Ini Tentang Aku

00.28



Haaay, Assalamua’laikum. Gimana kabarnya? Buat yang lagi liburan, selamat liburan ya! ;)) Semester 5 udah benar-benar berakhir, tinggal nunggu hasilnya lagi. Udah 3 mata kuliah yang keluar dan ketiga-tiganya berkisar di A dan A- nilainya. Semoga akan selalu begitu untuk semua mata kuliah.

Kemaren dihari Kamis ditanggal 21 Januari, Fopersma (Forum Pers Mahasiswa) Riau ngadain pelatihan menulis bersama Chik Rini. Aku dijadikan panitia oleh bang Hafiz, tapi aku sama sekali nggak tau tugasnya apa. -__-  Ini kali kedua buat aku ketemu Chik Rini. Pas PKJTLN kemaren, salah satu pematerinya juga Chik Rini.

Setelah pulang PKJTLN, aku baru sadar kalau Chik Rini itu adalah wartawan hebat. Wartawan nasional pula tuh, sayang banget pas PKJTLN, aku nggak sempat ngobrol banyak dengan Chik Rini, bahkan berphoto berdekatan dengan Chik Rini pun tidak. Beruntung Allah ngasih kesempatan lagi buat ketemu Chik Rini. Dan kali ini, aku bisa ngobrol banyak dengan beliau.

Eeh, kok jadi kebanyakan curhat ya? Haha! Jadi aku punya tulisan yang judulnya ‘ini tentang aku’. Tulisan ini sebenarnya diikutsertakan dalam lomba yang diadain Riau For Us. Tapi entah kenapa lombanya malah dibatalin, jadinya tulisannya mendem aja dilaptop. Kebetulan pula beberapa hari setelah itu, bang Hafiz minta tulisan aku buat dimasuiin ke web Gagasan, karna malas nulis, aku kasih aja tulisan yang judulnya ‘Ini tentang aku’ itu.

Sekalian deh aku juga mau ngarsipkannya di blog ini, langsung aja, check this out :

Ini Tentang Aku
By Muthi Haura

            Hai, kalian pasti sudah lama mengenalku bukan? Bahkan aku lebih tua dari umur kalian. Dan bahkannya lagi, kalian tinggal didalam diriku. Setiap hari, setiap waktu, kalian habiskan masa hidup kalian bersamaku. Kalian teramat mencintaiku ternyata, sampai-sampai kalian tidak bisa lepas dariku. Aku tau betapa kalian sangat membutuhkan diriku. Bukannya menyombong, hanya saja itulah kenyataannya.

            Kalian tau kan siapa aku? Sudah lupa? Akh begitu menyakitkan saat semua yang telah aku beri pada kalian dan kalian dengan mudahnya melupakan aku! Baiklah, aku akan kembali memperkenalkan diri. Namaku Bumi. Aku ada berabad-abad yang lalu sebelum kalian ada. Ya, aku sudah sangat tua. Bahkan renta.

            Sayangnya disaat umurku semakin menua, kalian tidak sedikitpun perhatian padaku. Kalian acuhkan aku. Kalian cueki aku, seolah-olah sedikitpun kalian tidak membutuhkan diriku. Mungkin kalian bisa memanggilku kakek atau bahkan uyut atau bahkan panggilan lebih tua dari itu juga tak masalah. Yang aku masalahkan Cuma satu, kenapa disaat aku semakin menua, kalian tidak mau merawatku?

            Jujur saja, itu membuatku semakin sedih, padahal aku begitu mencintai kalian. Semuanya kuberikan pada kalian! Tetapi kenapa untuk menjagaku saja kalian tidak bisa? Boleh aku bercerita? Dulu disaat umurku masih muda, aku begitu indah. Udara sejuk, pepohonan tumbuh subur, air-air yang segar mengalir lancar, lingkungan yang bersih, tatanan perumahan yang asri, dan banyak hal lainnya yang telah kuberi pada kalian.

            Umurku sudah renta dan kalian membuatku semakin sakit. Secara tidak sadar kalian hancurkan aku dengan tangan kalian sendiri. Kalian bunuh aku secara berlahan. Kenapa kalian melakukan itu padaku? Apa salahku? Apa kalian sudah semakin sombong sehingga merasa tidak membutuhkan aku lagi?

            Jangan salahkan aku jika aku memuntahkan lahar! Jangan salahkan aku jika aku membanjiri kediaman kalian! Jangan salahkan aku karna kabut asap! Jangan salahkan aku untuk apapun yang terjadi didalam kehidupan kalian, karna semua itu murni kesalahan kalian sendiri! Bukan bermaksud egois, tapi memang semua itu salah kalian! Aku ingin memberitahukan sedikit fakta yang terjadi untuk saat ini. Pencemaran udara besar yang terjadi pada tahun 1952 di London telah menewaskan lebih dari 4000 jiwa. Peristiwa pencemaran air oleh limbah merkuri di Teluk Minamata, Jepang telah menewaskan sekitar 1.800 jiwa selama periode 30 tahun.

            Setiap hari diperkirakan bahwa 50-100 spesies flora dan fauna akan punah sebagai akibat dari campur tangan kalian. Sekitar 50 juta ton produk kertas atau setara dengan 850 juta pohon digunakan oleh semua masyarakat dunia. 40.000 jiwa anak-anak kalian meninggal dunia setiap harinya akibat gangguan kesehatan yang diakibatkan oleh pencemaran lingkungan. Diperkirakan 80 % atau setara dengan 7 buah lapangan sepak bola hutan dibumi telah hancur. Sebanyak 2000 pohon ditebang setiap harinya di dunia. Sumber air sekarang sudah tidak layak lagi untuk dikonsumsi.

            Pembangunan lahan untuk rumah-rumah kaca semakin meningkat. Pertumbuhan penduduk dunia, terutama di Indonesia yang kian meningkat memberikan kontribusi sampah setiap harinya. See? Lihat sebagian kecil yang sudah kalian lakukan padaku sehingga menyebabkan diriku semakin sakit. Lihat sebagian kecil yang kalian lakukan itu dapat membunuh banyak jiwa saudara-saudara kalian sendiri! Kalian tidak hanya menyakitiku, tetapi juga menyakiti saudara-saudara kalian sendiri!

            Baiklah, tampaknya kalian tidak terlalu senang saat aku mengungkit-ungkit masalah ini. Aku Cuma meminta dengan segala hormat kepada kalian untuk sedikit perhatian kalian. Untuk sedikit waktu kalian pada diriku. Mungkin kalian terlalu menganggap aku berlebihan atau bahkan manja, hanya saja aku benar-benar membutuhkan itu. Tolong jaga aku! Tolong jangan tebang pepohonanku karna itu sangat menyakitkan rasanya. Tolong buang sampah kalian pada tempatnya. Jangan buang sembarangan! Kurangi pembangunan gedung pencakar alam. Jaga setiap sudut sisiku. Sayangi aku layaknya aku menyayangi kalian. Setua inipun umurku, aku tetap berusaha bertahan untuk kalian. Tapi usahaku akan sia-sia jika hanya aku yang berjuang. Usahaku akan sia-sia jika hanya aku yang berusaha tanpa bantuan kalian. Ibarat didalam sebuah hubungan jika hanya satu pihak yang memperjuangkan, maka hubungan itu juga akan kandas bukan?

            Tolong penuhi pintaku, karna pintaku bukan hanya untuk diriku saja, tetapi juga untuk kebaikan kalian. Aku ingatkan kalian karna aku sayang kalian. Karna aku begitu mencintai kalian, walau aku tau kalian tidak mencintaiku. Salam sayang dariku, Bumi.


Nah itu dia tulisan tentang aku. Kata bang Hafiz tulisannya bagus, sampai-sampai abang itu muji-muji di grub. Katanya ‘Malam ini ada cerpen Muthi, keren tulisannya tu. Eh jangan lupa baca cerpen Muthi tu, pokoknya recommended. Dari pada galaun mantan di malming.’




Screenshot pujian dari bang Hafiz di grub. Haha! Aku simpan :v Padahal menurut aku, tulisan diatas bukan cerpen lho.

Kalau mau baca dari web Gagasan, bisa baca disini (http://www.gagasan-online.com/2015/09/ini-tentang-aku.html). Beberapa bulan yang lalu, aku iseng-iseng buka radio suska FM. Trus nemu tulisan aku ini di web-nya. Sempat kaget, kok bisa-bisanya suska fm nampilin karya aku tanpa sepengetahuan aku, walaupun nama aku masih tertera disana. Pas aku tanya ke bang Hafiz, ternyata mereka udah minta izin sama bang Hafiz. Oalah, ya udah deh nggak papa. 



Ini dari web suska FM (http://radiosuska.com/ini-tentang-aku/). Udah segini dulu deh, salam sayang, @muthiiihauraa
Sabtu, 23 Januari 2016. 08.57 WIB.


You Might Also Like

2 komentar

  1. Cieeeh selamat ya! Duh, tulisan kamu mengingatkanku dengan lomba mengarang Tupperware yang pernah aku ikutin jaman SMA. Seneng banget meski gak dapet juara, tapi karyaku masuk 50 besar. :)

    Asah terus kemampuannya ya. ^^

    BalasHapus
  2. Semangat mbak!
    Semakin lama semakin keren kok tulisannya!

    Tinggal disering-seringin lagi, biar terus terasah bakatnya :))

    BalasHapus