya rencana lagi-lagi tinggal rencana, karna ternyata tepat diawal Agustus, Ides pulang kampung.

Marah? Kesal? Kecewa? Nggak tuh! Aku sama sekali nggak marah dengan Ides, karna memang dia nggak ada salah apa-apa. Itu hidup dan hak dia, sedekat apapun aku dengan dia, aku tak boleh mengatur hidupnya. setiap orang berhak punya jalan dan pilihannya masing-masing, ya kan?

Trus aku mikir, apa ini pertanda kalau aku tidak diizinkan untuk ikut seleksi ini oleh Allah? ah enggak, Allah pasti ngizinin, hanya saja aku terlalu banyak mencari alasan. Aku coba ngajak Laila dan dia mau. Pas hari H mau pergi dengan Laila, ada saja halangan. Sampai dua kali tertunda. Perlu tau saja, aku type orang yang malas kalau ngelakuin sesuatu sendirian. Aku paling malas ngurus-ngurus sesuatu sendirian. Bahkan kalau boleh memilih, mending aku nggak usah ikut dari pada harus capek-capek ngurus sesuatu SENDIRIAN!

Lagi-lagi aku mikir karna halangan itu, mungkin Allah ngelarang aku ikut seleksi ini. Pas lagi main hp, aku tersentak dengan PM Ulan. Ulan bilang : ‘Mimpi itu harus dikejar. Mimpi itu harus diperjuangkan’. Entah mengapa, PM-nya kena banget dengan aku. Ya, mimpi memang harus dikejar. Mimpi memang harus diperjuangkan. Jika diibaratkan, seleksi ini adalah mimpi aku, tapi sayangnya aku kurang memperjuangkannya. Aku hanya duduk dirumah, berharap ada yang menemani, trus semua urusan selesai tanpa ribet. Yah, memang, bisa dibilang aku terlalu bergantung dengan orang lain. ;( Dan saat ada halangan, aku langsung bertekad untuk menyerah. Cih! Apa banget kamu, Mut -_- Padahal aku yang sering berkoar-koar didepan sahabat-sahabatku dengan slogan ‘Jangan menyerah untuk menggapai mimpi’, tapi pada nyatanya? Akulah orang yang menyerah itu. Terkadang apa yang aku katakan pada orang lain, sebenarnya lebih aku tujukan pada diriku sendiri. Lebih untuk diriku sendiri.

Semalam aku mulai introfeksi diri dan satu dari banyaknya hal yang ingin aku ubah dari diriku adalah harus bisa mandiri. Harus bisa nggak ngerepotin orang lain. Harus bisa ngurus-ngurus segala sesuatunya sendiri, toh skripsi besok, kamu ngurusnya sendiri kan Mut? Aku BM Laila, nanya kepastian apakah hari ini kami jadi pergi kekampus atau nggak. Aku pun lupa bilang ke Laila kalau paket aku besok habis dan pulsapun nggak ada.

Akhirnya, semalam aku memutuskan untuk pergi kekampus hari ini sendiri dengan berbagai pertimbangan. Mut, nggak usah ngerepotin Laila. Kasihan dia kalau harus jauh-jauh dari rumahnya kekampus CUMA untuk nemeni segala urusanmu. Ibunya lagi hamil. Pekerjaan rumah Laila juga banyak Mut. Dia juga harus jaga toko. Jangan egois! Belajarlah untuk ngelakuinnya sendiri. Sedekat apapun kamu dengan seseorang, tetap saja kamu tidak boleh bergantung dengannya. Kamu tidak boleh bergantung dengan Laila, Mumun, Ulan, dan teman-temanmu yang lainnya. Sedekat apapun kalian, tetap ada batasnya. Tetap kamu harus lebih ngandelin diri sendiri. Nggak selamanya mereka selalu ada buat kamu, Mut. Mereka juga punya kehidupan sendiri. Mereka juga punya mimpi yang harus mereka kejar sendiri.

Kalau ada sesuatu yang ingin kamu gapai, usahain sendiri terlebih dahulu! Dan kalau seleksi ini mimpimu, kejar Mut! Usaha! Apapun hasil dari seleksi ini, entah kamu menang ataupun tidak, seenggaknya kamu mengikutinya dengan usahamu sendiri. Kamu berjuang dengan usahamu sendiri. Setidaknya kalaupun kamu kalah, kamu tidak akan menyesal, karna kamu sudah mencobanya. Kamu tidak akan meraba-raba hasilnya, karna kamu ikut didalamnya.

Itu gejolak batinku tadi malam. Dengan berbagai pertimbangan, aku memutuskan untuk pergi kekampus sendiri. Tadi pagi setelah selesai bersihin rumah, aku siap-siap kekampus. Nggak lupa juga buat ngeprint dan ngopy berkas-berkas KESANA-KEMARI dengan berjalan kaki. Lelah? Capek? Pasti! Tapi inilah perjuangannya ;)) Setidaknya hari ini aku mampu ngalahin rasa malas didalam diri sendiri. Setidaknya hari ini walaupun lelah disuruh temuin dosen ini, temuin dosen itu, tapi aku senang. Senang karna bisa mengalahi sisi negatif dari diri sendiri. Besok pagi disuruh kekampus lagi buat ngambil berkas, permudah Ya Allah. ;’) Apapun hasil seleksi ini, aku akan terima dengan lapang dada, seenggaknya, aku sudah berusaha.

Pas lagi dijalan pulang, Laila nelpon. Dia nanya, jadi pergi apa nggak? Dia udah siap-siap dan tinggal OTW. Haduh, dia udah siap-siap pula tu. -_- Lek, maafin aku ya. Maaf ngerepotin dan nggak tau diri gini seenaknya ngebatalin. Nggak ada maksud buat ngecewain atau maksud lainnya, Cuma nggak pengen ngerepotin Lelek aja. Aku tau kok kalau Lelek itu sahabat yang baik. Aku tau kok kalau Lelek mau nemenin. Makasi! Muthi sayang Laila :*

Terkadang dalam mengejar mimpi, bergantung dengan orang lain bukanlah pilihan tepat. Pelajaran berharga buat diri sendiri. Dan jika kamu ingin mengikuti lomba atau seleksi apapun yang kamu yakini kamu mampu, maka ikutilah. Jangan karna nggak ada teman yang ikut, kamu juga nggak ikut. Jangan karna nggak ada yang nemenin ngurusin berkas, lantas kamu langsung menyerah dan memutuskan tidak ikut. Kalau kamu mutusin untuk nggak ikut, suatu hari nanti pasti akan ada rasa penyesalan didalam dirimu. Kamu akan mengutuki dirimu kenapa tidak ikut dan kamu akan menyalahkan dirimu.

Bisa saja lomba atau seleksi yang ingin kamu ikuti itu adalah jalan yang Allah pilihkan untuk mewujudkan mimpi-mimpimu yang lain. Bisa saja lomba atau seleksi itu adalah kesempatan kamu untuk berbuat lebih. Kesempatan itu dikejar, tidak lantas datang begitu saja. Ibarat kesempatan itu bola, maka kamu harus mengejar bola itu terlebih dahulu. Bola itu akan mengelinding kesana-kemari, kamu yang berlari untuk menangkapnya. Bola itu tidak akan datang padamu, jika kamu hanya berdiam diri.

Trimkasih untuk hari ini karna belajar banyak hal. Trimakasih untuk hari ini karna berhasil mengalahkan diri sendiri. Lanjut besok ngurus berkas lagi. Semangat Mut! Apapun hasilnya, itulah yang terbaik. Salam sayang, @muthiiihauraa
Rabu, 5 Agustus 2015. 11.53 WIB. 

Baca Artikel Populer Lainnya

3 komentar:

  1. Ciee selamat ulang tahun untuk blognya kak. Salam kenal :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halooo, Kak! Mau jadi bagian tim jelajah Kalimantan GRATIS dan dapetin MacBook Pro? Ikuti lomba blog "Terios 7 Wonders, Borneo Wild Adventure" di sini http://bit.ly/terios7wonders2015 #Terios7Wonders

      Jangan sampai ketinggalan, ya!

      Hapus
  2. Kejarlah mimpimu setinggi langit, jangan cuma setinggi langit-langit :)))
    semangat mbak

    BalasHapus