Broadcasting C

Pelajaran di Balik Bubar Broadcasting C

00.32




Haay, Assalamua’laikum. Gimana kabarnya? Sedang ngelakuin apa? Udah pada beli baju lebaran belum? Aaaak, sumpah  rasanya kangen banget ngelihat Microsoft word! Kangen ngetik kaya gini di laptop. Seriusan lho, jadi ceritanya semenjak kurang lebih tiga hari yang lalu, charger laptop aku rusak, jadi laptopnya nggak idup. Tadi keliling-keliling panam, toko computer pada tutup, untung ada toko computer china satu yang buka.

Senang bisa nulis-nulis gini lagi! Lagian banyak juga target-target yang mau diselesaikan sebelum berangkat KKN, ya semoga aja terkejar. Akhir-akhir ini juga, di organisasi yang aku ikuti lagi ada beberapa masalah. Rasanya kaya lepas dari masalah satu, muncul masalah lain, tapi Alhamdulillah sekarang udah teratasi.

Kali ini aku pengen cerita tentang buka bersama anak kelas aku, yap Broadcasting C. Udah sejak semester III kami sekelas, tapi baru kali ini kami ngadain buka bersama. Iya memang kelas ini nggak kompak, beda kelas F dulu. Makanya, aku sama beberapa teman ngusahain banget agar kelas ini bisa buka bersama dipuasa tahun ini, tahun depan belum tentu juga bisa ngadain, udah makin sibuk masing-masing.

Kalau boleh jujur, rasanya masih belum percaya kalau sebentar lagi bakal semester VII. Udah di tahun akhir kuliah aja. Bentar lagi nggak ada kelas bareng-bareng lagi dengan Broadcasting C. Habis KKN ini, langsung dilanjut magang. Haaah. Terlalu cepat waktu berlalunya.

Oke, kembali ke acara bubar. Kayanya yang paling sibuk berkoar-koar ngajakin bubar di grub kelas itu Cuma aku-Ade-Oca, yang lainnya lempem, diam aja. Akhirnya aku ditugasin buat beli ayam sama nagih-nagihin uang iuran bubar. Aku beli ayam berdua dengan Ijah. Sempat ngerasa bersalah juga dengan anak kelas karna ayamnya rada agak nggak enak atau bisa dibilang udah lumayan hampir berbau. Ya you know lah maksudnya.

Acara bubar kami itu dihari Jum’at tanggal 25 Juni, nah aku sama Ijah beli ayam hari Kamisnya. Nyampai rumah ayamnya nggak aku cuci, langsung aja aku masuin kulkas dan nggak di plezernya. Duh, maafin kebodohan dan kekhilafan aku ya teman-teman. 





Terlepas dari semua itu, aku senang! Walaupun bakar-bakar ayam di acara bubar sempat terkendala karna hujan, tapi totally sukseslah! Yang ceweknya pada sibuk photo-photo selfie, sedangkan yang cowoknya bakar-bakar, kebalek memang, tapi nggak apalah. Senang rasanya! Trimakasih ya  atas waktu dan kesempatannya teman-teman Broadcasting C. Walaupun kita bisa dibilang nggak kompak, tapi kalian tetap bagian dari hidup aku. Kalian secara nggak langsung mengajarkan aku tentang banyak hal!

Nah dibalik acara bubar Broadcasting C inipun aku belajar banyak hal, penasaran? Check this out :
Pertama, dari bubar ini, aku belajar bernegosiasi. Anak broadcasting C itu sekitar 40-an orang. Nyatuin 40 pemikiran dimasing-masing individu itu nggak mudah. Ada yang bertentangan dengan pemikiran kita dan ada juga yang setuju. Itu wajar! Dimanapun kita, tidak hanya didalam kelas, nyatuin pendapat perkepala itu bukan hal yang mudah. Makanya dari sini aku belajar bernegosiasi.

Pelajaran kedua, semakin mengenal sifat dan karakter teman-teman Broadcasting C. Dari acara bubar ini, aku makin kenal sifat dan karakter masing-masing teman di Broadcasting C, ada yang mau enaknya aja, yang Cuma datang pas buka doang tanpa mau ikut andil dalam rapat. Dan ada juga yang super sibuk ngebantuin agar terlaksananya acara.

Ada yang sifatnya Cuma ngebawel nyuruh-nyuruh nggak jelas, tanpa mau bantu turun tangan. Pokoknya banyak deh sifat mereka yang baru aku tau. Terlepas dari semua itu, aku senang kok bisa kenal sifat dan karakter mereka lebih jauh, lumayan bisa dijadiin tokoh kalau aku nulis novel haha.

Pelajaran ketiga, banyak-banyak sabar.  Iya ini mah dituntut banget dan pelajaran berharga banget. SABAR! Sabar ngadepin banyak hal. Trus pelajaran yang keempat a.k.a yang terakhir, didalam hidup, setiap orang yang hadir didalam kehidupan kita, pasti selalu memiliki alasan. Iya, jadi mau dia baik-dia jahat, pasti ada alasannya.

Entah alasannya untuk bikin kita semakin memperbaiki diri atau bahkan membuat kita menjadi sosok yang lebih tangguh. Jadi, jangan pernah membenci orang-orang yang hadir didalam hidupmu. Kalau dia jahat, anggap aja motivasi untuk kita membuaktikan kepada dia bahwa kita jauh lebih baik dari apa yang dia bayangkan!

Udah deh segini aja dulu. Rada-rada nggal nyambung ya entry ini dengan judulnya? Haha biar aja deh, yang penting nulis! ;)) Salam sayang, @muthiiihauraa!
Minggu, 3 Juli 2016.  19.41 WIB.

You Might Also Like

0 komentar