LPM Gagasan

Pimpinan Redaksi (?)

20.11



Jika kamu dikasih sebuah pilihan untuk memilih, apakah kamu akan menggunakan pilihan tersebut? Jika kamu dikasih sebuah kesempatan untuk menanggung ‘amanah’ besar, apa kamu akan menyanggupinya? Jika kamu diberikan sebuah kepercayaan, apa kamu akan menjalankan kepercayaan itu dengan baik? Dengan resiko mungkin waktu ‘me time’ mu akan semakin berkurang?

Tepat di tanggal 1 Mei kemaren, dimalam Senin, LPM Gagasan ngadain musyawarah tahunan. Tentu saja salah satu agendanya adalah memilih pengurus-pengurus baru, terutama pengurus inti, yakni Pimpinan Umum-Pimpinan Redaksi-Pimpinan Perusahaan. 

Pimpinan redaksi



Terlalu cepat ya? Nggak kerasa! Perasaan baru kemaren datang ke Gagasan nemuin bang Gilang untuk bisa bergabung di LPM Gagasan. perasaan baru kemaren ikutan Pelatihan Jurnalistik Dasar di LPM Bahana Universitas Riau. Perasaan baru kemaren ngelihat satu persatu abang dan kakak Gagasan diwisuda. Perasaan baru kemaren ngedengerin patuah-patuah kak Iwil.




Perasaan baru kemaren dilantik jadi Redaktur. Perasaan baru kemaren ikut Pelatihan Jurnalistik Tingkat Lanjut di Padang. Perasaan perasaan perasaan, hah, ya terlalu cepat, hingga sekarang kami diharuskan kembali untuk melakukan musyawarah tahunan.

Musyawarah tahunan atau biasa disingkat Mustah di 2016 ini beda dengan tahun-tahun yang lalu. Mustah tahun ini di sekre dan melibatkan adek-adek magang, padahal dulu-dulu, mustahnya diluar sekre dan hanya untuk crew. 


Di mustah kemaren, semua pada ngungkapin kesalahannya. Malah ada yang sampai nangis. Untung aku nggak ikuta-ikutan baper kaya pas evaluasidikdas di 2015 yang lalu. Selain masing-masing ngungkapin kesalahannya, ada juga kesempatan teman-teman lain untuk mengoreksi kesalahan diri kita.

Aku ingat banget pas bang Hafiz ngoreksi tentang aku. Abang itu juga bilang kalau dia bingung aku itu maunya dimana, di bagian video atau tulisan. Aku mau keduanya bang! Keduanya hidup aku. Aku suka nulis. Aku juga suka ngonsep-bikin-ngedit video :D 


Setelah sesi salah menyalahkan, tibalah sesi pemilihan para pimpinan. Bang Rico tiba-tiba nyaranin nama aku sebagai pimpinan redaksi. Aku sih nyantai aja, soalnya udah yakin duluan nggak bakal kepilih. Ada enam pasang calon yang diikutkan, hingga akhirnya diseleksi lagi menjadi tiga calon.

Calon pasangan pertama yakni Toni-aku-Hanif. Calon pasangan kedua, Toni-Ika-Hanif. Sedangkan calon pasangan ketiga itu Toni-Ferdy-Ika. System pemilihannya itu votting lewat kertas. Jadi masing-masing kami nulisin calon pasangan yang dipilih lewat kertas. Yang ikut votting dimalam itu sebanyak 16 orang crew.

Yang nggak nyangkanya pas perhitungan suara untuk calon pasangan satu (Toni-aku-Hanif) mendapatkan 10 suara. Sedangkan calon kedua itu dapat satu suara dan calon pasangan ketiga dapat lima suara. Surprise? Iyalah, nggak nyangka kalau mereka percaya sama aku. Nggak nyangka kalau mereka ngasih kepercayaan itu.

Malam itu setelah peresmian para pimpinan baru, nyampai rumah nggak bisa tidur. Kaya ada beban yang langsung nimpa di ulu hati. Kaya ada sesuatu yang ngeganjal sampai ngeluarin air mata. Trus tidur sebentar, kebangun lagi, gitu terus sampai pagi.

Pimred? Pimpinan redaksi? Ngebayangi atau bermimpi mendapatkan jabatan itu saja aku tak pernah, sekarang jabatan itu harus aku tanggung. Aku jauh banget dari kata sempurna untuk menjadi seorang pimpinan redaksi. Masih banyak yang harus aku pelajari, masih terlalu banyak bahkan.

Malam itu juga, sempat aku chat dengan beberapa teman, tentang aku yang menjadi pimpinan redaksi. Kebanyakan dari mereka menjawab untuk mencoba menjalaninya. Mereka juga bilang bahwa teman-teman disekre percaya sama aku, lalu kenapa aku nggak percaya dengan diri sendiri?

Iya sih, tapi apa aku bisa? Apa aku sanggup? Apa aku kuat? Jalan kedepannya nanti masih panjang dan pastinya juga bukan hal yang mudah. Kalau katanya Ferdy : “Kita jalani sama-sama kak!” Ya harus itu!

Apa ini maksud kata-kata Kak Iwil pas aku photo bareng dihari wisuda kak Iwil? Waktu itu sebelum photo, kak Iwil bilang kalau aku pengganti dirinya. Penggantinya sebagai pimred gitu? Ah, aku jauh banget dari kak Iwil. Kak Iwil orangnya tegas, ilmunya luas, dan pandai mengayomi. Lah aku? Masih banyak yang harus aku pelajari lagi.

Aku orangnya moody-an, slengean, baperan. Baiklah, kalau mereka percaya sama aku, aku akan berusaha menjadi seorang pimpinan redaksi yang baik. Aku akan belajar lebih giat lagi tentang keredaksian. Tentang EYD juga dan akan berusaha lebih peka terhadap isu kampus.

Dan jika semisalnya selama kepengurusan aku menjadi seorang pimpinan redaksi ini nantinya banyak salahnya, aku minta maaf. Aku pun masih belajar dan itu pun belajarnya otodidak, nggak ada kan di Gagasan diajarin bagaimana menjadi seorang pimpinan redaksi yang baik?

Tapi aku berharap semoga kedepannya ditangan kami Gagasan semakin baik. Semakin berkibar. Semakin terkenal. Semakin jaya. Semakin disegani. Dan semakin mampu mencetak wartawan-wartawan handal. Amin!

Baiklah Mut, amanah baru, mari semakin semangat belajar dan semakin bisa memanage waktu. Berkecimpung di organisasi itu bagus, tapi keluarga dan kuliah tetap nomor satu ;)) Fighting untuk Gagasan kedepannya! Salam sayang, @muthiiihauraa.
Sabtu, 7 Mei 2016. 17.12 WIB.

You Might Also Like

0 komentar