travelling

Desa Gema

20.10



Haay, Assalamua’laikum. Gimana kabarnya? Sehat? Kemaren di hari Kamis, senang with kengkawan Gagasan. Iya, senang walau lelah :D Jadi berawal pas cerita-cerita ala warung kopi bareng Ika-Bang Hafiz-Arul-Mamak-Hanif diluar sekre dihari Senin yang lalu, tercetuslah sebuah ide untuk liburan bareng. Ya, kebetulan Kamis-Jum’at-Sabtu-Minggu ini FREE!

Ada yang ngusulin ke Gema, ke Siak, ke Sungai hijau, dan berbagai opsi-opsi lain. Aku kira cerita ala warung kopi ini hanya sekedar ‘cerita’ bualan seperti halnya perencanaan jalan-jalan yang lalu, eh ternyata beneran diangkat pas rapat, walau aku nggak datang rapat.

Diperencanaan awal, ke Gema ini bakal sekalian camping. Iya, jadi perginya hari Kamis dan pulangnya Jum’at. Sebenarnya aku nggak niat ikut, mengingat kondisi dirumah lagi nggak stabil. Adik aku pulang dari pesantren sakit cacar, nggak tega pula ninggalinnya. Masa aku happy-happy dan dia kesakitan dirumah kan? Tapi aku pikir-pikir, kapan lagi bisa dapat kesempatan jalan-jalan kaya gini? Kapan lagi bisa mengenal Riau lebih dalam? Aku juga jadi keingat kata-kata dari blog kak Meykke yang bunyinya gini : “Ibarat hidup adalah sebuah buku. Bagi mereka yang tak pernah melakukan perjalanan, sejatinya mereka hanyalah tinggal dalam lembaran buku yang sama, sepanjang masa.”

Akhirnya aku tekadkan diri untuk pergi. Izin ke aba pun sekarang mudah. Sejak umurku 20 tahun, aba ngasih kepercayaan penuh untukku. Mungkin menurut aba, aku sudah bisa memilih mana yang baik, mana yang buruk. Walau terkadang juga kalau keseringan pergi-pergi, sering disindir sama aba. Makasi untuk kepercayaannya, ba! {} Maaf jika kepercayaan itu sering kali disalahgunakan ;’(

Sekitar jam 7-an, aku berangkat ke kosnya Ama. Nungguin Ama yang baru mandi. Perjalanan kali ini, fristtime bagi aku makai celana jins. Entah tetiba dapat celana jins dilemari. Aku nggak suka pergi pakai celana gitu, lebih enakan pakai rok, tapi aku mikir karna entar ‘medan’nya itu bakal ngedaki-masuk hutan-nyebur air gitu, akhirnya aku memilih untuk pakai celana. Lagian kalau aku pakai rok, entar aku di bully lagi kaya pas mau berangkat PKJTLN sebulan yang lalu -___- Yang mau baca cerita PKJTLN, bisa baca disini.

Tiba disekre udah ramai. Sempat merajuk bohongan sama Aqib karna dia nggak ngejemput. Iya, jadi aku minta jemput sama Aqib soalnya aku nggak bawa motor, sedangkan Ama sama Desnoy. Kata Aqib, tadi yang ngejawab bm itu si Adrial. Baru tau ternyata semalam anak-anak sekre pada masak untuk jalan-jalan ini, sorry nggak bantu, nggak tau sih. Haha! 


sok-sok OOTD-an haha

Jam 8-an kalau nggak salah, kami on the way. Pada tau kami pergi naik apa? PICK UP! Iya, mobil yang dibelakangnya itu kebuka dan yang ketutup Cuma bagian depannya. Bang Hafiznya nggak pergi, soalnya pas di hari H malah sakit. Yang ikut pergi sekitar 18 orang (aku-Ama-Desnoy-Ika-Kak JM-Aqib-Arul-Adrial-Alif-Pak De-Irna-Ita-Navi-Bang Rico-Toni-Hanif-Bang Ipul-Arif) dan kami sempit-sempitan di jok belakang dengan barang-barang. Tapi disitulah sensasinya. Jadi belajar sabar dan saling berbagi diatas pick up itu.

Selama perjalanan kesana diisi dengan nyanyi-nyanyi oleh anak sekre, sedangkan aku seperti biasa kalau lagi diperjalanan bawaannya ngantuk. Abang pick up-nya ngebawa mobil awut-awutan, kami yang jadinya kesakitan. Si Arif malah sempat-sempatnya mikir kalau abang itu nganggap kami barang, makanya ngejalani mobilnya kaya gitu. -__- Nyampai lokasi udah sekitar jam 11-an kalau nggak salah dan kami langsung jalan ke ‘medannya’ yang membutuhkan setengah jam perjalanan.

Asli ngos-ngosan karna jalannya naik turun-naik turun gitu. Memang sih nggak sejauh perjalanan ke Ngarai sianok di Bukittinggi sekitar sebulan yang lalu, tapi tetap aja ngos-ngosan. Tetap aja melelahkan. Kasihan yang cowok disuruh bawa air minum-dandang nasi-lauk, sedangkan yang cewek Cuma bawa badan. Paling kasihan liat Toni, soalnya sepanjang perjalan dia yang sering banget nenteng dandang nasi. Nggak papa Ton, namanya juga cowok ya kan? Haha!

Toni ini type teman yang care, dia yang nyariin aku-Ama-Desnoy kayu biar nggak terlalu capek pas ngedaki dan pas di jalan turunnya. Bukan hanya kekami, tapi keteman-teman yang lain juga care kok dianya. Kami pergi ketiga air terjun, tapi lebih banyak ngehabisin waktu di air terjun pertama. 

Desnoy-Muthi-Aqib

Irna-Desnoy-Aku-Ama

Arul-toni-Aqib

Nyampai di air terjun pertama langsung didorong kak JM akunya. Langsung deh basah kuyub nyebur gitu. Pengen ke air terjunnya, tapi untuk menuju ke air terjunnya langsung, ditengah-tengahnya dalam,ya udah aku main dipinggir-pinggir aja. Udah dua kali Toni ngajakin ke bagian air terjunnya, tapi aku nggak mau karna takut. Ama-Desnoy juga nggak sampai ke bagian air terjunnya, kami sama-sama takut. Payah memang. -__-

Selesai makan di lokasi air terjun pertama, kami pergi ke air terjun kedua. Lokasinya nggak jauh dari air terjun pertama. Air terjun kedua nggak terlalu besar, tapi tetap aja ketengah-tengahnya itu dalam dan aku lagi-lagi nggak sampai ngerasai tangan diair terjunnya. Iya takut tenggelam. Haha.

Puas di lokasi air terjun kedua, akhirnya kami beranjak ke air terjun ketiga. Asli keluar dari air itu rasanya dingin banget. Sampai menggigil saking dinginnya. Di lokasi air terjun ketiga, aku bisa ngerasai tangan untuk menyentuh air terjun plus batu-batunya. Soalnya air terjunnya bentuknya kaya pelosotan dan rendah, ditengah-tengahnya juga nggak dalam. Tapi memang licin sih. Sempat-sempatnya pula kami semua berphoto di air terjun itu, serasa air terjun itu milik anak Gagasan aja :D haha.

Setelah asik-asik bernarsis ria, si Pak De dan Aqib jatuh tergelincir gitu. Badan mereka pada luka-luka. Paling kasihan liat Aqib, jatuhnya nggak lazim. Selesai menikmati air terjun, kami kembali kerumah penduduk, tentu saja untuk sampai kerumah penduduk harus ngelewati tanah yang ngedaki dan menurun plus licin. Harus ekstra hat-hati.

 Indah :D Ini dari kamera Alif


Gagasan {}


Sempat juga aku mengagumi keindahan disana. Mengagumi pohon-pohon sawit yang berjejer plus gunung ditiap sisinya. Sayang banget nggak aku photo, soalnya hp aku lowbat. ;’( Pas ngagumi keindahan itu, secara spontan keluar dari mulut aku kalimat sejenis gini : “Wih indah”. Mereka-mereka yang ngedengar aku ngomong gitu langsung ngerespon kalau apa yang aku bilang indah itu dimata mereka adalah hal yang biasa. Mereka bilang lebih indah ditempat ini ditempat itu bla bla bla -__- Asli, rada ngegondok dengarnya. Nggak bisa apa biasa aja -_-

Aku itu suka liat pemandangan. Sebiasa apapun dimata orang lain, tetap kalau menurut aku indah ya indah. Jangankan pemandangan didesa Gema itu, pemandangan didekat rumah aku aja kalau subuh-subuh indah, tetap aja aku betah ngelihatnya berlama-lama, padahal udah hampir tiap hari aku ngelihatnya. Apalagi kalau hujan, bisa tuh aku berdiri berlama-lama dijendela Cuma buat ngeliat keluar rumah. Ngeliat hal yang sama. Sedangkan pemandangan didekat IC UIN SUSKA aja masih sering kukagumi.

Setelah sampai dirumah warga, kami pada rebutan kamar mandi buat ganti baju. WC-nya rada-rada -_- Iya, jadi WC-nya itu hanya seng-seng yang disusun pendek tanpa atap. Takut ada yang ngintipin. Setelah semuanya selesai, kami kembali pulang. Back to Pekanbaru! Sepanjang perjalanan diisi dengan bercerita tentang pengalaman dihari itu plus merekanya nyanyi-nyanyi.

Aaak, senang walau lelah. Trimakasih untuk cerita di hari Kamis itu kengkawan Gagasan. Trimakasih untuk semua tawa-candanya. Trimakasih sudah mewarnai hari-hariku. Aku sayang Gagasan dan kalian semua, walau mungkin terkadang aku menyebalkan {} Walau aku belum bisa ngasih banyak hal terbaik untuk Gagasan. Aku senang berada diantara kalian. Aku senang berada dirumah kedua ini.

Ayo susun rencana untuk pergi jalan-jalan lagi :D Kemana lagi kita akan melangkahkan kaki? Kemana lagi kita akan membekukan kenangan? Semoga bukan ini yang terakhir kalinya ya. Sejatinya hidup adalah perjalanan. Perjalanan yang pada akhirnya akan berujung pada surga atau neraka. Setiap orang berhak untuk mengisi perjalanan itu sesuka dan semaunya, sedangkan aku ingin sekali mengisi perjalanan itu dengan hal-hal yang bermanfaat. ;’)

Makasih juga udah jadi ‘adik’ yang baik buat Aqib. ;)) Iya, jadi Aqib salah satu adik magang yang baik dan care, walau terkadang kalau disekre suka ngerusuh dan gangguin. -_-

Aqib nggak Cuma baik ke aku, tapi kesemuanya, sampai-sampai Ama bilang gini kekami : “Aqib ni baik kali. Bisa-bisa aku jatuh cinta pula sama dia nanti”. Haha, berondong Ma, beda dua tahun :v Tapi setelah aku pikir-pikir, kata-kata Ama ada benarnya juga. Sedikit mengingatkan buat para lelaki, cewek itu suka baper. Dikasih perhatian dikit bisa-bisa langsung ‘ngena’ dihati. Walaupun mungkin nganggapnya adik-kakak, tetap aja kalau nggak punya hubungan saudara, rasanya diberi perhatian gitu ya cewek mikirnya udah lain.

Namanya juga cewek, mainnya perasaan, walau mungkin beda umur dua tahunan, tetep aja!  Cewek mana sih yang nggak suka diperhatiin sampai segitunya? Makanya buat para lelaki, jangan suka ngasih perhatian lebih ya, kasihan ceweknya. :D

Eeh kok malah melenceng dari judul entry ya? Hehe. Pokoknya intinya senang!! Makasih sekali lagi buat LPM Gagasan dan PIMUM kecenya kami, bang Al Hafiz Yunas. Nyampai sekre langsung ter soswit-soswiit ngelihat sekre dalam keadaan rapi dan habis dipel. Ternyata yang ngerapihin bang Hafiz. So wiit banget abang satu ini. Haha! Oke deh segini dulu, salam sayang, @muthiiihauraa.
Jum’at, 25 Desember 2015. 22.40 WIB.

You Might Also Like

1 komentar