bisnis

Berwirausaha, Why Not?

23.30



Sebagian orang melihat hal-hal sepertibiasanya dan mereka bertanya-tanya “Mengapa?”. Sedangkan aku berangan-angan tentang hal-hal yang belum terjadi dan aku katakan “Kenapa tidak?”. (George Bernard)

Kebanyakan orang beranggapan bahwa berwirausaha bukanlah pilihan aman untuk menempuh kehidupan. Mereka lebih memilih untuk menjadi karyawan. Sebenarnya tidak ada yang salah atas pilihan itu. Karyawan ataupun pengusaha, tergantung sudut mana seseorang itu melihatnya.

Sejak kecil, aku selalu suka membaca buku kisah-kisah para pengusaha sukses. Tak hanya itu, bahkan buku karya Robert Kiyosaki pun telah selesai kulahap. Aba memang suka mengoleksi buku-buku bisnis, bahkan juga majalah-majalah berbau bisnis. Aba selalu berpesan kepada kami untuk tidak bercita-cita menjadi karyawan, tetapi bercita-citalah menjadi pengusaha sukses. Aba bilang, menjadi seorang pengusaha itu akan bisa membantu banyak orang. Akan bisa bersedekah lebih banyak. Akan bisa bermanfaat untuk orang lain.

sebagian buku bisnis yang ada dirumah
 Beberapa buku bisnis yang ada dirumah

Mungkin karna itu juga aku tak pernah bercita-cita menjadi karyawan sampai saat ini, tapi kalau ‘takdir’ nantinya membawaku pada kursi karyawan, aku juga tak kan bisa menolak. Ya, itu takdir, bukan cita-cita. Untuk saat ini, disaat teman-temanku bertanya, aku ingin jadi apa, aku menjawab dengan cukup yakin kalau aku ingin jadi penulis dan pengusaha.

Ya, pengusaha! Walau sampai detik ini pun belum ada satu usaha yang benar-benar aku seriusi. Sejauh ini, aku sudah pernah mencoba usaha berjualan online-jual pulsa-jualan donat, tapi ujung-ujungnya aku berhenti. Ujung-ujunnya entah kenapa aku capek sendiri, padahal dibuku-buku pengusaha sukses yang pernah aku baca, mereka sering gagal. Jatuh bangun untuk usahanya, apa mereka mundur? Sama sekali tidak, justru kegagalan itu yang bikin mereka makin tertantang untuk sukses. Lah aku? -__- Gagal, capek, mundur. -___-

Thomas Alva Edison pernah berkata bahwa banyak kerugian dalam hidup yang menimpa orang-orang ketika mereka berhenti disaat gagal. Padahal mereka tak pernah tau betapa dekatnya mereka dengan kesuksesan. Yah, aku termasuk salah satunya yang disaat gagal malah memilih berhenti ketimbang melanjutkan. Padahal nggak ada kesuksesan yang didapat dengan instan bukan? Sayangnya untuk saat ini aku tak cukup tangguh untuk kembali bangkit. Why, Mut? :’)

Aku terlalu banyak takut. Aku terlalu beralasan. Aku terlalu terlalu dan terlalu lainnya. -__- Aku suka stalkerin facebook dan twitter para pengusaha-pengusaha mudanya Indonesia. Ada kak Dwi dengan brand hijab syar’inya dwibcc, Anisa Rutami dengan bisnis hijabnya, Yasa Singgih dengan Men’s Republicnya, Rico Huang, dan masih banyak lagi. Rasanya ngestalkerin mereka bikin semangat itu up lagi. Bikin kepacu lagi untuk terus memperbaiki diri.

Salah satu pengusaha muda yang aku favoritkan itu Yasa Paramita Singgih atau yang biasa dikenal dengan nama Yasa Singgih. Umurnya sama dengan aku, 20 tahun. Kami sama-sama kelahiran 95, tapi dia udah jauh meroket. Disaat aku masih nadah uang ke orang tua, dia malah udah ngajak orang tuanya jalan-jalan. Duuh, akunya kapan? :’)

Mungkin kebanyakan kita berfikir bahwa hidup Yasa enak. Bahwa itu memang keberuntungan dia. Kita hanya melihat ‘dia’nya yang sekarang tanpa tau proses apa dulu yang ia jalani. Padahal dibalik kesuksesan seseorang, ada banyak kisah-darah-air mata yang mereka alami, iya kan?

Yasa Singgih pebisnis muda berusia 20 tahun
Yasa Singgih. source 


Yasa Singgih memulai usahanya saat duduk dibangku kelas tiga SMP. Saat itu, ayahnya menderita sakit jantung. Motivasinya adalah tidak ingin menambah beban ayahnya. Yasa kecil mulai mencoba menjadi MC. Dan saat memasuki dunia putih abu-abu, diumur yang menginjak 16 tahun, Yasa mulai terjun kedalam dunia bisnis meskipun masih skala kecil. Perjuangannya tak sia-sia, hingga ia bisa sampai diposisi saat ini.

Teman-teman dikampus atau yang aku kenal pun sudah banyak yang memulai berbisnis. Kadang iri ngelihat mereka. Kok mereka mampu bertahan? Kok mereka bisa ngecapai kesuksesan secepat ini? Yaiyalah, Mut! Mereka sibuk memulai dan mengembangkan bisnisnya, sedangkan kamu Cuma sibuk menjadi penonton atas kesuksesan mereka. Ibarat pepatah yang selalu bilang, rumput tetangga jauh lebih indah ketimbang rumput sendiri. Yaiyalah, itu tetangga sibuk ngurusin dan ngerawat rumputnya, sedangkan kamu Cuma ngeliatin tanpa berbuat apa-apa terhadap rumputmu.

Diawal tahun 2016, aku baru saja menyelesaikan membaca buku kisah hidupnya Merry Riana. Bisa baca review bukunya disini. Sumpah bukunya nampar banget. Nampar dan bikin aku pengen banget nyeriusi sebuah usaha. Beberapa kata-kata yang aku suka sampai-sampai aku tuliskan di dreams note aku adalah ‘Aku bisa meraih perjuangan sejauh ini, karna aku telah melewatkan suatu masa perjuangan yang aku jaga etos kerjanya secara mati-matian’ dan kalimat ‘Jangan memberi kelonggaran pada diri sendiri untuk sebuah disiplin yang dibuat sendiri’.

Aak, kagum dengan orang-orang apalagi anak-anak muda yang sudah mulai berwirausaha. Jatuh bangun mereka lewati dan itu memperlihatkan betapa tangguhnya mereka. Itu memperlihatkan bahwa mereka adalah orang-orang yang optimis dalam mewujudkan cita-cita. Aku juga tak ingin kalah! Saat ini, ada beberapa target bisnis yang ingin aku wujudkan. Dan semoga sebelum aku lulus kuliah, aku sudah punya bisnis yang benar-benar aku seriusi. Bisnis yang benar-benar akan  berkembang.

Ada kalimat yang aku suka, tapi aku lupa siapa yang melontarkannya. Seseorang itu bilang begini : “Mumpung masih muda, habisin jatah gagal dalam bisnis sebanyak-banyaknya. Mumpung masih sendiri dan belum ada tanggungan. Disaat yang lain sibuk koro-koro danberfoya-foya, sedangkan aku disini sibuk menata masa depan. Biarlah kuhabiskan masa mudaku dengan perjuangan agar kelak dimasa tua aku sudah bisa menikmati hasilnya. Karna aku yakin, usaha tak kan pernah mengkhianati hasil.”

Yap, aku setuju! Usaha tak kan pernah mengkhianati hasil. Apa yang diusahakan dengan seoptimal mungkin, itu juga yang akan didapatkan. Mungkin diawal-awal bisnis akan sangat melelahkan karna masih dikerjakan seorang diri, tapi aku yakin akan ada masanya bisnis itu berkembang. Ayolah memulai, Mut! Mau sampai kapan hanya jadi penonton? Mau sampai kapan Cuma gigit jari atas keberhasilan orang lain? Sampai kapan, Mut? Okelah, aku akan menggandakan usaha. Menggandakan do’a.


Hidup adalah proses. Hidup adalah belajar, tanpa ada batas umur, tanpa ada kata tua. Jatuh, berdiri lagi! Kalah, mencoba lagi! Gagal, bangkit lagi! Never Give Up! Sampai Allah berkata : ‘Saatnya pulang’! Ketika lelah membuatmu berhenti, tataplah impian yang telah menguatkanmu untuk memulai. Tataplah orang-orang yang mengharapkanmu untuk sukses. Tataplah orang-orang yang telah meremehkanmu. Tataplah bahwa berhenti itu bukanlah jalannya. Selesaikan sesuatu yang sudah dimulai, karna berhenti atau mundur berarti hancur. Salam sayang, @muthiiihauraa

“Tulisan ini diikutkan dalam Giveaway Semua Tentang Wirausaha yang diselenggarakan oleh Suzie Icus dan Siswa Wirausaha” 

You Might Also Like

12 komentar

  1. Wah Yasa cakep masih muda sudah memiliki usaha.

    BalasHapus
  2. Setuju banget sama kalimat yang "Mumpung masih muda, habisin jatah gagal dalam bisnis sebanyak-banyaknya. Mumpung masih sendiri dan belum ada tanggungan..".

    Saya juga lagi mulai usaha kecil-kecilan bareng temen kuliah, ya lumayan lah buat nambah-nambah uang jajan, siapa tau nanti usahanya berkembang kan. Apalagi habis baca tulisan ini, jadi semakin termotivasi dan semangat untuk berwirausaha. :D

    BalasHapus
  3. Hmm.. Yasa ya namanya.... *catet*
    Aku kadang jg suka gitu. Semangat, eh kendor lagi. Kayanya emang kudu ada yg motivasiin terus dari orang lain -_-hhhhh
    Kalo jualan gitu gitu, sebenernya aku pernah sih dari jaman SMP. Tadi entahlah. Kadang ku merasa kaga cocok jualan. Ngga enakan soalnya orangnya -_- Ngga enak nagih bzzz
    Semangat, Muthi!

    BalasHapus
  4. Aku juga suka kagum sama wirausahawan muda :' begitu semangatnya mereka :' Pernah pengen berwirausaha, cuma kadang masih takut sama tantangan-tantangan yang nanti dihadapi. Karena memang wirausaha itu nggak gampang :'

    tapi kata dosenku, orang yang berwirausaha gitu itu sama aja membantu memajukan bangsa loh :)

    BalasHapus
  5. Ikut mungut semangat dari sini. Semoga nggak nyerah jadi pengusaha

    BalasHapus
  6. Hai Muthi, kerennya ya anak muda dengan pemikiran begini. Saya juga suka quote yang ini: "Biarlah kuhabiskan masa mudaku dengan perjuangan agar kelak dimasa tua aku sudah bisa menikmati hasilnya. Karna aku yakin, usaha tak kan pernah mengkhianati hasil.”
    Karena banyak terbukti mereka yang sukses itu, masa mudanya didedikasikan untuk membangun masa tuanya.

    Selamat menggandakan usaha dan doanya ya :)

    BalasHapus
  7. Usaha tak kan pernah mengkhianati hasil

    Kalimat Muthi ini keren, emang bener kok gak ada usaha yang sia-sia, even belum menghasilkan pun, pasti sebenarnya sudah ada hasil yang tak tampak, yaitu pengalaman. Semoga terwujud yaa biar bisa berwirausaha :)

    BalasHapus
  8. semoga berhasil ya. saya mau juga menginspirasi anak, supayabisa wirausaha sejak dini

    BalasHapus
  9. Semoga sukses, wirausaha dan GAnya. :)

    Salam kenal.

    BalasHapus
  10. Kalimatnya mengisnpirasi sekaligus menampar ya, mumpung masih muda, habisin jalah gagal. Iyaa, nanti kalo udah tua tinggal nikmatin sukses. Sip

    BalasHapus
  11. hai mut yuk semangat berwirausaha.. iy yasa keren banget, pernah ngobrol bareng...
    sukses ya mut
    makasih ud ikut GA nya:)

    BalasHapus