Jurnalistik

Cerita Dikdas 2016

23.38



Hai, Assalamua’laikum. Gimana kabarnya dan sedang ngelakuin apa? Beberapa minggu terakhir ini lumayan sibuk parah. Mulai dari tugas liputan dari kantor, rapat ini rapat itu, persiapan dikdas, dan sebagainya. Yang paling menyita waktu itu pas dikdasnya. Harus stand by disekre tiga hari dua malam.

Seperti biasa ditiap tahunnya, organisasi yang aku ikuti buka Open Recruitment. Setelah sesi wawancara, adik-adik yang dinyatakan lulus diwajibkan mengikuti Dikdas Jurnalistik yang diadakan sejak jum’at tanggal 21 sampai 23 Oktober. Aku masuk sebagai anggota HID dan juga jadi pamong buat adik-adik kelompok dua. 




Yang namanya ngebuat acara, capek itu pasti ada. Banget malah. Kesal-kesal dan marah-marahan sama tiap panitia itu juga nggak bisa terelakkan. Aku anggota HID, tapi lebih banyak bantu-bantu dikonsumsi soalnya bagian konsumsi memang kekurangan orang. Tapi parahnya Koordinator Konsumsi ini lebih kebanyakan menye-menyenya ketimbang kerjanya, alhasil aku sama Ika-lah lebih banyak berjibaku didapur, padahal kami berdua pamong. Kasihan adik-adik yang pamongnya kami, nggak terurus ;’) 




Di sore penutupan, aku sempat ngasih hadiah kepeseta terheboh. Yang nyeseknya, pas disore penutupan itu juga, saat ditanya ke adik-adik itu siapa panitia terbaik, jawaban mereka kebanyakan Koordinator Konsumsi. Nggak tau aja mereka. Sampai-sampai aku bilang ke Ika : “Nggak papalah Ka. Kita orang dibalik layar. Allah kan nggak tidur. Setiap usaha yang kita lakuin tak kan pernah mengkhianati hasil. Pasti akan balik kekita juga.”

Kalau mau egois dan jahat keadik-adik itu, aku bisa aja nggak mau bantuin mereka. Ya banyak kok alasan yang masuk akalnya, aku pamong, harusnya kebanyakan duduk didepan bareng adik-adik kelompok dua. Aku juga bukan panitia inti. Selain itu, aku juga Pimred. Tapi kan aku nggak egois. Okelah skip! Terlepas dari semua itu, Alhamdulillah acara dikdas 2016 ini bisa terbilang sukses, walaupun ada satu kendala parah saat alumni disesi temu alumni nggak ada yang datang dikarenakan kesibukan mereka ;’)

Acara dikdas tahun ini nggak terlalu banyak konflik seperti tahun sebelumnya. Semua seksi bekerja dengan baik. Kalau aku ditanya siapa panitia terbaik, aku bakal jawab semuanya! Ya, semuanya terbaik. Apalah arti sebuah acara tanpa adanya seksi acara kan? Apa jadinya sebuah acara kalau nggak ada seksi HID yang nyari-nyari sponsor dan dokumentasi acarakan?

Apa jadinya sebuah acara tanpa adanya seksi perlengkapan yang nyiapin karpet, infocus, dan perlengkapan lainnya kan? Apa jadinya sebuah acara tanpa adanya makanan yang disantap kan? Ya, semuanya terbaik! Nggak ada salah satu seksi itu, nggak akan berjalan dengan baik dikdas kemaren. Trimakasih untuk seluruh panitia. Trimakasih juga untuk seluruh sponsor.

Malamnya setelah sholat magrib, kami ngelakuin evaluasi. Semuanya pada ngeluarin unek-unek. Karna aku sering barengan dengan Ika, jadi apa yang kami rasakan itu sama. Saat Adrial dan Arul ngeluarin unek-unek, ada yang mereka katakan nyinggung Ika. Ika nangis. Aku yang udah lama kenal Ika agak emosi juga ngelihat tuduhan mereka. Setelah evaluasi selesai, ngelihat Ika nangis kaya gitu, aku jadi ikut-ikutan nangis diruang belakang. 

Ah banyak pelajaran berharga minggu-minggu terakhir ini, termasuk dari acara dikdas ini. Semoga kedepannya bisa lebih baik lagi dan semoga juga ditahun depan, aku udah nggak lagi nyandang status pengurus, tapi alumni :D

Semangat Mut! Masih banyak yang harus dikejar, masih banyak juga yang harus diperjuangkan. Ini bukan akhir, tapi awal dari sesuatu hal yang baru. Mungkin itu aja, salam sayang, @muthihaura1
Senin, 24 Oktober 2016. 17.52 WIB.


You Might Also Like

9 komentar

  1. Semangat Mba, kalau kepanitian begini kan kerja tim. Semua pasti punya kontribusi. Yang penting acaranya sukses ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa mbak, Alhamdulillah lah sukses. makasih ya mbak :))

      Hapus
  2. Mumpung masih muda, do your best!

    BalasHapus
  3. Semangat Mbak, kadang kita emang yg orang belakang layar itu gak dianggap itu yah, isshh.. tapi gpp, Allah Yang Maha Tahu segalannya. Terus semangat :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak. makasih mbak ;)) Gpp deh jadi orang dibalik layar hehe

      Hapus
  4. tetap semangat Mba Muthi! Kelak hal ini akan menjadi kenangan yang apabila diingat akan membuat tersenyum :)

    BalasHapus
  5. Aaaa kak muteee huhuhu kami baru tahu pengorbanan kakak :* terimakasih untuk waktu dan tenaganya kakak :***

    BalasHapus