[Review Buku] : Yuk, Berhijab!

18.55 Muthi Haura 0 Comments



Haay, Assalamua’laikum. Gimana kabarnya? Sehat? Alhamdulillah! Sebenarnya banyak banget ide entry yang ingin ditulis, tapi belum terealisasikan juga disebabkan lagi fokus nyelesain novel. Iya, jadi sekarang ini aku lagi proses buat novel baru, judulnya ‘Sebuah Pilihan’. Entah kenapa pas nulis novel ini rasanya ngalir aja si ide.

Sebenarnya rencana liburan ini pengen nyelesain naskah non fiksi, tapi apa daya, kayanya buat nulis non fiksi itu harus lebih banyak baca lagi. Tapi nggak papalah! Target untuk novel ini mudah-mudahan bisa selesai tanggal 21 Agustus ini. Semoga saja! Amin! Kemaren pas hari Minggu ke Gramedia bareng kedua adikku, mungkin bisa dibaca kisahnya disini, aku beli sebuah buku yang aku pengenin udah dari jauh-jauh hari. Awalnya ada tiga buku yang pengen banget dibeli, tapi yang baru kebeli baru buku ‘yuk, berhijab!’ ini. 


Aku termasuk type orang yang jarang beli buku. Bukan berarti nggak suka baca ya! Suka, tapi lebih sering minjam atau baca lewat internet. Entah kenapa buku ‘yuk, berhijab!’ ini aku pengen banget, saking pengen bangetnya aku cari-cari reviewnya di internet. Banyak yang ngereview dan aku suka dengan semua reviewnya. Ternyata buku ini udah terbit sejak 2013 ya, kudet banget aku -_-

Malamnya, setelah selesai baca buku ini, langsung bilang kediri sendiri kalau buku ini keren banget! Jarang aku nemu buku yang menjelaskan tentang agama dengan kata-kata anak muda banget. Nggak ngerasa digurui. Itu menurut aku ya, entah kalau pendapat yang lain gimana. Tiap orang kan beda-beda pendapatnya.

Design sampul dan isinya pun ciamik. Pink comel gimana gitu! Kertasnya pun bukan kaya kertas buku biasa, tapi tekstur kertasnya itu lebih halus, aku kurang tau jenis kertas apa ini. Ilustrasinya keren dan mudah dimengerti bagi aku, ditambah lagi tulisannya full colour. Cantik! Aku memang suka tulisan full colour itu sejak lama, makanya buku catatan kuliah aku tulisannya pun full colour, sampai dikatain kaya anak SD sama teman dikampus, eh tapi merekanya malah ngikut-ngikut juga jadinya. Akhirnya pas lagi belajar mereka nyolek-nyolek sambil bilang : ‘Mut, pinjam pena warna biru’, ‘Mut, pinjam pena warna hijau’, bla bla bla. Ah, kagak kreatif mereka :v

Kembali kebuku, pokoknya keren deeh! Serius. Recommended banget. Mut, kok kaya promosi sih? Dibayar ya? Enggak kok, serius. Murni ini jujur penilain AKU pribadi. Aku nilai berdasakan apa yang aku rasa. Aku nggak pernah nulis kebohongan di blog ini, apa yang aku rasa itu yang aku tulis, karna bagi aku, blog ini bakal jadi kenangan masa muda aku saat aku tua nanti. Kalau aku nulis nggak berfeeling atau kebohongan, percuma aku nulis! ya gitu deh pokoknya!

Aku suka semua bagian dari buku ini! Nah, aku bakal tulis beberapa kata-kata yang ngena banget ke aku. langsung aja, check this out :

Makin dibaca, memang makin menyedihkan dan mengerikan nasib wanita sepanjang sejarah dunia. Tak pandang tempat juga zaman, wanita lebih sering dianggap objek daripada manusia. Peradaban Yunani Kuno, wanita diperbolehkan diperjualbelikan layaknya budak, tidak memiliki hak sipil dan hak waris. (hal.12)

Di India, tradisi Hindu mengenal Sati, yaitu sebuah proses membakar diri bagi janda yang ditinggal mati suaminya. Sederhananya, saat suaminya meninggal, maka berakhir juga hak hidup bagi wanita tersebut. (hal 15)

Dalam teologi nasrani, wanita dianggap beratnggung jawab atas diusirnya Adam dari surga. Karena wanita yang termakan rayuan setan. (hal 18). Fashion jadi pembenaran untuk menjadi murahan, seni jadi alasan untuk tanggalkan harga diri. Atas nama tren, wanita-wanita berlaku tanpa rasa malu. (hal 21)

Selamanya takkan ada lagi wanita sesmpurna Aisyah atau Maryam binti Imran, namun wanita akan selalu mengenal wanita yang meniti jalan yang sama dalam ketaatan. Tiada lagi wanita yang bapaknya nabi, pamannya nabi, dan bersuamikan nabi sebagaimana Shaffiyah, namun tak habis dunia merindu wanita cerdik cendekia yang karena akalnya ia berharga. Sampai ujung waktu akan sangat sulit menandingi cantik jelita paras A’isyah yang kemerah-merahan, namun sampai dunia berakhir akan banyak yang mencoba merebut cinta Rasulullah dengan taati perintahnya dengan berhijab. Hanya akan ada satu Khadijah yang dikenal setia, namun dunia penuh dengan wanita yang mengaguminya dan kepada syurga mereka bersedia. Bila engkau cantik, biarlah itu karna hijab. Bila engkau mulia, itu karena engkau menjaga yang wajib. Bila engkau mulia, biarlah itu karna ketaatan. Bila Allah berkenan, mudah-mudahan engkau dianugerahkan kehormatan. (hal 45)

Bila diujung cerita kita pun akan menutup aurat, mengapa tidak sekarang sebelum jadi mayat? (hal 127)

Dan banyak kata-kata lainnya lagi yang menginsfirasi, nggak mungkin aku tuliskan semuanya disini. Banyak banget pelajaran yang aku dapat dari buku ini. Tentang bedanya hijab, khimar, dan jilbab. Aku juga jadi tau batasan aurat-aurat wanita dengan mahramnya dan teman wanita non muslim. Aku jadi tau ciri jilbab syar’i itu yang gimana. Banyak banget deh manfaat dari buku ini menurut aku.

Oh ya, buku ini ditulis oleh Felix Y.Siauw, sedangkan visual cover dan isinya dibuat oleh Emeralda Noor Achni. Buku ini diterbitkan oleh Al Fatih Press. Untuk tau isi lebih lanjut dari buku ini, dibeli aja :D Kalau yang didaerah panam, aku mau kok minjamin, lumayan hitung-hitung aku bisa kecipratan pahalanya juga karna minjamin orang. Ini beberapa penampakan bukunya :
 


 

Dulu, wanita direndahkan harga dirinya karna memang keadaan. Kalau sekarang, wanita merendahkan dirinya sendiri dengan alasan EMANSIPASI WANITA. Tapi sayangnya emansipasi yang salah! Wanita menuntut persamaan gender dengan lelaki, padahal sudah jelas, bahwa wanita sangat berbeda jauh dari lelaki! Islam sudah mengatur semuanya dengan sangat indah. Emansipasi didalam islam berdasarkan kodratnya. Wanita sebagai seorang ibu, jihadnya dirumah. Sedangkan lelaki sebagai pemimpin keluarga, jihadnya berperang dan mencari nafkah. Berjalan sesuai kodratnya!

Segini dulu deh kayanya! Semoga sesegera mungkin bisa beli dua buku inceran lainnya. Ya Allah, aku wanita biasa yang sedang belajar menjadi sosok dewasa. Bantu aku dan jangan pernah berpaling dariku. Aku ingin berada dijalan-Mu. Aku ingin taat! See you at the top! Salam sayang dari seorang yang banyak dosa dan berniat untuk memperbaiki diri, @muthiiihauraa
Kamis, 13 Agustus 2015. 19.47 WIB.


Baca Artikel Populer Lainnya

0 komentar: