travelling

Wisata Sejarah At Siak

19.01



Haay, Assalamua’laikum! Gimana kabarnya? Buat yang kuliah gimana liburannya? Atau sudah mulai aktif kuliah kembali? Liburan-liburan gini, aku tetap bolak-balik kampus. Iya, ngurusin rubrik laput. Kebetulan untuk edisi 100 nanti, aku memang ditugaskan untuk Laput, memang bukan PJ sih, tapi tetap aja ribet -__- Nggak papa, pembelajaran, kapan lagi kan? :D

Kemaren dihari Minggu di tanggal 24, aku-Nafi-Adrial-Arul pergi ke Siak. Rencana ini ngedadak gitu aja setelah kelas bang Hafiz disore Sabtu. Aku pikir acara jejalan ke Siak ini nggak bakal jadi, apalagi ditambah cuaca dipagi Minggu itu hujan. Aku memang pengen banget ke Siak, bahkan aku tulis di list dreams tahun 2016 ini. Nggak nyangka Allah ngabulin dibulan pertama 2016 :D Terakhir aku ke Siak itu pas kelas 4 SD. Udah lama banget ternyata ya.

Sempat ngajak bang Hafiz, Arif, Hanif, dan Alif yang kebetulan mereka ada disekre, tapi satupun nggak ada yang mau. Aku pikir yang lain juga pasti nggak bakal mau, ya udah nggak diajakin. Eh ternyata pulang dari Siak pada banyak yang ngomen kok nggak diajak. Sempat ngerasa bersalah juga sih, ya tapi mau gimana lagi kan? Udah kelangsung.

Pas aku tanya ke bang Hafiz apakah yang lain pada protes, bang Hafiz bilang : “Biasa itu, Mut. Lagian kan kalian udah kuliah, bukan anak kecil lagi. Masa iya kaya anak kecil merajuan yang adeknya dikasih permen, trus kakaknya mau pula. Lagian kalian kemaren kesana kan pakai uang pribadi, bukan pakai uang Gagasan. Kecuali kalau kalian pakai uang Gagasan, bolehlah yang lain pada protes.”

Bener juga kata bang Hafiz tuh. Udah sama-sama mahasiswa terlalu childish rasanya ngeributin perihal tak diajak jalan. Lagian yang lain juga pada sering pergi jalan sendiri kok. Kaya Toni-Ika-Ayu-dll yang kemaren ke air terjun. Atau Ayu-Ferdy-Kak Iwil-bang Gilang yang ke Sumbar. Eh, kok jadi melenceng ya?  

Janjian ngumpul disekre jam 8-an, tapi ya namanya Indonesia pasti ngaret itu nggak bisa dihilangin. Coba tebak kami kesana naik apa? Yaap, motor! 3 jam-an dan naik motor! Parahnya, beat aku salah satu jadi korbannya, itu si Adrial nggak mau motornya dipakai -_- :’) Jadi, aku bareng Adrial dan Nafi bareng Arul.  Rencana awal sih bawa makanan, tapi apalah daya ternyata satupun nggak ada yang bawa bekal makanan. Bahkan minum pun nggak bawa. Semacam nggak niat pergi memang.

Sepanjang perjalanan, aku cerita-cerita sama Adrial. Ohiya, Adrial-Nafi-Arul ini adik-adik di Gagasan. Mereka kelahiran 1997, oke, aku merasa tua! Ada dua jembatan yang kami lewati. Dijembatan pertama memang sengaja berhenti untuk ngelihat pemandangan dibawah jembatan. Indah ;)) Tiupan anginnya kencang. 


Berasa terbang :v


Setelah puas ngelihat pemandangan disekitar jembatan, kami kembali melanjutkan perjalanan. Ditengah jalan malah sempat-sempatnya hujan sehingga menyebabkan kami berhenti dijembatan siaknya, duh lupa nama jembatannya apa -_- Padahal dijembatan kedua ini dilarang berhenti.

Karna kami nggak bawa nasi, kami akhirnya beli dua bungkus nasi. Untuk dua bungkus nasi aja ngehabisin 30 ribu, padahal kalau beli nasi di Pekanbaru, 30 ribu mah dapat 3 nasi bungkus. Nyampai di pelataran Istana Siak, kami langsung nyari tempat buat makan. Iya, lapar. 

Makan nasi bungkus dulu kita. Lauknya ikan, nggak ada ayam -_-

Selesai mengisi perut, niatnya mau sholat dzuhur dulu, eh malah jadinya ke makam kerajaannya. Kebetulan makamnya ini bersebelahan dengan mesjid. Makamnya bisa dibilang mewah, apalagi makam rajanya kaya dikelambuin gitu. Tempatnya juga bersih dan terawat. Setelah puas melihat-lihat makam, barulah kami sholat. Maafkan kami Ya Allah yang udah melalaikan sholat dengan sengaja ;’)

Pemakaman


Selesai sholat, kami melanjutkan wisata sejarah untuk memasuki istana siak. Tak lupa pula pastinya dengan sesi photo-photo. Untuk dapat masuk istana siak, perorang membayar 4000 rupiah. Perasaan dulu pas aku SD, gratis deh. Haha. Untuk lebih jelasnya, lihat gambar-gambar dibawah ini ya :D



Diibaratkan seperti inilah dulu suasana kerajaan. 
 Peralatan makan kerajaan.




Beberapa peninggalan kerajaan. Ada alas meja dan lain-lain.
Payung kerajaan. 

Singasana kerajaan. Itu kursinya berbalut emas lho. Seriusan deh. :G


Sebelum naikin tangga kelantai dua, photo dulu :D
Suasana dibelakang istana. Diambil dari lantai 2 istana siak.

Kita {} Arul-Adrial-Napi-Muthi. Dari semua photo selfie berempat, ini yang paling aku suka :D Eh, tapi belum liat photo dari hp Adrial sih.

Sebenarnya masih banyak photo-photonya, tapi cukup  itu saja dulu. Yang pasti aku happy! Senang! Sempat-sempatnya juga ikutan latihan nari bareng para penarinya, tapi tetep aja nggak bisa. Haha! Makasih untuk wisata ilmu kali ini Ya Allah, aku belajar banyak.

Ya, banyak sekali! Ternyata perjuangan orang terdahulu sangat susah. Menjadi raja pun bukan hal yang mudah. Dari istana siak juga aku baru tau kalau ada sebuah berangkas hitam yang sampai saat ini nggak bisa dibuka. Udah dicoba dengan berbagai cara, tapi tetap saja nggak bisa dibuka. Kunci berangkas itu katanya sih dibuang sang raja ke sungai.

Trus selain itu, ada juga patung anjing yang tengah memakan kelinci. Ternyata ada philosofinya sehingga raja menyuruh membuat patung itu. Philosofinya itu, anjing diibaratkan dengan Belanda, sedangkan kelinci itu Indonesia. Kita udah baik banget dengan Belanda, tapi Belanda malah ngejahatin bangsa Indonesia. Jadi ibaratnya kaya anjing makan kelinci, Belanda makan Indonesia.

Banyak pelajaran berharga, walau ada terbesit rasa bersalah ke aba. Aku bilang ke aba kalau ke Siak naik mobil, tapi malah naik motor. Maafin anakmu ini, ba. Maafin segala keegoisanku. Maafin segala tingkahku yang mungkin tak menyenangkan sebagai anak. Love you! Dan buat Nafi-Adrial-Arul, makasi untuk satu hari luar biasa dan berharganya ya. Mudah-mudahan ini bukan sesi jalan-jalan kita yang terakhir.

Ibarat hidup aku adalah sebuah buku, mudah-mudahan bukan Cuma sekali ini saja aku menuliskan nama kalian dibuku itu. Semoga ada kesempatan lain untuk kembali menuliskan nama kalian. Ohya, aku juga pengen ngedit video jalan-jalan ini jadi satu bentuk utuh, tungguin ya! Hmm, buat adik aku, Qonita Nisrina Ayuni, selamat ulang tahun yang ke-17 sayang. Semoga semakin dewasa dan sholehah ya. Salam sayang dan semangat dalam karya, @muthiiihauraa.
26 Januari 2016. 20.57 WIB.

You Might Also Like

5 komentar

  1. Wah istana siak... Keren juga.
    Itu btw seriusan nasi bungkus 15 rebu? Ya salam, di jogja udah dapat 2 piring itu mah kalau 15 ribu, udah sama minum juga.

    Hehehe....

    BalasHapus
  2. waah serunyaaa. mauk juga ikutan, janji deh nggaa ngaret *eh *lupasamaumur

    BalasHapus
  3. saya paling suka wisata ke tempat bersejarah semacam ini, :). Dulu yang paling berkesan waktu bisa mengunjungi museum Raja Gowa,,,

    BalasHapus
  4. Sama nih kayak aku, mba. Senang sekali datang ke tempat wisata yang mengandung nilai sejarah. Karena bisa belajar banyak hak ya dari tempat seperti itu. Makasih sudah berbagi mba

    BalasHapus