#MondayClass : Mengenal Peralatan Penyiaran Radio

19.12 Muthi Haura 2 Comments



Haay,Assalamua’laikum. Gimana kabarnya hari ini? Sehatkan yah? Entah kenapa sejak tadi sore, aku badmood-an. Rasanya pengen ngeluapin emosi. Pengen marah-marah kesemua orang. Efek mau ‘dapet’ kali ya -__- Tadi juga sempat-sempatnya ngisi KRS manual dan ngurus syarat beasiswa dikampus.

Ah, semester V benar-benar udah terlewati ternyata. Finally, IP aku semester ini 3,83. Alhamdulillah. Ip tertinggi yang aku dapat selama masa kuliah. Padahal aku ngerasa kalau semester ini nggak optimal banget. Iya lho, aku sering ambil jatah untuk kegiatan organisasi, trus juga seminggu ikut PJTL di Ganto, belum lagi libur karna asap, dan parahnya lagi, semester ini sama sekali aku nggak ada nyatat materi secara rapi. Intinya sempat pesimis banget dengan semester ini, tapi sama sekali nggak nyangka kalau hasilnya segitu. ;’)

Semester VI juga sebentar lagi bakal dimulai, mata kuliah semester ini Cuma 7 yang artinya bakal banyak waktu kosong disemester VI nanti, rencananya sih pengen isi dengan hal-hal bermanfaat dan ngewujutin target. Semoga aja! Trus juga semester VI nanti mata kuliahnya greget, ada script TV dan radio, reportase dan investigasi radio, animasi, scenario film documenter, artistic dan lighting, produksi siaran TV, dan produksi siaran radio. Aaaak, can’t wait! Semoga dosennya benar-benar ngajarin dan nggak abal-abal. Amin!

Eh kok kebanyakan curhat ya? Oke deh balik lagi di #MondayClass yang sering banget telat. Maafin! Bukan disengaja. Kali ini kita akan bahas yang berkaitan dengan radio. Siapa yang suka dengerin radio? Siapa yang pengen jadi penyiar radio? Siapa yang pengen berkecimpung dalam dunia radio? Sayangnya aku nggak sama sekali. Haha! Tapi kalau untuk buat script siaran radio atau memproduksi sebuah siaran, aku mau!

(1) Penyiar radio lagi siaran



Awalnya penyiaran dunia dimulai ketika ahli fisika Jerman bernama Heinrich Hertz pada tahun 1887 berhasil mengirim dan menerima gelombang radio. Setelah itu, temuan-temuan lain tentang radiopun mulai bermunculan.

Di Indonesia sendiri, radio memiliki peran penting dalam membantu kemerdekaan Indonesia. Iya lho, serius! Coba deh baca buku sejarah yang dimana disaat Hiroshima dan Nagasaki di bom atom, golongan-golongan muda mengetahui hal tersebut lewat radio. Pada awalnya, semua siaran tentang pengeboman Hiroshima dan Nagasaki ditutup-tutupi oleh pihak Jepang, tapi ternyata warga-warga Indonesia cukup pintar untuk menyadap informasi tersebut lewat radio.

Coba deh bayangkan kalau pas waktu itu nggak ada radio? Dari mana pemuda-pemuda Indonesia disaat itu bisa tau kalau adanya pengeboman di Hiroshima dan Nagasaki, ya kan? Karna mengetahui informasi tersbeutlah, akhirnya golongan muda mendesak golongan tua untuk memproklamirkan kemerdekaan. Sebenarnya Jepang sudah berjanji untuk memerdekakan Indonesia, tapi golongan muda nggak mau. Mereka ingin Indonesia merdeka bukan atas pemberian Jepang, tapi atas usaha kita sendiri.

Eh kok malah melenceng kesitu ya? Hehe! Pokoknya intinya gitu, radio salah satu yang berperan penting dalam kemerdekaan Indonesia, kalau menurut aku. Pernah nggak sih ngelihat penyiar lagi siaran? Pernah ngelihat alat-alatnya? Aku pernah, bahkan ngerasa menggunakannya pun pernah, walau menurut aku rada ribet juga sih. Mang akunya nggak bakat kali ya? Haha! -__-

Nah, ini nih peralatan-peralatan dalam penyiaran radio. Langsung aja, check this out :

(2) Ini yang namanya audio mixer


Audio mixer, untuk mengatur sinyal elektrik dari mixropon studio (PC, laptop, tape recorder, CD player, dan sinyal prosesor) sampai ke prosesor. Mikropon, untuk mengantarkan getaran suara. Computer, untuk menginput semua data (lagu, iklan, single, berita) bisa secara otomatis diacak sesuai keinginan.

Software, perangkat lunak. Sering digunakan semacam on air. Contohnya misalnya itu kaya modul on air, modul news, dan lain-lain. Ephone, alat untuk mendengarkan langsung saat menyiar/mengudara. Telpon rumah/hp, terhubung dengan mixer.

Compact disk, menyimpan data-data lagu, iklan, dan jingle. Kaset, sebuah benda yang terbuat dari gulungan pita yang bisa untuk merekam lagu. Saat ini sudah jarang digunakan lagi. Tape recorder, kalau misalnya seumpama computer sedang hank, maka bisa digunakan tape recorder/CD player.

Antena adalah alat bagian vital dalam suatu pemancar. Kalau antena nggak ada, maka nggak bisa mengantarkan siaran. Exteel adalah studio transmik (pengantar) link. Ekteel juga berfungsi sebagai resifer (penerima) siaran. Memancarkan program dari studio ke pemancar.

Itu aja yang aku ketahui dari peralatan penyiaran radio. Itu pun aku taunya karna baca-baca catatan materi perkuliahan yang lalu. Ternyata bermanfaat juga aku buat label #MondayClass ya, setidaknya manfaatnya untuk diri aku sendiri. Iya, aku kan jadi rajin baca-baca materi yang lalu biar nggak ilang gitu aja. :D

Kalau kamu mau jadi penyiar, ada beberapa syarat dasar nih yang harus diketahui, yaitu : mengetahui timwork, dinamis, bersedia bekerja over time, pandai bergaul, dan pandai membaca situasi perkembangan yang ada.

Berminat berkecimpung didalam dunia radio? Entah itu sebagai penyiar atau dibagian manajemen atau dibagian produksi atau dibagian keuangan atau dibagian tekniknya? Apapun itu, ayo makin semangat belajarnya! Dan aku juga bakal makinsemangat belajar dalam hal yang aku minati!

Udah gitu aja dulu deh. Semoga bermanfaat ya dan sukses selalu, @muthiiihauraa.
Rabu, 10 Februari 2016. 19.42 WIB.

Baca Artikel Populer Lainnya

2 komentar:

  1. Btw kalau jamam dulu gitu pake komputer ama audio mixer g ya buat siaran radio?

    BalasHapus