#MondayClass

#MondayClass : Type Of Shot

23.00



Haaay, Assalamua’laikum. selamat berhari Senin ya, semoga harinya produktif. Minggu-minggu ini melelahkan, soalnya lagi Deadline majalah LPM Gagasan edisi 100. Baru bener-bener ngerasa terlibat banget di edisi ini. Ternyata gini toh. Bolak-balik buat nemuin narasumber, ngedit-ngedit tulisan yang udah masuk, dimarahin narasumber, banyak deh pengalaman luar biasa!

Lelah sih, tapi rasanya menyenangkan. Menantang. Jadi bisa ngenilai dan ngukur diri juga, aku kurangnya dimana, apa yang harus aku perbaiki, dan lain sebagainya. Tugas-tugas kuliah juga udah mulai numpuk, walau deadlinenya masih lama. Aku sih pengennya ngerjain secepat mungkin, biar nggak kepepet deadline dan hasilnya bisa maksimal. Tugas-tugas semester ini WAW banget, hampir semuanya disuruh bikin video, asyik :D

Kebanyakan curhat ya? Hihi. Nah di #MondayClass kali ini, aku bakal sedikit ngebahas tentang Type of shot. Tau #MondayClass kan? Kalau nggak tau bisa baca disini. Type of shot bisa disebut juga sebagai pembingkain gambar. Misalnya nih dilayar televisi kita, kita dapat ngelihat pemandangan pantai atau deretan gedung-gedung pencakar alam. Sedangkan di scene yang lainnya, kita Cuma bisa ngelihat wajah si pemainnya saja. Itu yang dinamakan type of shot.


Extreme Long Shot
 
Extreme Long Shot
Extreme Long Shot

Extreme long shot atau biasa didalam penulisan scenario disebut E.L.S ini membuat gambar terlihat sangat luas. Sedangkan untuk obyek manusianya itu kecil, tetapi dari ujung kaki sampai ujung kepala terlihat. Extreme long shot ini biasa juga disebut dengan establishing shot. Untuk lensa yang digunakan itu biasanya adalah wide angle atau sudut paling lebar.
 

Long Shot
 
Long Shot
Long Shot

Long Shot ini tidak selebar Extreme Long Shot, tapi obyek manusianya tetap terlihat dari ujung kepala sampai ujung kaki. Didalam Long Shot atau biasa disebut L.S bisa menyampaikan lokasi dan tokoh yang ada pada gambar. Artinya, tokoh utama dan tokoh-tokoh pendukung sudah bisa diperkenalkan, tetapi tetap dengan menampilkan latar belakang sosial dan geografis. 


Medium Long Shot
 
Medium Long Shot
Medium Long Shot

Mediaum Long Shot atau biasa disebut M.L.S saat penulisan scenario, digunakan untuk mengambil gambar atau shot yang memperlihatkan seseorang atau karakter dengan lebih besar atau dekat. Biasanya itu dari atas kepala sampai lutut. Frame M.L.S juga bisa digunakan untuk menampilkan beberapa orang. Jadi M.L.S berfungsi untuk menjelaskan poin who, when, dan where.
 

Medium Shot
 
Medium Shot
Medium Shot

Medium Shot atau M.S digunakan untuk menampilkan gambar karakter dari ujung kepala sampai pinggang. Shot ini menerangkan lebih detail tentang siapa tokohnya dan bagaimana karakter tokoh tersebut. Di Medium Shot ini, penonton sudah dapat melihat warna baju si tokoh, ekspresi wajah tokoh, apakah tokoh membawa tas atau tidak.


Close UP
 
Close Up
Close Up

Close Up atau C.U menampilkan gambar karakter dari atas kepala sampai dada. Pada framing ini, background hanya terlihat sedikit. C.U memperlihatkan secara jelas ekspresi karakter, beserta emosi yang diucapkan dalam dialog atau yang tidak diucapkan.
 

Big Close UP

Big Close Up atau B.C.U memperlihatkan gambar karakter dari ujung kepala sampai dagu. Type of shot ini memberikan informasi kepada penonton mengenai emosi yang dalam, baik kegembiraan, kelucuan, kesedihan, ketakutan, dan sebagaimananya. Big Close UP menjelaskan poin how atau bagaimana tokoh yang ditampilkan.

Extreme Close Up

Extreme Close Up
Extreme Close Up

Extreme Close Up atau E.C.U sangat padat atau dekat. Misalnya framing kedua mata, jari-jari tangan, atau ujung laras pistol. Shot type ini sangat impresif dan ekspresif, di luar realita, tapi biasanya disukai penonton. 

Itu dia tujuh type of shot yang bisa digunakan untuk mengambil photo atau membuat video. Saat shooting pun, type-type ini juga dipakai seperti halnya kaya yang di UMRI kemaren, dimana si pengarahnya saat shooting talkshow mengatakan : “Kamera tiga, extreme long shot ke pemain A”. Gitu-gitu deh pokokny :D

Pas kemaren aku posting entry Meet Najwa Shihab, ada mbak Adriana Dian yang komen kalau yang ngasih-ngasih arahan itu nama profesinya Floor Director. Makasih mbak Adriana hehe ;))

Untuk penjelasan dari type of shot diatas, aku baca dari buku ‘Bikin video dengan kamera DSLR rasa Hollywood, bujet kaki lima’ karya Ensadi Santoso. Sedangkan untuk photo-photonya, itu teman aku si Azizah Syahrofa Limbong atau biasa disapa Ijah dan lokasi pengambilan dibelakang sekre LPM Gagasan. Aku yang ngambil photonya dengan kamera hp. Maklumin ya kalau masih banyak kekurangan, aku juga masih belajar ini. Kalau ada kesalahan, bisa banget diingetin.

Oke deh segini dulu, salam sayang, @muthiiihauraa
Selasa, 22 Maret 2016. 08.39 WIB.

You Might Also Like

5 komentar

  1. Nggak ada yang salah dari fotonya, malah informatif banget, cuma itu udah ijin belon ama si Azizah :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. syudaaah mbak. justru yang bersangkutan
      malah senang haha

      Hapus
  2. oh macem-macem yah..
    baru tau pas baca ini.
    hmmm... bagus nih posnya.

    BalasHapus
  3. yang bersangkutan malah seneng, huuu, seru ya ngebahas hal kayak gini, makasih

    salam,
    kesya

    BalasHapus