#MondayClass

#MondayClass : Apa itu Broadcasting (?)

16.43



Haay, Assalamua’laikum! Lagi apa nih? Yang kuliah lagi liburan semester ya? Atau masih berkutat dengan UAS? Atau bahkan sedang magang? Apapun itu, tetap semangat menjalani hari ya =D Ini entry pertama di #MondayClass. Seperti yang aku bilang di entry ini, kalau aku bakal ngebahas tentang bidang jurnalistik atau broadcasting.

Nah, kali ini, aku pengen ngebahas tentang bidang broadcasting dulu menurut sepengetahuan aku saja. Sedikit bercerita, pada awal masuk jurusan ilmu komunikasi di UIN SUSKA Riau, aku sama sekali nggak berminat untuk memilih konsentrasi broadcasting. Aku lebih condong ke dunia jurnalistik, tapi seiring berjalannya waktu, ketertarikan itu muncul. 




Mungkin kita pasti sering denger kan istilah ‘broadcast’ yang mungkin sering disingkat dengan kata ‘bc’? Apalagi bagi yang punya bbm, istilah broadcast itu udah familiar banget. Dalam bahasa Inggrish, broadcast memiliki arti : siaran radio, menyiarkan. Sedangkan broadcasting artinya adalah pemancaran, penyiaran, dan siaran radio.

 Yap, broadcasting identik banget dengan siaran radio, tapi sebenarnya nggak hanya itu kok. Kebanyakan teman-teman yang aku kenal beranggapan bahwa anak broadcast itu kerjanya ngangkat-ngangkat kamera alias jadi kameramen. Nggak Cuma itu juga kok! Dunia broadcasting itu luas. Sangat luas! Di broadcast, kita bisa belajar editing video-photografi-design grafis-penyiar-reporter TV-reporter Radio-membuat program TV-membuat program radio-sutradara-script writer-buat film-produser-dan masih banyak lagi.

Luas kan? Jadi salah kalau Cuma nafsirin broadcasting sebatas  radio saja atau sebatas hanya sebagai ‘tukang angkat-angkat kamera’. Kalau aku pribadi sih sukanya didunia broadcasting itu bagian editor, script writer, pembuat program, design grafis, dan photografi. Pengen banget nguasainya!

Wah, Mut, berarti kalau mau masuk jurusan broadcasting, berarti harus punya ‘alat-alat’ tempurnya dong? Iya, tapi nggak harus kok. Kalau memang berniat ngedalami dunia broadcast dan nggak punya alat, masih bisa kok. Dimana ada kemaun, disitu pasti ada jalan. Bukan fasilitas yang menentukan kesuksesan, tapi bagaimana orang bisa memaksimalkan fasilitas yang ada. Sutradara kreatif, sekalipun dengan handycam, bisa membuat film yang tetap menarik ditonton, paranormal activity misalnya.

Tuh kan, intinya jangan beralasan. Dengan kamera hp pun sebenarnya kita tetap bisa kok menghasilkan video. Lima semester di broadcasting atau lebih tepatnya 1,5 tahun berkecimpung didunia broadcast, selama ini masih aman-aman aja kok walau tanpa laptop yang bisa ngedit video, walau tak punya kamera. Memang bisa dibilang susah sih, tapi aku yakin akan selalu ada jalan =))

Perlu diketahui juga, sejarah media penyiaran dunia dimulai ketika ahli fisika Jerman bernama Heinrich Herz pada tahun 1887 berhasil mengirim dan menerima gelombang radio. Sedangkan di Indonesia, pada tahun 1925 dimasa pemerintahan Hindia-Belanda, Prof.Komans dan Dr.Groot berhasil melakukan komunikasi radio dengan menggunakan stasiun relai di Malabar, Jawa Barat. Kejadian ini kemudian diikuti dengan berdirinya Batavia Raido Vereniging dan NIROM.

Ya, memang diawal kemunculan broadcasting itu identik dengan radio. Tapi untuk saat ini, broadcasting diartikan tidak hanya seputar dibidang radio saja. Gimana gimana? Sekarang udah pada ‘sedikit’ ngerti kan tentang dunia broadcasting? Tertarik nggak untuk mendalaminya? Aku mah banget! 


Ini waktu aku dan teman-teman lagi buat project film. Kebetulan script writernya aku sama Mumun. Tapi sampai sekarang filmnya kagak jadi-jadi disebabkan satu dan lain hal.




Selain itu, terjun didunia broadcasting itu menyenangkan tau. Penuh tantangan. Misalnya nih saat tengah membuat sebuah project film atau iklan, banyak banget tantangannya. Mulai dari nentuin ide. Nentuin ide itu nggak mudah, butuh perdebatan sengit. Yaiyalah, susah tau nyatuin semua pemikiran perkepala dalam satu ide yang benar-benar disetujui. Belum lagi nentuin lokasi dan segala tetek bengek lainnya. Butuh kesabaran, namanya juga broadcasting yang lebih dominan berkelompok, justru disitulah tantangannya.

Gini dulu deh ya. Tungguin #MondayClass berikutnya yang mudah-mudahan nggak ngaret kaya edisi awal ini. Ngaret ini bukan kesengajaan, tapi memang waktu yang belum memungkinkan. Salam sayang dan sukses selalu, @muthiiihauraa
Selasa, 19 Januari 2016. 17.04 WIB.

You Might Also Like

4 komentar

  1. Bruakakaka paranormal activity... cukup modal handycam lalu ditinggal tidur doang :))


    Memaksimalkan benda-benda yang ada. bisa juga tuh. ngembangin kreativitas yang kita punya. Hmm

    BalasHapus
  2. Pengen deh buat project film, kayanya seru hehehe

    BalasHapus
  3. Seru juga ya dunia broadcasting itu. Semoga sukses mba.

    BalasHapus