[Sosok] : Naqiyyah Syam

19.08 Muthi Haura 11 Comments



Semua orang tau kunci sukses, tapi tak semua orang bisa sukses. Kenapa? Karna hanya sepersekian kecil saja orang-orang yang mau bertahan dalam menjalani kunci-kunci itu. Hidup itu adalah proses. Proses untuk mewujudkan apa yang diimpikan. Nggak ada sebuah proses yang instan.

Begitu juga mungkin bagi seorang Naqiyyah Syam. Pasti ada proses dan air mata yang ia lalui hingga bisa seperti saat ini, dan aku tau semua prose situ nggak mudah, tapi bukan berarti nggak bisa kan?

Aku biasa menyapanya dengan panggilan Mbak Naqi. Kami sama-sama berada di Arisan Link kelompok III. Awalnya tak banyak yang aku ketahui tentang mbak yang memiliki tiga anak ini, tapi setelah berkunjung ke blognya, aku jadi kagum terhadap sosoknya. Mbak Naqi sosok yang inspiratif menurutku. Ia rela resign dari pekerjaannya sebagai guru untuk menjadi fulltime mother, hal yang jarang sekali aku temukan saat ini. Jika nanti aku udah menikah, aku pun ingin menjadi fulltime mother dan fulltime writer seperti dirinya. Bisa emangnya Mut? Kita liat aja nanti ;))




Pas aku ngepo-ngepoin blog yang didominasi warna putih dan tosca milik mbak Naqi itu, aku baru tau kalau si mbak ini dulunya kepengen bercita-cita jadi wartawan dan saat kuliah tergabung dalam wartawan kampus. Wah, Mbak Naqi anak LPM dong? Sama aku juga mbak dan juga kepengen jadi wartawan, tapi untuk kedepannya belum tau juga. Hehe. 




Yang kerennya, mbak Naqi ini udah punya 35 antologi yang salah satu judulnya itu ‘Bersandarlah pada Allah semata’. Mbak Naqi juga memilliki satu buku solo dan satu buku duet. Ngerasa ketampar banget akunya. Mbak Naqi yang mengurus tiga anak saja mampu menghasilkan karya sebanyak itu, sedangkan aku? Nulispun kadang malas-malasan. -___-

Jadi penasaran dengan cara mbak Naqi membagi waktunya. Oh ya, awalnya aku fikir nama Naqiyyah Syam itu beneran nama mbak Naqi, tapi ternyata nggak. Naqiyyah Syam itu hanya sebatas nama pena, sedangkan nama aslinya Sri Rahayu yang biasa disapa Yayuk. Pas tau tentang fakta ini, sempat kaget juga aku.

Di salah satu entry blognya yang berjudul ’10 tips jadi penulis cerpen’, Mbak Naqi menjabarkan tips-tips menulis cerpen dengan kalimat yang mudah dibaca dan dicerna. Penasaran nggak dengan 10 tips menulis cerpen ala Mbak Naqi? Oke deh aku tulisin poin-poinnya, check this out :

Pertama, menulis itu harus ada minat. Kedua, rajinlah membaca. Ketiga, mulailah dengan menulis cerpen singkat. Yang keempat, latihan menulis dengan metode ‘plagiat’. Kelima, teori dalam pelajaran bahasa tetap penting. Keenam, segera catat inspirasi yang terlintas.

Ketujuh, pelajari karakter teman di sekitarmu. Kedelapan, buatlah kerangka cerita. Kesembilan, latihan menulis dialog. Dan yang kesepuluh, bimbingan langsung kepada penulis. Untuk ulasan-ulasan yang lebih jelasnya tentang 10 poin jadi penulis cerpen itu, mampir aja di blognya Mbak Naqi di naqiyyahsyam.com ;))

Blog mbak Naqi juga memiliki label parenting dan update banget. Aku suka bacanya, walaupun aku belum berkeluarga dan punya anak. Hitung-hitung persiapan untuk berumah tangga nanti nggak ada salahnya kan? Umur masih 20 tahun udah mikirin nikah, Mut? Nggak ada salahnya kan siap-siap dan belajar dari sekarang. Aku pernah baca sebuah tulisan yang kira-kira isinya seperti ini : “Menjadi seorang ibu yang hebat itu bukan didapat dengan instan. Nggak ada sekolah yang mengajarinya. Makanya setiap perempuan alangkah bagusnya mulai mempersiapkan diri sedini mungkin. Bukankah dari rahim ibu yang hebat akan lahir penerus-penerus yang hebat juga?”

Kira-kira kurang lebih gitulah kata-katanya. Jadi nggak ada salahnya kan mulai belajar? Entah sejak kapan aku udah mulai suka ngebaca blog emak-emak yang ngebahas tentang paranteng, bahkan ada juga yang sampai aku salin dicatatan khusus. Dan ternyata di blog Mbak Naqi pun lengkap tentang parenting. Makasih ya mbak :D Akupun ingin mengurus anakku dengan baik nantinya. =D

Penasaran dengan mbak Naqi? Bisa mampir ke blognya di naqiyyahsyam.com dan twitternya di @Naqiyyah_Syam. Kalau facebook mbak Naqi nggak usah di add, soalnya udah full. :D Oke deh segini dulu, mau siap-siap kekampus. Salam sayang, @muthiiihauraa.
Rabu, 13 April 2016. 12.43 WIB.

Baca Artikel Populer Lainnya

11 komentar:

  1. Terima kasih ulasannya, wah sama-sama suka dunia jurnalistik ya? Asyik doong. Ayo semangat terus

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama-sama mbak Naqiii =D Iya suka dunia jurnalistik hehe

      Hapus
  2. “Menjadi seorang ibu yang hebat itu bukan didapat dengan instan. Nggak ada sekolah yang mengajarinya. Makanya setiap perempuan alangkah bagusnya mulai mempersiapkan diri sedini mungkin. Bukankah dari rahim ibu yang hebat akan lahir penerus-penerus yang hebat juga?”

    wehheee setuju mbak...
    mski masih otewe 21 tapi, ga ada salahnya belajar tentang parenting, hhee

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyaa walaupun masih otw 21 gpp kan belajar mbak hehe

      Hapus
  3. Dirimu juga rajin deh..nyalin di buku info yg didapat dari blog

    BalasHapus
  4. Muthi pinjan dong kunci suksesnya

    ulasan ttg Mba Naqinya keren deh, sama kerennya ama penulisnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gak boleh pinjam mbak haha :p
      makasi mbak Mildaaaaaa :D

      Hapus
  5. sblm hamil kudu persiapan biar anaknya top

    BalasHapus