Tips Membuat dan Menerbitkan Novel #1

18.18 Muthi Haura 11 Comments



Haaai, Assalamua’laikum. Gimana kabarnya? Sehat? Alhamdulillah! ;)) Hari ini asli hidup aku leyeh-leyeh nggak jelas aja. Seharian kerja aku Cuma gegulingan diatas kasur sambil online, sama sekali nggak nyentuh cucian piring, sama sekali nggak nyentuh penggorengan, sama sekali nggak nyentuh gagang sapu! Lho, kenapa jadi malas gitu Mut? Iya, habis semua pekerjaan diambil alih sama adik aku si Intan a.k.a Qonita.

Ternyata gini toh rasanya nyantai banget ;’) Enak Mut? NGGAK sama sekali, bosan mah iya. Kaya nggak punya semangat hidup kerjaannya dikasur mulu -_- Pengen nulis sih tadi, tapi sama sekali belum nemu ide untuk nulis naskah lagi, untungnya tadi aku gunain buat blogwalking sana-sini, lumayan banyak dapat informasi terbaru.

Aku itu suka nulis, BANGET malah! Menulis is my life. Menulis is my passion. Pernah nggak sih saat kalian ngerasa happy ngelakuin sesuatu yang memang passion kalian? Yah, itu yang aku rasain saat menulis! Passion tiap orang itu beda-beda, ada yang memang sukanya menulis, ada yang lebih pada public speaking, menyanyi, design grafis, dan lain sebagainya. Apapun passion kalian selagi itu positif, why not? Gali terus! Passion yang dibayar itu mengasikkan tau ;)) 




Sejak novel aku terbit, lumayan banyak juga yang nanya gimana caranya bikin naskah yang sampai bisa diterbitkan gitu. Ada yang nanya langsung didunia nyata dan ada juga yang lewat facebook bahkan twitter. Bukannya pelit untuk menerangkannya secara langsung, hanya saja prosesnya itu panjang dan nggak cukup hanya ditulis beberapa karakter di twitter atau mengetikkannya panjang lebar di inbox facebook. Makanya aku menjanjikan tulisan ini pada mereka yang merequest dan semua yang aku tuliskan, murni pengalaman pribadi.

Sebenarnya, aku belum pantas ngasih tips-tips kaya gini, masalahnya naskah novel aku masih satu yang diterbitkan. Masih banyak diluar sana yang udah menerbitkan berpuluh-puluh naskah, tapi nggak ada salahnya kan berbagi? Berharap banget semoga entry ini bisa bermanfaat buat kalian dan menghasilkan pahala buat aku ;’) Nggak ada yang lebih indah dari pada disaat kamu berbagi dan dapat bermanfaat untuk orang lain ;’) Mungkin aku nggak bisa berbagi lewat harta, tapi semoga aku bisa berbagi lewat tulisan.

Siapa disini yang bermimpi untuk menjadi penulis? Siapa disini yang bermimpi untuk melihat naskah novelnya diterbitkan secara cetak? Siapa disini yang bermimpi melihat naskah novelnya berjejer diantara novel-novel di Gramedia? Siapa disini yang naskah novelnya pernah ditolak penerbit? Aku pernah berada di fase-fase itu. Aku pernah sempat down saat ditolak penerbit ;’) Tapi percayalah, gagal disatu penerbit bukan berarti naskahmu jelek. Naskah ‘Harry Potter’ ditolak oleh 14 penerbit. Naskah ‘A time of Kill’ karya John Grisham ditolak penerbit EMPAT PULUH LIMA KALI sebelum best seller seperti sekarang! Naskah novel ‘The Help’ karya Kathryn Stockeet ditolak ENAM PULUH KALI.      Perlu diulang? ENAM PULUH KALI!

Jadi, kalau naskahmu BARU ditolak sekali-dua kali dan kamu langsung nyerah, lupain saja mimpimu untuk jadi seorang penulis! Please deh, sekali dua kali itu nggak akan bikin kamu mati. Justru ditolak itu bikin kamu ngerti selera penerbit dan bikin kamu makin termotivasi untuk menerbitkan naskah itu. Penolakan dalam dunia tulis menulis itu biasa kok. Itu salah satu proses yang harus dilewati. Hampir semua penulis rata-rata pernah mengalami yang rasanya penolakan. Kecuali kalau background kamu artis dan mau nerbitin buku, pasti banyak penerbit yang bakal mau diajak kerja sama gimanapun bentuk tulisan kamu. Kenapa? Karna seorang artis atau public figure sudah memiliki personal branding. Sudah memiliki fans. Wajar!

Tapi Mut, aku nggak punya waktu buat nulis. kalau nulis memang passion kamu, nggak ada yang namanya nggak ada waktu. Dari pada kamu ngestalkingin akun sosial media si ‘dia’ atau si mantan, mending nulis deh! Kalau memang menulis adalah mimpi kamu, nggak ada istilah nggak sempat! Aku nggak punya laptop, gimana mau nulis Mut? Fasilitas itu hanya sebagai media pendukung, kamu masih bisa menuliskannya dibuku bukan? Selalu ada jalan dan no excuse! ;))

my novel  


Yang pertama kali aku lakukan saat ingin membuat naskah novel adalah menemukan ide. Iya ini penting! Ide itu bisa ditemukan dimana-mana. Bisa lewat bacaan-tontonan-curhatan teman-renungan-pengalaman pribadi-ngestalkingin mantan-pokoknya dari mana aja deh! Kalau kamu udah nemuin ide, kamu catat tuh ide-ide kamu. Kalau nggak dicatat, bisa aja idenya hilang. Ide itu mahal lho harganya. Nggak tiap kali kita bakal dapat ide yang segar.

Kalau aku memang punya buku agenda kecil yang multifungsi. Multifungsi gimana Mut maksudnya? Iya agendanya multifungsi karna didalamnya ada target-target aku, ada kata-kata motivasi, dan ada ide-ide yang tiba-tiba muncul dan aku catat. Kadang juga kalau lagi dibus dan ide muncul, aku selalu nulisin di note hp. Percuma kamu punya smartphone keren tapi nggak dimanfaatin dengan baik :p

Kedua nih setelah nemuin ide dan tau akan dibawa kemana alur cerita kamu, yang harus kamu lakukan adalah ngesearch penerbit mana yang ingin kamu tuju! Jangan tanya kepenulis yang kamu kenal, karna nggak semua penerbit sipenulis itu tau prosedurnya. Zaman sekarang udah era modern, mbah google udah serba tau, lagian penerbit-penerbit mayor itu pasti punya website dan diwebsite mereka itu, mereka juga menjelaskan prosedur pengiriman naskah.

Jadi, jangan malas ngesearch ya ;)) Yang ketiga, biasanya setelah tau penerbit mana yang ingin aku tuju, aku ngestalk twitter atau akun facebook penerbit tersebut, Cuma ingin memastikan naskah aku cocok nggak dengan kriteria penerbit tersebut. Nggak ada salahnya juga kamu baca-baca novel terbitan penerbit yang kamu tuju. Hal ini meminimalisirkan penolakan terhadap naskah kamu. 



Langkah selanjutnya a.k.a keempat, yang aku lakukan adalah membuka dua microsoft word. Kenapa dua Mut? Mubazir banget! Ya, habis memang gini cara aku. Boleh diikutin, boleh nggak :v Aku buat dua itu karna yang satu microsoft word untuk naskah utuh dan satunya lagi untuk draft naskah tersebut. Maksudnya gimana, Mut? Naskah utuh itu naskah keseluruhan dari awal cerita sampai akhir. Di naskah utuh ini juga aku setting model kertas atau margin yang diminta penerbit. Misalnya nih penerbit A minta marginnya 4 cm-4cm-3 cm-3 cm, nah dinaskah utuh inilah penyettingan margin tersebut.

Nggak tau letak margin di word? Klik page layout-margins, dah atur deh! Biasanya tiap penerbit syarat-syaratnya berbeda-beda ya. Sedangkan word untuk draft ini berisi tentang nama-nama tokoh dan sifat-sifat mereka plus segala hal penting yang berkaitan dengan sitokoh. Jadi karakter tokohnya itu bisa kita buat konsisten. Misalnya aku mau buat tokoh bernama Dirga, maka di word khusus draft itu aku buat gini :
Raditya Adirga -> Angkuh. Keras kepala. Semester V ilmu komunikasi di UIN SUSKA. Suka warna hijau. Umur 21 tahun. Bla bla bla.

Gimana? Paham? Alhamdulillah ;)) Kelima, buat judul! Jadi aku sebelum nyelesain naskah, aku udah mikirin judulnya. Jujur saja, aku paling payah dalam hal pembuatan judul, baik itu untuk naskah straigh news, feature, novel, cerpen, puisi, dan lain sebagainya. Banyak juga pembaca novel #AlwaysLoveYou yang bilang kalau judulnya kurang nyambung. Maafin^^ Aku memang agak-agak lemah dipembuatan judul. Dari dulu emang kaya gini haha.

Nentuin ide udah, nyetting word sesuai syarat penerbit udah, buat judul juga udah! Selanjutnya apa lagi ya? Keenam yang aku lakuin adalah bikin nama-nama sipemain dinovel dan buat sifat-sifat mereka. Semua itu aku tulisin di word draftnya. Yang ketujuh yang pelu dilakuin adalah................................................................................................................................................................................................................... TO BE CONTUINED.

Udah lima halaman dan prosesnya masih panjang, jadi aku pending dulu ya! Aku mau mandi! ;)) Nanti Insha Allah aku buatkan part keduanya. ;)) ‘Kalau kamu bukan anak raja dan bukan anak ulama, maka jadilah penulis’-Imam Al Ghazali.

Salam sayang and see you at the top, @muthiiihauraa
Selasa, 8 September 2015. 18.03 WIB.

Baca Artikel Populer Lainnya

11 komentar:

  1. Aduh... muthia udah sukses nulis buku dan terbit ni... keren.... selamat ya muth... "Intip naskah yang tak kunjung kelar."

    Tipsnya baru dikit banget, ya. Aduh... jadi penasaran Pangeran sama kelanjutannya muth. Cepetan dipost lagi, ya. Setidaknya Pangeran bisa belajar dari banyak penulis sepertimu ini muth..

    Andai sajak tak sesulit majas, mungkin aku bisa melakukan hal yg sama. :)

    BalasHapus
  2. Wah, salut kamu udah bisa nerbitin buku. Keren mbak mut. Hehe

    Berbagi yang lebih banyak lagi ya ilmunya! Thanks.

    BalasHapus
  3. Wah keren nih sudah keluarin novel dan bisa berbagi cara-cara, emang aku pingin sih untuk bisa membuat novel tapi ya cuma sebatas pingin aja gak sampai pingin yang menggebu-gebu gitu. Aku masih pingin latihan untuk konsisten nulis aja dulu.

    Ditunggu yang part ke2 ya kak :)

    BalasHapus
  4. Hebat... jadi pengen nulis buku... masih belum kepikiran sampe situ...
    soalnya masih belajar baca buku dulu, hehe... semoga bisa nerbitin buku...
    lain waktu dan bukunya bisa jd best seller, amin...

    BalasHapus
  5. wah nanggung nih

    saya juga pengen nerbitin buku nih, baru-baru berhasil masuk antologi jadi udah punya sedikit semangat buat bikin novel sendiri.

    tapi ya, terkendala sama males
    project novelku aja udah setahun lebih gk kusentuh
    dan ini kepingin buat novel baru yang menyesuaikan sama selera masyrakat

    BalasHapus
  6. Do'ain gue ya, smg bisa segera lolos ke penerbit dan diterbitin juga
    Pengen liat bukunya mejeng di toko buku

    btw kl gue ada step penting yg blm dbahas d sini,step ngumpulin mood :D

    BalasHapus
  7. menginspirasi, terima kasih tipsnya, sangat bermanfaat. Saya juga ingin menulis novel, yang pasti menulis novel itu memang butuh perjuangan. Kalau ada yang bilang nggak ada waktu, itu artinya dia tidak bisa mulai fokus dan displin. Yang pasti kalau novel udah terbit, pasti ada yang minta gratisan, padahal bikinnya butuh perjuangan, semoga bukunya banyak yang beli :)

    BalasHapus
  8. Keren tipsnya, thank you banget lho udah bagi-bagi tips ini. Kemaren ini gua sempet dideketin sama dua penerbit yg katanya mau bikin blog gua jadi buku, tapi karena dua-duanya ga ada link ke Gramedia, nantinya buku gua cuma bakal dijual secara online doank, jadinya gua tolak deh. Sempet mikir kayaknya gua sendiri yg harus proaktif masukin naskah ke penerbit-penerbit besar, tapi blog gua kan isinya campur aduk gado-gado nih, harus angkat satu tema doank kalo mau dijadiin buku, dan sampe sekarang gua belum beres mensortir dan mengedit naskahnya hehehe...

    Lanjutin donk tipsnya...seruuu..seruuuuuu

    BalasHapus
  9. Meski cuma satu naskah pasti itu banyak cerita di balik pembuatannya. gimana sih rasanya di tolak penerbit itu ?? sakit ngak ?? sakitan mana sama di tolak mantan ? :D

    gue sebenernya pengen buat naskah terus bisa di cetak deh tapi gue terkendala sama penyakit gue, iya penyakit males. susah banget ngalahinnya. kadang ada juga terlintas ide tapi kalo ngak di buat gitu bisa lupa. terus permasalahan gue adalah saat mulai cerita, terus kekonsistenan gue nulis itu yang bermasalah bagi gue. tapi makasih tipsnya bisa buat gue makin percaya diri buat naskah, di tunggu part-part selanjutnya :)

    BalasHapus
  10. Waaah kamu keren muth udah punya buku sendiriiii...ya bisalah ngasih tips juga, kan berbagi ilmu nggak ada salahnya..emang momen paling sakral itu pas diajuin ke penerbit ya..karena idup mati si baby ada di situ..buku buku best seller juga dulunya pernah ditolak berkali kali kayak yg kmu bilang..cman gimana aja penulisnya mau nerusin ayo ngelanjutin. Kapan ya gue punya buku sendiri..

    BalasHapus
  11. Kakak makasih banyak sudah menyempatkan untuk membuat tulisan ini.. maaf ya aku baru buka link kakak yang dimention di twitter:( Aku MABA nih, kak! Jadi masih sibuk-sibuk bergaul mencari teman di lingkungan baru:) Oh iya, aku juga mau cerita nih hahaha alhamdulillah jadi anak FIKOM juga, meski dapetnya di swasta sih, tapi.. almamater bukan penentu jaminan kita menjadi sukses kan ya? Peminatannya? Aku pilih BROADCAST!! Bismillah ya Allah.. kayanya jejak aku sama kaya kakak banget nih hehehe.. semoga aku bisa nyusul menerbitkan novel juga seperti kakak:)) Aminnn.. sekian dulu ya, kak. Sukses kuliahnya! Sukses menulisnya! Semoga gak bosen-bosen berbagi kisah dan pengalaman kakak ya semisal aku request dan nanya-nanya soal Broadcast nanti. Hahihuheho~ ditunggu selanjutnya! 😘

    BalasHapus