#MondayClass : Mengenal Penulisan Feature

22.50 Muthi Haura 14 Comments



Haaai,Assalamua’laikum. Gimana kabarnya? Sehat? Akhir-akhir ini rasanya mood naik turun,nggak tau kenapa. Trus juga suka banget ngabisin waktu untuk hal-hal yang nggak guna. Aduh Mut, kapan mimpinya bakal terwujud kalau kaya gini terus? Kalau tanpa action. Iya, aku udah sering ngingetin diri sendiri untuk kembali memulai, tapi apalah daya, rasa malas ini malah semakin menjadi-jadi.

Banyak sebenarnya yang pengen diceritain, tapi kayanya aku nggak bisa cerita banyak lagi sama kamu my blog, harus ada batasan, karna  ini dunia maya ;)) Liburan semester ini nggak kaya liburan, sering banget keluar rumah dan bolak-balik kampus buat ngurusin segala urusan kampus dan urusan liputan. Lelah? Pasti, tapi semoga apa yang aku lelah-lelahkan saat ini berdampak bagus dikemudian hari. Amin!

Duh kebanyakan curhat ya? Haha! Nah kali ini balik lagi ke edisi #MondayClass yang selalu terlambat di posting. Maafin! Lagi-lagi bukan kesengajaan, tapi kemalasan -__-  Yang belum tau apa itu #MondayClass, bisa dibaca disini. Iya, jadi #MondayClass itu adalah sejenis entry yang terbit setiap hari Senin dengan isi postingan seputar Jurnalistik/Broadcasting. Kebetulan aku berkecimpung dikedua bidang itu, walau masih dalam tahap belajar.

Feature


Kali ini aku pengen bahas tentang feature sepengetahuan aku aja. Kalau semisal ada kesalahan dari apa yang aku sampaikan, boleh banget lho ditegur. Aku juga masih belajar dalam penulisan feature ini. Di kelas yang diadain Gagasan dan pas PKJTLN yang lalu, sering banget ngebahas masalah feature.

Feature pertama kali diperkenalkan oleh Time, karna saat itu majalah Time menghindar dari penulisan bergaya piramida terbalik (straight news). Sedangkan di Indonesia, salah satu pelopor feature itu adalah Goenawan Mohammad. Kalau di straight news hanya membahas 5 W + 1 H secara simple, sedangkan di feature lebih mendalam. 5 W + 1 H-nya dibuat berbetuk satu cerita yang utuh yang tentu saja berdasakan fakta, bukan opini.

Oh ya, feature adalah berita yang ditulis secara kreatif, kadang-kadang subyektif, dan memberi informasi kepada pembaca tentang suatu kejadian, keadaan, atau aspek kehidupan. (Sumber : Materi PKJTLN oleh Surya Mahendra selaku Redaktur Regional Bisnis Indonesia)

Didalam feature, tidak sekedar menerangkan who itu sebagai siapa, tapi juga menerangkan karakter-karakter tokoh-tokoh narasumbernya dengan akurat, rinci, dan kuat. What tidak saja disampaikan tentang apa yang dilakukan narasumber, tapi menjadi sebuah alur/plot dalam sebuah cerita yang runtut. Where tidak hanya dijadikan sebagai lokasi/tempat wawancara/tempat kejadian perkara, tapi merupakan setting, lengkap dengan semua background, baik panggung teater yang penuh narasi.

When tidak hanya menjadi waktu yang menunjukkan hari/tanggal/jam, melainkan sebuah kronologi yang bisa digambarkan secara runut. Why tidak hanya mengapa dalam arti singkat, namun harus menjadi motif yang bisa liar dan tidak sederhana. How dikembangkan menjadi sebuah narasi yang lengkap. Ada emosi, hasrat, harapan dari narasumber. (Sumber : Duanu yang terancam punah-Penerbit Yayasan Sagang Pekanbaru Oktober 2013)

menulis feature


Setau yang aku pelajari, membuat feature itu sebenarnya mengasikkan. Banyak sekali rubric-rubrik dimajalah, apalagi di majalah LPM Gagasan yang gaya penulisannya menggunakan gaya penulisan feature. Tapi dalam penulisannya juga harus hati-hati, jangan sampai mencampurkan opini dengan fakta. Ingat lho, apa yang ditulis oleh wartawan adalah ‘kehidupan’ bagi orang lain. Karna pemberitaan seorang wartawan akan berdampak kepada kehidupan yang akan dijalani seseorang itu kedepannya.

Nah masalahnya, terkadang aku kalau nulis feature itu kata pimum LPM Gagasan, masih sering mencampur adukkan fakta dengan opini. Aku nulis seakan-akan beropini, padahal aku sudah sebisa mungkin untuk nggak masuin opini kedalam tulisan tersebut. -__- Ya ya ya, aku mang masih harus banyak belajar.

Didalam sebuah feature, hal-hal kecil pun berguna untuk tulisan. Suasana sekitar narasumber juga penting untuk dideskripsikan. Pokoknya hal-hal rinci itu penting. Feature memiliki beberapa unsure, yakni : kreativitas, Kreativitas memungkinkan seorang reporter ‘menciptakan’ sebuah cerita. Subjektivitas, penulis dapat memasukkan emosi narasumber kedalam tulisan.

Inside story, memberikan informasi kepada masyarakat mengenai situasi atau aspek kehidupan yang mungkin diabaikan dalam penulisan berita. Awet, tulisan tidak mudah basi. Panjang, bisa ditulis sepanjang mungkin selama masih menarik. Selain unsure-unsur itu, feature juga memiliki struktur berupa : lead, focus-deskripsi-anekdot-data-dialog, penutup. (Sumber : Materi PKJTLN oleh Surya Mahendra selaku Redaktur Regional Bisnis Indonesia)

Dalam menulis feature, juga harus berimbang, sama seperti halnya dalam menulis berita lainnya. Tidak boleh dalam feature adanya keterpihakan¸ hal ini juga sudah dijelaskan didalam kode etik jurnalistik pasal 1 yakni ‘wartawan Indonesia bersikap independent, menghasilkan berita yang akurat, berimbang, dan tidak beritikad buruk’.

Bentuk feature itu segitiga berkaki yang isinya berupa ‘Penting-Kurang penting-sangat penting’. Sedangkan jika menulis feature tentang human interest, maka akan lebih bagusnya ada narasumber lain yang benar-benar mengenal si tokoh yang kita tulis itu. Tujuannya untuk memperkuat isi tulisan.

Ini feature singkat yang aku tulis tapi belum selesai pas PKJTLN Ganto di Sumbar tahun lalu. Aku ngambil sisi human interest tentang sosok kak Ryvani Fadilla. Oke, langsung aja, check thisu out :

Ryvani Fadilla, begitu namanya. Gadis yang memakai baju dan berjilbab pink itu merupakan seorang mahasiswi semester 7 Jurnalistik Ilmu Komunikasi FISIPOL UMSU. Gadis asal Medan dengan tinggi sekitar 150-an cm itu mengatur waktu antara kuliah dan kegiatan LPM yang diikutinya.
            Ryvani yang menjabat sebagai sekretaris redaksi LPM Teropong UMSU ini memiliki keluarga yang mendukung setiap aktivitasnya. Suasana sangat riuh saat wartawan Gagasan mewawancarai gadis berkulit sawo matang itu .
            Happy bergabung di LPM Teropong ini dan dalam perkuliahan pun tidak ada kendala, karna jurusan kuliah pun selaras dengan visi-misi LPM.” ujarnya. Pandangan mata para peserta kelompok A lebih tertuju pada tugasnya masing-masing ketimbang wawancara diantara kami, tapi Ryvani Fadilla tetap menjawab singkat sambil sesekali mengumbar senyum membuatnya terlihat semakin manis dengan baju dan jilbab pinknya. (Muthi) 

Oke deh, segini aja kayanya dulu. Besok pagi mulai ngampus di semester 6. Huaaa, welcome semester 6 dan KKN. Tinggal sebentar lagi waktu kuliah, semoga bisa memanfaatkan waktu dengan baik dan ngasilin banyak karya. Amin! Salam sayangdan tetap semangat, @muthiiihauraa.
Rabu, 24 Februari 2016. 08.28 WIB.

Baca Artikel Populer Lainnya

14 komentar:

  1. Wah, nambah ilmu lagi deh. Thanks udah mau berbagi. Tapi ingat, jangan malas-malasan yah biar mimpinya cepat terwujud. AMIN

    BalasHapus
  2. Jadi lebih mendalam gitu ya kak? Berbeda dengan penulisan jurnalistik Indonesia.

    Nambah ilmu lagi^^. Mangaaat kak semester 6 nya

    BalasHapus
  3. Ilmu baru tentang poin yang subjektivitas nih mbak. Tapi, mungkin tetap harus sesuai porsinya agar tetap enak dibaca.

    BalasHapus
  4. Haii, wah udah lama ngga mampir ke blog mbak :D
    Smoga aja pas baca saya bisa bermetamorfosis jadi blogger yang baik dalam hal menulis cerita :D

    BalasHapus
  5. Dulu pernah baca tulisannya boim lebon kalo nggak salah intinnya feature itu cerita yata atau berita yang disajikan dengan gaya seperti cerita fiksi, hehehe.. ya kurang lebih intinnya sama aja sih

    BalasHapus
  6. Nulis feature gampang2 susaaaah hehehe
    Kuliahnya di Jurusan Komunikasi ya Mbak? :)

    BalasHapus
  7. wah makasih mbak, tulisannya menambah ilmu baru buat saya :))

    BalasHapus
  8. thank For sharing ya mbak...tulisannya bermanfaat

    BalasHapus
  9. saya malah baru mengenal feature mba :) kudet ya saya, tapi jadi ga kudet abis baca sharenya

    BalasHapus
  10. Jenis tulisan ini jadi andalan saya untuk menulis reportase internal perusahaan saya :-) Berita jadi lebih hidup.

    BalasHapus
  11. terimakasih sharingnya, bermanfaat

    BalasHapus
  12. weee kita sama-sama semester 6,,semangatttt yang semester 6 :v

    BalasHapus
  13. semangat jangan kasih kendor!

    salam
    riby

    BalasHapus
  14. Wah, bermanfaat banget buat pemula kayak saya nih mbak. Thanks btw.

    Salam,
    Rava.

    BalasHapus