Broadcasting

Meet Najwa Shihab

19.27



Haay, Assalamua’laikum. Gimana kabarnya dan sedang ngelakuin apa? Lagi sibuk-sibuk berproses buat ngejar mimpi ya? Sama aku juga, walau masih sering kebanyakan malasnya sih. Haha -__- Aku udah nyoba buat nekan diri untuk nggak malas-malasan, terkadang berhasil dan terkadang tidak. Memanglah kalau musuh terbesar itu ya diri sendiri.

Hari ini hari yang luar biasa. Banyak pelajaran berharga yang aku dapat. Dan yang pasti, hari ini aku bisa ngelihat secara langsung seorang Najwa Shihab. Di postingan ini, aku pernah bercerita kalau aku kagum dengan Najwa Shihab yang akrab disapa mbak Nana. Aku suka ngelihat cewek atau cowok yang pintar, karna bagi aku, cewek or cowok pintar itu punya inner beauty yang nggak dimiliki orang-orang kebanyakan. Punya inner beauty yang yang yang, pokoknya asiklah ngelihatnya.

Dipuji karna cantik or ganteng memang menyenangkan, tapi dipuji karna prestasi jauh lebih membanggakan, right? Hari ini Mata Najwa bertandang ke Riau, lebih tepatnya ke Universitas Islam Riau. Tidak hanya tim Mata Najwa, tapi juga turut mengundang Pak Anies Baswedan dan Rory Asyari selaku presenter Metro TV.

Jam 9-an tanpa memberi kabar ke Ijah, aku udah stay di kosnya. Tentu saja untuk ngajakin dia nonton live-nya Mata Najwa. Sedangkan Ulan-Mumun payah banget dihubungin, padahal udah janjian buat pergi bareng. Hari ini ngambil jatah 3 mata kuliah, tapi sama sekali aku nggak nyesal, karna pelajaran yang didapatpun tak kalah luar biasanya dan berhubungan juga dengan dunia broadcasting.

Aku dan Ijah sama sekali nggak tau jalan ke UIR, alhasil kami ke UIR ngandelin google maps, untung deh nggak sesat. Nyampai disana udah kaya orang bego, sama sekali nggak tau bakal masuk atau nggak, trus juga ketemu Desnoy-Ama disana. Lagi asiknya berdiri-berdiri nggak jelas, eh ketemu Ulan-Mumun-Hely-Ervan-Dini-Nia deh. Baru ingat kalau kata Ulan semalam nama aku udah dia daftarin lewat Hely yang berarti aku bisa masuk secara gratis. Awalnya sempat ragu mau masuk, soalnya Ijah-Desnoy-Ama belum terdaftar, nggak enak gitu akunya, tapi ternyata mereka tetap bisa masuk dengan syarat harus membeli bukunya.

Gitu deh pokoknya. Pas mau masuk ke PKM-nya itu ramai banget. Aku keselip-selip. Berasa mau pingsan gitu, apalagi ada abang-abang yang teriak-teriak marah nggak jelas. Yang paling kasihan si Mumun, itu abang teriak-teriaknya sambil nunjuk-nunjuk dan parahnya tangan itu abang diletakin dikepala Mumun. Pokoknya berasa ikan sarden bangetlah, di dorong sana sini. Setelah melalui perjuangan panjang, akhirnya kami bisa masuk dan dapet bagian paling atas dekat crew-crew Metro TV.

Awalnya sempat ngedongkol, apalagi kami nggak dikasih tempat duduk, tapi akhirnya aku malah bersyukur, karna posisi didekat crew-crew Metro TV itu bikin aku belajar banyak. Iya gitu! Penampilan pertama itu oleh Rory Asyari, selaku pembawa berita sore di Metro TV. 

Rory Asyari
Rory Asyari (Google)


Ini poin-poin yang aku tangkap dari apa yang si abang itu sampaikan :
Untuk sampai ditahap presenter Metro TV, itu dimulai dari reporter. Seorang reporter, sebelum memberitakan sesuatu, maka harus riset dulu. Riset itu penting! Riset bisa dilakukan dengan membaca salah satu caranya. Untuk menjadi reporter Metro TV, fisik itu nomor kesekian yang dilihat, poin pertama itu adalah pengalaman dan wawasan. Seorang reporter saat memberitakan sebuah kejadian itu harus tutup poin, jangan terlalu berbelit-belit.

Selesai sesi Rory Asyari, maka dilanjutkan dengan penampilan Najwa Shihabnya. Pas mbak Nananya masuk, seisi PKM langsung heboh. Aku jadi berkhayal pula kalau suatu hari nanti, aku yang bakal digituin. Aku yang bakal dimintain tanda tangan dan photo bareng. Haha. Nggak apalah, bermimpi dulu nggak ada yang ngelarangkan?

Karna aku berdiri didekat para crew-crew Metro TV, aku jadi tau proses dibalik layarnya program Mata Najwa. Crew-crewnya pada ramah, apalagi ada salah satu bapak crew yang ngajakin becanda dan ngomong gitu. Kalau untuk yang ngasih arahan-arahan di acara Mantra dibalik Layar Mata Najwa tadi itu mbak Citra.

Mbak Citra yang ngasih arahan apakah adanya sesi pertanyaan atau tidak. Mbak Citra juga yang nentuin waktu-waktunya, missal nih kaya tadi pas nampilin sedikit profil Anies Baswedan, mbak Citra bilang gini lewat HD-nya : “Waktu dua menit!” Pas waktu dua menit untuk profil udah mau berakhir, mbaknya bilang gini lagi :”4 3 2 1”, pas di 1, video itu langsung berhenti. Hampir samalah prosesnya kaya yang aku lihat di UMRI kemaren, tapi ini lebih wah!

Trus juga tadi pas mau mulai shooting, mbak Citranya bilang gini kalau nggak salah : “3 2 1 Qiu”. Antara cameramen, pemegang mix, editornya, pengarah lampu, semuanya pada pakai HD. Pokoknya keren deh! Salah satu hal yang aku sesali sampai detik ini adalah nggak minta photo bareng dengan crew-crew Metro TV-nya, padahal jarak sejengkal -___-

Beberapa crew dibalik layarnya Mata Najwa
Beberapa crew dibalik layarnya Mata Najwa

Peralatan penunjang shooting 1
Peralatan penunjang shooting 1


Peralatan penunjang shooting 2
Peralatan penunjang shooting 2
 Peralatan penunjang shooting 3
 Peralatan penunjang shooting 3


Salah satu cameramen Metro TV
Salah satu cameramen Metro TV

Penonton Mata Najwa UIR
Penonton Mata Najwa UIR


Dari crew-crew dibalik layarnya program ‘Mata Najwa’ ini ada hal yang aku pelajari, bahwa dibalik sebuah program yang sukses, ada banyak tangan luar biasa yang berperan. Tangan-tangan yang bahkan rela tak tidur. Yah, tangan-tangannya anak broadcast. Terkadang orang sering kali melupakan sosok-sosok dibalik layar. Orang-orang seringkali hanya berfokus pada apa yang ‘tampak’, padahal sebenarnya sesuatu yang tampak itu berasal dari sesuatu yang tidak tampak.

Apalah jadinya sebuah program tanpa adanya orang dibalik layar bukan? Begitu juga halnya hidup, bahwa kesuksesan seseorang itu bukan hanya didapat oleh kerja keras diri sendiri. Dibalik kesuksesan seseorang, ada banyak tangan yang membantu, orang tua salah satunya, right?

Oke deh, lanjut kepada sesinya Najwa Shihab dan Anies Baswedan. Di sesi ini hampir sama kaya yang dilihat di televisi, tanya jawab. Aku ada beberapa catatan rangkuman atas apa yang disampaikan Anies Baswedan dan Najwa Shihab.. Rangkuman yang dikatakan Anies Baswedan :
Selama masa kuliah, maksimalkan waktu dengan nggak Cuma duduk diruang kelas. Aktiflah diluar kelas. Seimbangkan antara belajar dikelas dan organisasi. Seorang Anies Baswedan saja sejak SD sudah aktif berorganisasi dan saat SMA dipilih sebagai ketua OSIS.

Seseorang itu dikatakan sebagai pemimpin saat dia ada yang mengikuti, bukan saat dia memiliki kekuasaan. Tugas pemimpin itu memutuskan. Politik disaat ini masih banyak kok yang lurus-lurusnya, tapi sayang sekali jarang diliput media. Sedangkan yang buruknya sering diberitakan.

Selain politik, Anies Baswedan berpesan kepada mahasiswa. Kritislah terhadap pemerintah, tapi jangan pesimis. Terlibat langsung dalam pembangunan, jangan hanya pandai berkoar-koar menuntut saja, jadi contohlah untuk lingkungan. Siapkan diri dalam bidang profesi yang digelutinya. Kuasai bahasa Internasional dengan baik. Perluas jaringan, karna jaringan member manfaat yang besar.

Keberhasilan itu proses yang panjang. Kebanyakan kita hanya ngelihat seseorang dari ujungnya, tapi tidak pada awalnya. Kita hanya melihat kesuksesan yang telah orang itu dapat, tanpa melihat proses awal jatuh bangunnya mereka.

Dalam melakukan sesuatu, disiplin-tuntas-dan totallah! Mulai saat ini tuliskan mimpi kalian. Tuliskan CV. Tuliskan CV-nya ditahun 2036. Pikirkan mimpi kalian 15-20 tahun kedepan. Tulis dengan spesifik berupa apa yang akan dikerjakan di 20 tahun kedepan, alamat rumah, suasana, dan lain sebagainya. Tinggikan mimpi dan lampau diri!!

Ya, itulah pesan dari seorang mentri luar biasa, Anies Baswedan. Sayang sekali aku juga tak mendapatkan photo bareng pak mentri, tapi dapat salamnya aja. Aku juga nyatat apa yang disampaikan mbak Nana. Sedikit informasi bahwa Najwa Shihab ini adalah reporter pertama di Metro TV, reporter pertama yang ngeliput berita tsunami. Mbak Nana berkuliah di jurusan hokum dan dulunya bercita-cita menjadi Jaksa atau orang-orang yang terlibat dengan hokum, sama sekali tak ada niat untuk menjadi wartawan.

Nah disaat kuliah itu, dikampus ikut magang di RCTI, sehingga jatuh cinta dengan profesi wartawan. Bagi mbak Nana, profesi wartawan itu adalah profesi yang menantang. Saat menjadi wartawan, kita bisa melihat hal menarik dari kehidupan seseorang itu untuk ditanyakan. Kalau nggak ada yang menarik, maka tugas wartawan itulah membuatnya menarik. Mbak Nana juga type orang yang keras terhadap diri sendiri dan team Mata Najwa, selesai proses shooting, mbak Nana akan melihat kembali hasil shootingnya.

Sebelum memulai sesi wawancara, mbak Nana grogi dan selalu mules. Bagi mbak Nana ini hal yang wajar dan sehat, karna disaat dirinya merasa mules, berarti ia tidak menganggap sepele apa yang ia kerjakan dan akan berusaha melakukan semaksimal mungkin. Mbak Nana juga khawatir saat popularitas diukur sebagai kesuksesan. Sukses itu tak harus popular. Sukses itu saat melakukan hal sekecil apapun dan akan member dampak positif untuk orang lain.

Saat ditanya Pak Anies apakah ingin terlibat dalam dunia politik, dengan tegas seorang Najwa Shihab menjawab bahwa untuk tahun ini tidak sama sekali. Apa yang dilakukannya saat ini sebagai tuan rumah Mata Najwa adalah hal yang disukainya. Dari profesi ini, ia dapat melihat siklus kehidupan seseorang. Mbak Nana pernah mewawancarai orang yang awalnya berprestasi, lalu beberapa bulan kemudian mewawancarai orang itu lagi tapi sebagai seorang koruptor.

Ya, siklus kehidupan orang itu cepat sekali berubah dan itu membuat mbak Nana semakin terus memperbaiki diri. Mbak Nana juga bilang bahwa dibalik kesuksesan Mata Najwa, ada orang-orang yang bekerja keras, tapi tak terlihat. Jangan pernah silau pada panggung. Jangan pernah silau pada kesuksesan.

Diakhir acara, mbak Nana memberikan tantangan kepada kami, yakni membaca 1 buku 1 minggu. Bisa Mut? Insha Allah harus bisa! Luar biasa hari ini, walau nggak dapat sesi photo-photo dengan mbak Nana, Pak Anies, bang Rory, crew Metro TV, dan mbak Fenny yang terlahir di Riau selaku penulis Mantra dibalik Layar Kaca Mata Najwa.

Nggak papa nggak photo-photo, mungkin Allah punya rencana lain. Mungkin bagi Allah, ini bukan pertemuan terakhir aku dengan orang-orang yang aku sebutkan diatas. Mungkin Allah nyuruh aku lagi buat ketemu mereka entah dimana atau mungkin bahkan menjadi bagian dari keluarga Mata Najwa. Haha, mimpi nggak ada yang ngelarangkan? Jalan hidup, manusia nggak ada yang tau kan? :D

Aaah, luar biasa banget bisa ngelihat livenya Mata Najwa. Luar biasa banget bisa ngelihat crew Metro TV secara langsung dalam bekerja. Aku bersyukur dapat bagian diatas, walau nggak dapat kursi untuk duduk, tapi itu bukan masalah. Coba aku dapat duduknya dibawah dengan kursi, pasti aku nggak akan bisa ngelihat langsung dibalik layarnya Mata Najwa. Alhamdulillah. 

EMTRI
EMTRI :*


Allah ngasih apa yang kamu butuhkan, bukan apa yang kamu inginkan. Mari semakin semangat berkarya!! Salam semangat, @muthiiihauraa.
Sabtu, 19 Maret 2016. 08.05 WIB.

You Might Also Like

9 komentar

  1. wah asyikk banget bisa nonton mata najwa secara langsung :')
    Iya betul, saya setuju sama pendapat bapak anies baswedan yang mengatakan mahasiswa seharusnya tak hanya bisa berkoar-koar tapi juga berpartisipasi dalam setiap perubahan :))

    Talk less do more, yesss ? :D

    BalasHapus
  2. Uaaaaa ... gueh kagak ikutan muth...cedihh cedihh... tapi setidknya merasakan lah krn dh baca postingan muthi, terobati juga rasa penasaran...hihi..

    BalasHapus
  3. waha syik ya, aku juga pengangum Najwa

    BalasHapus
  4. Sukses itu tak harus popular. Sukses itu saat melakukan hal sekecil apapun dan akan memberi dampak positif untuk orang lain.

    bersyukur mbak Muthi bisa hadir di acara Live Show nya mata najwa hhee
    dapet leh2 motivasi yang seabrek itu hheee

    BalasHapus
  5. Seru ya acaranya, liat proses di balik layarnya jg seru yaaa. Hihi. Si mbak citra itu nama profesinya Floor Director. Semacam sutradara untuk program non drama. Kalo alat penunjang syuting yg 1 sama 2 namanya mixer. Yg ketiga ngga gitu jelas tp mungkin VTR yaa. Ayo muthi, mau jadi broadcaster nggaa? Hihi. Salam kenal ya Muthii

    BalasHapus
  6. Aku dan suami fansnya Najwa Shihab. Tapi belum pernah nonton livenya. Beruntung Mbak Muthi sudah bisa nonton live, semoga dikesempatan lain bisa foto bareng dengan ibu cantik itu :)

    BalasHapus
  7. Dulu pernah ada acara Mata Najwa Goes to campus di Jogja, tapi aku nggak dapet tiketnya, dapetnya cuma pelatihan jurnalistik sama Aviani Malik, ya itu juga salah satu news anchor, lebih cakep aslinya daripada di tipi wkwkwk

    BalasHapus
  8. Aku pernah nonton langsung Mata najwa di studio metro TV. Dan beberapa penonton yg cekatan berhasil selfie sama mbak ini. Pas pada gantian pengen foto bareng, tiba-tiba si mbaknya langsung ditarik sama kru hehehe. Saking hebohnya.

    BalasHapus
  9. mau tanya, tahu tidak kenapa Mba Najwa belum pake hijab, hehehe

    BalasHapus