MasterChef Indonesia

00.14



Haay, Assalamua’laikum. Gimana kabarnya? Malam minggu nih, isi dengan hal-hal yang bermanfaat ya. ;) Tadi aku nonton grandfinal masterchef Indonesia, aaak Luvita menang! Hebat deh jagoan aku! emang dari awal nonton masterchef Indonesia udah dukung Luvita. Sampai-sampai pas nonton final tadi, aku ribut sendiri -_- Trus aba aku bilang gini : “Apalah kakak ni, emangnya kalau mereka menang, kakak dikasih uang?” Enggak sih, tapi kan bikin termotivasi.

Iya, aku jadi termotivasi, apalagi pas tau Luvita menang. Umur aku dan Luvita sama-sama berumur 20, tapi dia bisa ngasilin hal yang luar biasa diumur segitu. Lah aku? Aku kan jadi semakin semangat biar bisa kaya dia sesuai passion aku. Selama nonton masterchef, ada beberapa hal yang bisa aku ambil pelajaran. Apa saja? Check this out :


Pelajaran pertama, time management itu penting! Coba deh kalau konstentan masterchef kerjanya lambat, pasti nggak akan mampu nyelesain challenge sesuai waktu yang ditetapkan. Hasilnya? Ya, pasti kalahlah! Nggak Cuma di masterchef, apapun profesi kita, time management itu penting! Kalau kamu masuk dunia kerja, trus kamu selalu terlambat, selalu nggak nyelesaikan tugas sesuai deadline, apa perusahaan masih mau mempertahankan kamu?

Yang ada kamu mah dipecat! Nggak peduli sehebat apapun kamu, kalau time management kamu nggak bagus, nggak akan dipakai juga. Nggak akan ada orang yang mau memperkerjakan kamu. Begitu juga untuk mahasiswa yang selalu ngeluh akan banyaknya tugas. Ngutukin dosen dan bilang kalau para dosen itu nggak punya perasaan. Bukan dosennya yang salah, kamunya yang salah! Kamunya yang nggak bisa memanage waktu dengan baik!

Trus kamu berdalih nggak sempat buat ngerjain tugas karna sibuk organisasi. Aku pernah baca sebuah status facebook yang kalau nggak salah isinya seperti ini : ‘Kalau kamu ikut organisasi dan ip mu jelek, jangan salahin organisasinya! Disaat kamu sudah memilih untuk ikut organisasi, bukan waktu belajar yang harus kamu korbankan, tapi waktu tidur!’ Ini peringatan buat kamu, Mut! Jangan suka nunda-nunda! Lakukan sesuai waktunya. Time management, Mut!

Pelajaran kedua, masak dengan hati. Sesuatu yang melibatkan hati, pasti akan menjadi hal yang luar biasa. Nggak hanya masak, apapun yang kita lakukan kalau melibatkan hati, pasti hasilnya akan luar biasa, right? Contohnya aja cinta yang melibatkan hati, pasti hasilnya luar biasa bukan? Saking luar biasanya, bisa bikin orang-orang sangat bahagia atau malah galau segalau-galaunya. Lakukan sesuatu dengan hati! Lakukan passion kamu dengan hati agar hasilnya makin maksimal ;))

Pelajaran ketiga itu, berapapun umurmu, kalau kamu punya tekad yang kuat dan mau usaha, kamu bisa mendapatkan apa yang kamu mau itu. Kaya Luvita, umurnya masih 20 yang artinya dia konstentan kedua termuda setelah Tere. Karna masih muda gitu, pas grandfinal tadi banyak yang dukung om Deni ketimbang Luvita. Mereka lebih percaya om Deni karna menurut mereka om Deni lebih berpengalaman, tapi hasilnya apa? Luvita menang! Dia bisa membuktikan kalau usia bukan halangan. Begitu juga seharusnya kita, mau tua-muda-berpengalaman-ataupun tidak, tunjukkan usaha terhebatmu dibidang yang kamu sukai.

Miliki tekad yang kuat untuk mewujudkan apa yang kamu inginkan. Teruslah berusaha! Nggak ada yang nggak mungkin didunia ini, kecuali menghidupkan orang yang sudah mati. Teruslah berjuang sampai titik darah penghabisan.

Hidup adalah proses. Hidup adalah belajar, tanpa ada batas umur, tanpa ada kata tua. Jatuh, berdiri lagi! Kalah, mencoba lagi! Gagal, bangkit lagi! Never Give Up! Sampai Allah berkata : ‘Saatnya pulang’! Ketika lelah membuatmu berhenti, tataplah impian yang telah menguatkanmu untuk memulai. Tataplah orang-orang yang mengharapkanmu untuk sukses. Tataplah orang-orang yang telah meremehkanmu. Tataplah bahwa berhenti itu bukanlah jalannya. Selesaikan sesuatu yang sudah dimulai, karna berhenti atau mundur berarti hancur.

Trus pelajaran yang keempat, harus berani mencoba! Kaya konstentan masterchef Indonesia, karna mereka berani mencoba, akhirnya mereka bisa sampai di galeri masterchef bukan? Misalnya nih jika Luvita nggak berani untuk daftar dan mengikuti step demi step untuk bisa masuk sebagai konstentan di master chef, apa dia bisa jadi juara seperti sekarang ini? Tentu saja nggak!

Karna dia berani mencoba, karna dia berani memulai apapun hambatannya, karna dia berani untuk survive, akhirnya dia bisa jadi juara seperti sekarang ini bukan? Gitu juga kita, harus berani! Harus berani dalam melakukan hal-hal positif yang ingin kita kerjakan. Kalau kamu ingin ikut lomba, harus BERANI dulu untuk mendaftarkan diri. Soal menang atau kalah itu Cuma bonus, pengalaman yang penting!

Itu deh kayanya yang bisa diambil dari tayangan masterchef Indonesia, ada tambahan? Sekali lagi selamat ya Luvita! Aku yakin setelah ini akan banyak hal-hal luar biasa yang akan kamu dapatkan. Sebenarnya bukan Luvita aja sih, semua konstentan masterchef jika dia sudah pernah masuk galeri, artinya dia sudah pernah masuk TV, pasti akan banyak hal-hal luar bisa yang ia dapatkan. Publik sudah cukup mengenal dia. Dilingkungan hidupnya pun dia juga akan lebih diterima. Yah sebuah pengakuan!

Sama halnya kaya aku dan Christin yang pernah masuk 50 besar EAGLE AWARD Documentery 2015. Teman-teman dilingkungan aku (publik) nganggapnya udah wah. Sampai-sampai pas liburan kemaren salah satu teman aku si Desnot bm kaya gini : “Mut, kok nggak presentasi di Metro TV, kan masuk dominasi EAGLE Award.”
Aku : Haha! Kami Cuma masuk 50 besar, bukan 10 besar. Yang presentasi di metro TV itu Cuma yang masuk 10 besar.
Desnot : Tetap kalian itu luar biasa, Mut!

Walaupun nggak menang di EADC, lingkungan aku sudah cukup menganggap itu hebat. Yah, sebuah pengakuan. Gitu deh pokoknya. Aakh kedepannya masterchef ke-14 nggak ada lagi. Nggak bakal ketemu Luvita-om Deni-Yulia-Shela-Axiang-Riski-Laras-Bachien-Valda-Anwar-Tere-Samuel-Hendri-chef Arnold-Matteo-Raymon-dan all crew master chef 14 lagi ;(  huhu. Sepi deh sore Sabtu dan Minggu aku! 


Bachien-Riskki-Luvita {}


Oh ya, kata-kata Febri Rachman a.k.a Bacien tadi cukup nampar. Bachien bilang : “Om Deni nggak kalah. Om Deni tetap hebat, hanya saja yang dicari adalah yang terhebat”. Kita pun begitu, kita nggak kalah, hanya saja mungkin ada yang lebih hebat dari kita. ;)) Nggak mau kalah ah dari Luvita! Aku bakal makin semangat untuk ngejar semua mimpi-mimpi aku. see you at the top! Salam sayang, @muthiiihauraa
Minggu, 12 September 2015. 20.45 WIB.
 

You Might Also Like

1 komentar

  1. Dulu aku jagoin Yulia :3
    Maklum anak kos, jadinya ga selalu mantengin MCI. Eh tau tau udah grandfinal aja. :D
    Selamat buat Luvitaaa!!

    BalasHapus