Broadcasting atau Jurnalistik (?)

19.44 Muthi Haura 1 Comments



Haay, Assalamua’laikum! Gimana kabarnya? Sehat? Alhamdulillah!! ;)) Aku lagi ngedit tulisan teman-teman LPM untuk majalah edisi 100 nih. Rada rempongin juga, tapi nyenengin. Gini toh rasanya terjun langsung dalam pembuatan majalah, dikejar deadline! Haha! Udah lumayan lama dinobatkan jadi redaktur, baru kali ini terjun langsung, kemana aja Mut? -_- Maafin ya teman-teman di LPM Gagasan. Maafin ya bang Hafiz. Ini aja tersadar gegara kemaren diingatin sama kak Iwil.

Iya, jadi ceritanya di hari Rabu tanggal 17 November yang lalu, aku-Ama-Peny-kak Iwil makan siang bareng di warung pak Meet. Yang namanya makan bareng, pasti juga diselingi dengan cerita-cerita banyak hal, trus kak Iwil bilang gini : “Kasian Hafiz tu, banyak kali beban dia. Kalian bantuinlah abang tu. Perlakukan kaya kalian memperlakukan abang kandung sendiri. Tanya ke dia apa yang bisa dibantu, soalnya dia tu typenya segan ngasih orang lain tugas. Muthi apalagi, Muthi redaktur. Biaya PJTL kalian tu, Hafiz yang nyari. Kapan lagi Muthi nagih-nagihin tugas liputan majalah? Mumpung dikasih kesempatan, mulailah belajar. Kerja redaktur itu enak, marah-marahin orang dan nagihin liputan. Belajar untuk didunia kerja.”
Aku : Segan Muthi kak. Nanti lainnya mereka itu mikirnya.
Kak Iwil : Hilangkan segan itu lagi. Mereka pun juga tau kalau itu memang tugas Muthi. Bla bla bla.

Panjang deh nasehat kak Iwil. Kak Iwil, makasi untuk semua bimbingannya! Untuk semua nasehatnya. :* Kak Iwil ini adalah salah satu sosok yang aku kagumi. Dimata aku, dia orangnya tegas, pokoknya kerenlah. Ilmunya juga luas. Sukses selalu kak! Selesai makan-makan itu, aku bertekad untuk berubah jadi lebih baik lagi. Percuma aku di PJTL-in ngabisin banyak biaya kalau nggak bisa berbuat untuk Gagasan kan? Akhirnya aku bilang ke bang Hafiz kalau aku aja yang handle edit-mengedit majalah edisi 100 dan bang Hafiz ngeiyain. Sorenya, aku-bang Hafiz-Ama-Peny-Toni-Napi-Hanif-dan beberapa adik magang pergi ke KPID (Komisi Penyiaran Indonesia Daerah) Riau.

Ini poin-poin ilmu yang aku dapatkan di KPID Riau : “KPID baru terbentu pada tahun 2010 di Riau yang diawasi oleh DPRD. KPID adalah lembaga independent yang memiliki visi terwujudnya sistem penyiaran yang adil dan mencerdaskan. Masa jabatan di KPID selama 3 tahun dan dapat dipilih kembali, tapi hanya bisa menjabat 2 periode. Sinetron 7 manusia harimau sudah sering mendapatkan peringanya dari Komisi Penyiaran.”

“Film-sinetron-iklan, dapat dikategorikan kedalam film. Sebelum disiarkan, maka masuk dulu ke sensor film. Setelah masuk di TV, maka akan diawasi oleh KPI. Berita di TV kalau ada pelanggaran, maka yang bertanggung jawab adalah Dewan Pers, sedangkan KPI hanya mengawasi programnya. Jika sebuah program distasiun TV itu melakukan pelanggaran, maka yang akan diperingatkan oleh KPI adalah stasiun TV tersebut, bukan programnya.”





Kurang lebih begitulah ilmu yang aku dapatkan saat berkunjung ke KPID Riau. Lumayan menambah pengetahuan, apalagi relavan juga dengan jurusan kuliah yang aku ambil. Yap, broadcasting! Sejak awal milih Ilmu Komunikasi, aku sama sekali nggak pernah kepikiran untuk masuk Broadcasting. Mengerti tentang broadcastingpun waktu itu tidak. Yang ada didalam pikiranku adalah masuk Ilmu Komunikasi dan memilih konsentrasi Jurnalistik. Apalagi pas SMA, aku pernah dipercaya sebagai ketua Jurnalistik, semakin meyakinkanku untuk memilih konsentrasi Jurnalistik.

Tapi ternyata seiring memasuki dunia perkuliahan, aku semakin mengenal apa itu broadcasting. Aku semakin penasaran dengan seluk-beluk broadcasting. Mulanya disaat semester satu, kelas kami berinisiatif untuk ikut Festival Film Pendek yang diadain Kreasi. Memang sih filmnya nggak jadi, tapi proses pembuatannya itu menantang dan penuh lika-liku. Pokoknya waaw lah menurutku. Aku suka photografy, walau jauh dari kata ahli. Aku suka ngedit-ngedit video atau design photo, yah memang masih belum ahli juga. Karna berbagai pertimbangan dan ketertarikan itulah membuatku mantap memilih konsentrasi Broadcasting, meninggalkan pilihan awalku, jurnalistik.

Disemester dua, aku mulai aktif di LPM Gagasan. Kebanyakan teman-teman yang tidak sekelas denganku, mengira aku anak Jurnalistik. Apalagi setelah aku nerbitin novel Always Love You, makin banyak yang mikir kalau konsentrasi yang aku ambil adalah Jurnalistik. Bagiku, jurnalistik ataupun broadcasting, keduanya adalah hidupku. Memang aku belum ahli dikedua bidang itu, tapi aku tertarik untuk mendalami keduanya. Tidak salah bukan?

Memilih konsentrasi broadcasting menurutku adalah pilihan yang tepat, walau kadang sering kewalahan dengan tugas-tugasnya karna sama sekali nggak punya basic di dunia broadcasting seperti halnya teman-teman yang lain. Tapi aku menikmatinya, ooh tidak! Kadang juga mengeluhkannya haha :D

Kenapa nggak ngambil jurnalistik saja, Mut? Aku udah bilang kan kalau aku tertarik dikedua bidang itu dan aku pikir, kalau aku ngambil jurnalistik, aku nggak akan bisa belajar broadcasting secara otodidak. Broadcasting itu belajarnya perlu media, perlu guru! Sedangkan jurnalistik, aku rasa bisa belajar secara otodidak dan bisa juga belajar dari LPM Gagasan.

Lagian antara broadcasting dengan jurnalistik, pelajarannya tidak terlalu berbeda jauh. Yang membedakannya hanya medianya saja. Broadcasting lebih kepada televisi dan radio, sedangkan jurnalistik lebih kepada koran. Semuanya berkaitan bukan?

Untuk saat ini, masih banyak yang harus aku pelajari dari keduanya. Broadcasting ataupun jurnalistik, yang pasti, aku mencintai keduanya. Ya, aku mencintai keduanya dan aku harap bisa expert dikedua bidang itu.

Sejauh ini, aku masih harus banyak belajar dikedua bidang tersebut. Masih banyak kurangnya memang, tapi aku yakin, jika dipelajari dan ditekuni secara serius, pasti hasilnya juga akan bagus, iya kan?

Semangat untuk terus belajar, Mut! Walaupun minim media dan alat, tapi pasti akan selalu ada jalan bukan? Manfaatkan saja apa yang ada semaksimal mungkin. Orang sukses tidak dibentuk dengan lingkungan yang ‘biasa-biasa’ saja, tapi dibentuk dan ditempa dalam lingkungan ‘luar biasa’, sehingga mampu menjadikannya sosok yang luar biasa, right?

Udah diakhir-akhir 2015 aja. Nggak kerasa! Masih banyak target dan mimpi yang harus dikejar plus direalisasikan. Enggak mudah memang untuk merealisasikannya, tapi bukan berarti nggak bisa. Hilangi rasa malas lagi, Mut! Produktifkan waktu. Semoga pelajaran di jurnalistik dan di bradcasting mampu membawaku kejalan kesuksesan. Salam sayang, @muthiiihauraa
Rabu, 25 November 2015. 09.38 WIB. At perpustakaan UIN SUSKA Riau.

Baca Artikel Populer Lainnya

1 komentar:

  1. Semangat untuk kerjanya mbak...
    2015 masih ada 1 bulan loh, kejar target-targetnya untuk tahun ini....

    :))

    BalasHapus