PKJTLN

PKJTLN SKK Ganto #3

18.44



Haay, Assalamua’laikum. Gimana kabarnya? Sehat? Minggu kemaren rada sibuk, tugas yang numpuk, tulisan job yang belum siap-siap, ikutan 3 lomba nulis yang deadlinenya barengan, UTS Etika Filsafat, trus wawancara untuk liputan feature edisi majalah 100 bareng Ika, bolak-balik kesana kemari buat nganterin surat untuk ulang tahun Gagasan bareng Adrial, dan rapat. Beuh, pokoknya minggu sibuk!

Aku nggak nyangka ternyata minggu kemaren bisa terlewati dengan baik plus semua plan di minggu itu dapat terselesaikan. Alhamdulillah ;’) Tapi karna sibuknya, jadi jarang perhatian ke adek-adek, jarang perhatian ke aba. Biasanya tiap malam mijitin aba, tapi minggu ini nggak ada. Bahkan juga nggak ada masakin yang spesial buat mereka. Maafin kakak, ba-dek ;’) Nggak lagi-lagi deh! Sesibuk apapun Mut, keluarga tetap is number one. Oke kali ini aku pengen ngelanjutin cerita Pelatihan Jurnalistik Tingkat Lanjut yang diadakan oleh SKK Ganto UNP Sumatra Barat. Untuk yang belum baca cerita sebelumnya, bisa baca disinidan disini. 


Selasa, 9 November 2015
Pagi diawali dengan sholat subuh dan senam. Plus pastinya juga tak lupa sesi photo-photo. Pagi di Bukittinggi itu indah, bisa ngelihat gunung disisi kanan-kirinya, plus udaranya sejuk. Menurut aku letak mess UNP di Bukittinggi ini strategis. Oh ya, kami memang nginap di mess-nya UNP. Hari ini dilalui dengan agenda yang hampir sama dengan dihari Senin. Ada materi tentang feature dan piramida terbalik, narrative reporting, dan malamnya nonton film Bisnis dan Ham.

Maaf aku lagi malas jabarin ringkasan tiap materinya hehe. Nanti aja deh ya dibuat post terpisah, itupun kalau lagi mood. ;)) Pas sesi nonton filmnya asli beuh ngantuk! Malam Senin kemarennya sih nonton juga dan ngantuk juga! Haha! Malah sempat pula chat-chatan dengan Nanik pakai buku saking filmnya bikin ngantuk -_- Tapi ngantuknya hilang pas panitia ngulurin donat pink yang diatas donat itu ada nama tiap LPM yang hadir. Ada nama LPM Gagasan juga XD Awalnya aku nggak ngeh kalau diatas donat itu ada nama-nama LPM, saking nggak ngehnya, itu donat aku comot satu dan aku makan tanpa tau nama LPM siapa diatasnya. Baru ngeh pas teman-teman pada sibuk motoin donat dan nyari-nyari nama donat LPM mereka. Haha!

Oh ya, sore dihari Selasa ini, panitia ngadain game di luar mess. Kami dibagi beberapa kelompok. Gamenya itu dua orang maju kedepan, trus yang satu ditutup matanya, sedangkan yang satu lagi sebagai penunjuk jalan. Pas denger lagu, harus goyang. Kalau yang tutup mata udah nemun kertas, maka disuruh ngejawab kertas itu. Aku bareng Fia dan aku kebagian untuk tutup mata. Pas tiba giliran Nanik, dia yang tutup mata, trus dia jalan-jalan-jalan dan jatuh.

Pas Nanik jatuh, semuanya pada heboh ngerubuni Nanik. Naniknya diam sambil pejamin mata, kami was-was. Akhirnya Nanik diangkat kekamar dan game seketika diberhentikan. Sore Selasa itu, kamar geng body ramai. Nanik lemes, badan disekitar pinggang dan kakinya membiru. Keadaan penuh kekhwatiran sampai kemudian Afni masuk kamar dan menghebohkan kamar. Ia si Afninya ngelawak dan pada akhirnya si Nanik ikut-ikutan ketawa plus nggak lupa sesi photo-photo dengan Nanik yang ‘terluka’ -_- 

Photo-photo dikamar setelah Nanik jatuh. 

Rabu, 11 November 2015
Hari ini dibuka dengan sholat subuh. Tentu saja ngebangunin para peserta dengan teriakan yang dilakukan oleh panitia plus ketukan kencang dipintu, seperti : “Bodyyyyy ayo bangun!”, “Bodyyyy, sholat subuh!”, bodyy bla bla bla -__- Dikamar, panggilan dari panitia-panitia itu diikutin oleh Nanik-Very-Kak Zakiyah. Jadi bahan lelucon pula.

Di rundown acara, hari ini itu agendanya presentasi dari yakult, presentasi dari pariwisata Bukittinggi, design, dan malamnya praktik design. Tapi ternyata perwakilan dari pihak yakult dan dari pihak pariwisata nggak datang, jadilah sesi itu digantikan dengan sharing antar LPM. Jujur, aku nggak ada persiapan sama sekali. Aku Cuma tau sebatas hal-hal kecil doang.

Pas sharing antar LPM ini, aku belajar banyak. Banyak sekali dan semua itu bagus untuk diterapkan di Gagasan. Banyak yang harus diperbaiki di Gagasan, termasuk akunya yang lebih lebih lebih harus diperbaiki. Iya gitu.

Kamis, 12 November 2015
Harinya liputan cihuy! Jadi setelah dikasih materi dihari-hari sebelumnya, dihari ini kami disuruh ngeliput untuk dibuat feature. Tentu saja dibagi lagi perkelompok untuk tempat liputannya. Aku dapat tempat liputan dipasar ateh dengan Riani-Wilingga-Fahru-Kak Vany-Nanik, sedangkan panitia yang membimbingnya adalah kak Opa-Okta-dan satu lagi kakaknya lupa nama :D Untuk dipasar ateh ada 3 bagian juga, ada di jam gadang-kampung cina-dan satu lagi tangga bla bla, lupa! Aku dan Wilingga dapat bagian liputan di kampung Cina dengan pembinanya kak Opa.

Entah kenapa dihari Kamis ini kami telat bangun, panitianya pun sepertinya juga. Setelah sholat dan makan, kami berangkat dengan menggunakan oplet merah. Fristime bagi aku liat jam gadang haha. Pas nyampai dikampung cinanya, tidak sesuai dengan apa yang aku bayangkan. Awalnya aku berfikir akan menemukan banyak hal unik tentang cina, tapi nyatanya tidak. Kampung Cina seperti kampung-kampung lainnya, yang membedakan hanya penduduknya. Dan aku baru ingat kalau sekarang bukanlah hari perayaan Cina, makanya nggak kutemui properti-properti Cina.

Aku-Wilingga-kak Opa mulai mengelilingi kampung Cina untuk mencari sosok yang akan diliput. Kami mampir juga di gedung HBT cabang Bukittinggi. Gedung ini adalah gedung yang digunakan untuk rumah duka jika ada salah satu sanak keluarga masyarakat Cina yang meninggal. Selain itu, kini fungsi gedung HBT juga bisa sebagai tempat perkumpulan dan juga tempat pernikahan.

Di gedung HBT 

Setelah meminta izin agar diperbolehkan masuk ke gedung HBT, si Wilingga akhirnya menemukan sosok yang ingin diliputannya. Sedangkan aku belum -_- Aku keluar gedung HBT sendiri untuk mencari sosok atau sesuatu yang bisa dijadikan obyek tulisan feature. Kalau di kampung Cina keberagaman antar beragama bagus untuk dijadikan obyek feature. Muter sana sini, akhirnya menemukan sebuah kedai yang anak pemiliknya mau diwawancara. Awalnya abangnya rada jutek, kaya nggak niat diwawancara, tapi makin lama makin ramah itu abang. Si abang bercerita tentang dirinya yang beragama Katolik, sedangkan ayahnya beragama Budha, dan pamannya yang beragama Islam. Sama sekali tidak ada kesenjangan, padahal mereka tinggal satu rumah.

Si abang juga cerita bagaimana awalnya bisa beragama katolik. Sebenarnya ini wawancara sensitif soal agama. Tapi entah kenapa si abang malah cair banget nyeritainnya. Aku juga sempat cerita kalau aku asli Riau dan disini Cuma seminggu untuk ikut pelatihan jurnalistik, abangnya ngomentari kenapa pelatihannya jauh dan nanya apa aku emang bakal jadi wartawan? Ohya, si abang udah punya istri ya. Istrinya beragama katolik juga. Aku juga sempat nanya kalau misalnya nanti mereka punya anak dan anaknya memilih agama lain bagaimana, si abang ngejawab kalau itu terserah anaknya.

Wawancara dengan si abang :v

Gitu deh cerita wawancara aku sampai akhirnya kak Opa SMS nanya aku dimana. Aku balik lagi ke gedung HBT. Jam 12-an, kami balik ke mess karna sesi liputan udah habis. Selesai makan siang, semua peserta sibuk dengan laptop masing-masing. Iya, kami pada sibuk nulis feature. Semua personil geng body juga pada sibuk dengan laptopnya, sampai-sampai kami tulis dikertas dan ditempel diluar pintu kamar dengan tulisan : ‘Jangan diganggu!! Body lagi sibuk nulis feature!” Lebai memang, soalnya biasanya itu ada aja anak cowok yang dengan keisengannya ngetukin pintu kamar atau malah si Afni datang main ke kamar body.

Pas lagi nulis itu, tuts keyboard laptopnya bunyinya besar, berasa kaya wartawan beneran kaminya. Sesekali juga personil geng body nanya ke aku soal kata-kata, misal gini : “Bu redaktur, kata-kata ini bagusnya gini gini atau gini gini bla bla?” Hadeeh, padahal dikamar itu redaktur nggak Cuma aku.

Pas jam 3-an sore, pintu kamar mulai diketuk panitia. Panitia minta feature kami untuk dinilai. Tapi kebanyakan kami belum selesai. Malah harus juga ganti-gantian ngecharge laptop karna chargenya Cuma satu tempat.

To be contuined dulu deh ya, mau siap-siap kekampus. Hehe. Oke deh segitu dulu. Salam sayang, @muthiiihauraa
Senin, 7 Desember 2015. 07.15 WIB.

You Might Also Like

14 komentar

  1. wah asyik banget kayanya tuh dapat donat,,, hahaha

    bukan sih, dapat ilmu jurnalistiknya.. jadi penasaran sama filmnya -_-

    BalasHapus
  2. donat, entah kenapa saya jadi membayangkan donat pink. Tapi saya sukanya donat cokelat. Pengalamannya seru, ingin jadi jurnalis y. Keren bisa mewawancarai gitu, saya juga pengen jadi jurnalis. Tapi, jadi jurnalis terkadang malah banyak tantangannya, seperti harus netral, kemudian menyuarakan aspirasi masyarakat dan sebagainya, keren pengalamannya :)

    BalasHapus
  3. Ternyata agendamu begitu sibuk ya, muth. Tapi pasti seru dong, apalagi acaranya di Bukit tinggi. Udah tempatnya dingin pake banget. Cuman, sekrang bukit udah gak sedingin dulu, pertama gue ke sana. Kemaren sebulan yang lalu mampir, biasa aja.

    Pokoknya sukses terus deh, buat semua kegiatannya.

    BalasHapus
  4. Waalaikumsalam.. Alhamdulillah, kak, sehat. Kak Muthia juga jaga kesehatan ya. Tetep semangat.
    Keren banget pengalamannya. Pasti seru banget tuh. Pokoknya tetep semangat!

    BalasHapus
  5. Film-nya nyeritain tentang apa? Aku jadi penasaran.

    BalasHapus
  6. Dari kegiatannya, kayaknya sibuk banget.
    Oh iya, penasaran juga. Nannya pertanyaan yang sama dengan orang dalam cerita itu. "Apa mau jadi beneran seorang wartawan?"

    BalasHapus
  7. itu kasian donatya siapa yang kamu makan.

    acaranya seru kyaknya ngeliput gitu. dan baru tahu juga soal pelatihan jurnalistik ini.

    BalasHapus
  8. Donat, donat kenapa semuanya pada bahas donat ya..

    Wah dari jadwalnya sibuk banget ya kak, semoga sehat selalu deh. Pelatihannya seru ya kayak pelajaran Bahasa Indonesia ada piramida terbalik (emang iya sih)

    Sempet nyoba jadi jurnalis pas bikin majalah sekolah, deg-degan deh pas wawancara narasumbernya apalagi yang jadi narasumber kepala sekolah. Kalo salah kan berat banget tuh. Lah jadi curhat gini.

    BalasHapus
  9. wah enak ya dapet pelajaran jurnalistik gini

    gue pengen deh belajar tentang hal-hal kaya gini, seru juga ngeliput terus dibikin tulisannya haha

    BalasHapus
  10. LPM harus sibuk nyiapin berita, makanya pelatihannya on going.. Temen gue soalnya gitu mut hehe

    Smangat lah.. Smoga bisa mewartakan berita dgn baik dan benar

    BalasHapus
  11. wahh.. jauhnyaa pergi pelatihan ke padang..

    pertanyaan dr si narasumber kok ga d jwb?
    abis pelatihan bakalan jd jurnalis kamu mut? keren dong.

    eh btw kami kmren jalan2 k bukit tinggi jg.
    abs dr jam gadang rencananya ke kampung cina. yg ada tembok cina itu bukan ya?

    tadinya aku baca di atas kamu bakal ke tembok cina wah senangnya.krn kirain bakal ada foto. eh tnyata ga ada foto nyaaaaa :(

    BalasHapus
  12. Sibuk banget ya kayaknya. Tapi, sesibuk apapun, tetep bahagia ya. #apaannih

    Asik dah ada acara gituan. Semoga ntar aku juga ada acara gituan, pelatihan jurnalistik. Udah sering dikasih tugas buat wawancara sih, tapi kalo pelatihannya belum. Jadi belum tau yang dibikin itu bener atau enggak.

    Bilang ke abangnya, pelatihannya jauh sekalian jalan-jalan :p

    BalasHapus
  13. Donat ada namanya. hehe keren.
    Duh kasian si nanik. Kalo aku disitu pasti aku tolongin. haha
    keren lah buat acaranya, jadi pengin nyoba mewawancarai orang nih.
    Semoga bermanfaat ilmunya.

    BalasHapus
  14. Wa'alaikumsalam, Kak :)
    Aku ktinggalan crta lengkapnya (awal2nya) nih._. Jd ini smacam pelatihan jd reporter gtu yak? Seruuu bangeeett! Nama klmpoknya unik bgt lg dinamain "Body" Haha. :D
    Nnton film yg genre-nya gak kita suka emg biasanya malah bkin ngantuk sih, aku aja klo di sklah disetelin film2 apa gtu yg brhbgan dgn pljrn malah bawaannya ngantuk mulu, kcuali kalo aku suka isi/cerita filmnya sih. Hehee.

    Itu si abang mukanya kyak cina ya? Haha YAIYALAH! *minta ditampol nih aku XD* Enak jg ya bsa wawancarain org kyak gtu, ngmgin agama itu kan emg sensitif, tp si abang dgn lancarnya mau brbagi crta tntang kluarganya. Keren! :D

    BalasHapus