sosok

[Sosok] : Sri Rahayu

23.22



Menjadi perempuan berarti harus siap tahan banting. Menjadi perempuan berarti harus mau dituntut untuk multitalenta. Menjadi perempuan berarti harus punya berlapis-lapis hati yang kuat. Kita tak pernah meminta terlahir sebagai apa, perempuan atau bahkan lelaki sekalipun, tetapi jika sudah ditakdirkan untuk menjadi perempuan, kita dituntut untuk menjadi sosok yang tangguh.

Menjadi perempuan itu bukan hal yang mudah. Perempuan dizaman sekarang cenderung dituntut ini itu, perempuan harus beginilah, perempuan harus begitulah dan berbagai aturan lainnya yang mengikat perempuan. Salah? Tentu saja nggak! Semua itu tergantung dari sudut mana si perempuan itu melihatnya.

Salah satu aturan yang masih berlaku dan tak tertulis dizaman sekarang adalah perempuan harus pintar masak. Aku mengenal satu sosok, sosok yang tahan berkutat di dapur selama 20 jam. Sosok yang punya hobby masak disaat banyak perempuan diluar sana yang anti dengan dapur. Namanya Sri Rahayu atau biasa aku sapa Mbak Sri. 



Mbak Sri seorang ibu dari dua jagoan ganteng bernama Muhammad Farhan Raditya Putra dan Favian Attar Firdaus yang saat ini berdomisili di Bali. Sejak kecil, mbak Sri memang sudah memiliki hobby masak. Beda banget ya dengan aku. Dulu saat almarhumah umi masih hidup, aku paling ogah-ogahan berkecimpung didapur. Pokoknya paling malas banget kalau udah disuruh bantu-bantu didapur.

Tapi sejak umi meninggal, dapur jadi milik aku. Awalnya bukan hobby, tapi suatu keharusan, tapi lama-lama semakin dijalani, menurut aku, memasak itu suatu hal yang menyenangkan. Aku jadi sering nyobain berbagai resep diinternet, kadang ada yang berhasil, tapi lebih sering gagalnya.

(Baca Juga : Ayam Mentega, Sup ayam, Kue mentega, handmade nugget, kue cubit)

Hal yang menyenangkan setelah memasak adalah saat masakan aku ludes, rasanya segala kelelahan itu hilang. Sekarangpun belum ahli-ahli banget dalam urusan memasak, tapi aku masih dalam tahap belajar. Mungkin itu juga yang dirasakan mbak Sri kali ya? Mbak Sri ini karna saking hobbynya memasak, tetangga-tetangganya sampai keciprtan. Selain itu, mbak Sri juga punya usaha dalam bidang kuliner. Ya, selaraslah dengan hobby masaknya ;))

Dari obrak-abrik blog mbak Sri yang beralamat di www.istanabundavian.com ini, aku menemukan entry tentang tips memasak mudah dan lezat ala mbak Sri. Oke deh aku share poin-poin dari tipsnya. Yang pertama, hilangkan semua pakem dan aturan dalam memasak. Kedua,  siapkan bahan masakan sebelum memasak.

Yang ketiga, mulailah dengan membaca bismillah dan perasaan yang tenang. Keempat, hilangkan semua beban dan ketakutan akan tidak enaknya masakan. Dan yang kelima, masaklah masakan dengan bumbu simple. Penasaran dengan penjabaran kelima tips diatas? Lihat aja di entry mbak Sri :p

Aku juga sempat ngewawancarai mbak Sri nih, langsung aja check this out :
Alasan mbak ngeblog itu apa sih? Udah berapa lama ngeblognya?
Alasannya untuk mengabadikan jejak hidup awalnya, tapi kemudian setelah saya paham manfaat ngeblog, saya jadi semangat ngembangin blog.

Pernah nggak sih mbak ngerasa jenuh ngeblog? Dan apa yang mbak lakuin?
Sebenarnya bukan jenuh ya, tapi kebetulan lagi banyak kegiatan yang ditekuni sehingga nggak sempat ngeblog. Soal skala prioritas aja. Ngeblog itu pastinya dibawah hobby masak saya, jadi saya pasti dahulukan keinginan masak.

Gimana sih cara mbak bagi waktu untuk ngeblog dengan masak?
Tidak ada tips khusus, tapi saya hanya ngeblog saat semua masakan sudah beres dan anak sedang tidur atau sekolah. Sebab kalau lagi ngeblog, trus terhenti, nanti pas ngelanjutin hilang chemistry-nya. Jadi harus benar-benar tanpa gangguan.

Untuk masak sendiri, mbak gimana ngelolanya? Apa nggak capek dan jenuh didapur? Mbak pernah ikut les masak atau otodidak?
Untuk memasak, saya belajar secara otodidak lewat berbagai bacaan yang kemudian saya otak-atik. Saya nggak pernah membebani diri soal masakan, jadi kubuat enjoy dan simple. Kalau waktuku sedikit, aku masak sesederhana mungkin. Kadang hanya tahu goreng, omelet, dan sambal kecap dengan tumis sayur. Tapi kalau punya waktu luang, aku akan berjam-jam bikin aneka masakan.
Jadi nggak pernah jenuh selama ini. Tapi aku juga suka jajan untuk melatih organoleptikku terhadap rasa. Aku suka mencicipi aneka menu mulai kaki lima sampai resto di hotel binyang lima.

Bagaimana pendapat mbak ngelihat cewek zaman sekarang yang kayanya anti dengan memasak?
Mungkin belum nemu passionnya aja mereka, nanti lambat laun mereka akan berusaha. Tapi sebenarnya semua bermula dari keluarga, peran ibulah yang akan membentuk anak.

Tips dari mbak dong agar perempuan zaman sekarang nggak anti dapur?
Apa ya? Buat saya, sayang banget zaman secanggih ini anti dapur, karna dengan bertebarannya teknologi memasak, tak ada yang sulit dalam memasak. Kalau dulu mau bikin roti rempong, sekarang tinggal beli aja breadmaker trus masuin bahan, rotinya udah keluar sendiri. Jadi nggak ada alasan. Tangan nggak kotor, nggak cape juga. Yang penting dompetnya tebal buat beli, soalnya alat kaya gini mahal.
Tipsnya adalah dengan mengajari anak-anak memasak sejak dini. Atau memberikan pemahaman pada mereka betapa pentingnya keterampilan memasak bagi wanita.

Gimana? Gimana? Cukup lengkap bukan ulasan jawaban dari mbak Sri? Masih anti dapur? Ayo dong jangan ;)) Perempuan cantik itu menurut aku salah satunya adalah pintar masak. Yuk jadi perempuan multitalenta, karna dibalik perempuan yang hebat, akan lahir generasi-generasi tangguh dari rahimnya. Selamat dan semangat belajar masak!

Ohya, untuk kenal lebih dekat dengan mbak Sri bisa add facebooknya di ‘Sri Rahayu’ dan fllow twitternya di @rahayu_sp. Salam sayang, @muthiiihauraa.
Senin, 20 Juni 2016. 11.03 WIB.


You Might Also Like

4 komentar

  1. mampu bertahan selama 20 jam di dapur itu buat saya sesuatu yang sangat mengagumkan, dan mustahil bagi saya untuk melakukannya :)

    angkat jempol buat Mba Sri :)

    BalasHapus
  2. Mba Sri emang keren yak, krasan banget di dapur, hihii

    BalasHapus