Yang harus dikunjungi saat ke Riau

02.21 Muthi Haura 6 Comments



Pernah nggak sih terbayang harus tinggal diantara asap-asap? Harus menghirup asap ditiap harinya? Harus menggunakan masker saat kondisi udara semakin parah? Pernah nggak sih ngerasa sesak nafas karna yang dihirup bukan udara bersih melainkan asap? Pernah ngalamin semua itu? Aku pernah!

Beberapa tahun belakangan ini, tempat kelahiranku dilanda musibah asap. Ya, Riau! Kalian pasti sering mendengarkan ditelevisi tentang Riau dan asap? Seakan-akan Riau identik dengan asap. Orang-orang yang tinggal diluar Riau pasti pada nggak ada yang mau diajak singgah ke Riau? Iyakan? Ngaku aja deh.

Coba deh kalian bayangi bagaimana rasanya kami yang tinggal dan hidup diantara asap-asap ini. Nggak enak! Banyak aktifitas yang nggak bisa dijalani. Ah sudahlah skip! Alhamdulillah tahun ini kami tidak merasakan asap lagi, tapi entahlah ya dibulan November dan Desember nanti. Doakan saja semoga nggak ya teman-teman.
 


Ngomongin soal Riau, jangan hanya berfikiran soal asapnya saja. Jangan hanya melihat dari satu sisinya saja. Memang di Riau sangat jarang ditemui pantai layaknya di Sumatera Barat, tapi tempat-tempat wisata di Riau nggak kalah kerennya kok. Aku Cuma pengen nambahin hal-hal yang bisa jadi referensi teman-teman jika ingin mampir ke Riau. Tulisan ini terinspirasi dari entry yang berjudul ‘Tempat wisata keren di Riau. Riau itu bukan terkenal asapnya saja lho. Alamnya pun ternyata indah sekali’ dari web trivia.id.


Penasaran apa-apa saja yang harus dikunjungi saat ke Riau? Check this out :
Pertama, Istana Siak. Nah di Istana Siak ini, kalian bisa belajar sejarah tentang siak. Banyak sekali peninggalan-peninggalan zaman dahulu yang bisa ditemui, mulai dari singasana raja, tempat makan raja, piring yang dipakai raja, dan lain sebagainya. Dilangit-langit Istana Siak pun ada patung kecil anjing memakan kelinci. Tentu saja patung ini memiliki filosopi. 


http://wisatasumatera.com/istana-siak-sri-indrapura

Baca juga : Wisata Sejarah Siak

Filosopinya itu, anjing diibaratkan sebagai Belanda, sedangkan kelinci adalah kita selaku orang Indonesia. Kita udah baik ke Belanda, tapi masih juga dijahatin Belanda. Kurang lebih gitulah filosopinya. Ada juga brangkas terkunci yang sampai saat ini nggak bisa dibuka dengan apapun. Nggak tau deh apa isinya. Konon ceritanya, kunci brangkas itu dibuang sang raja kesungai siak. Masih banyak sih cerita seputar Istana Siak, kalau penasaran, mampir aja ke Istana Siak. ;)

Yang kedua, Museum Sang Nila Utama. Museum ini terletak dijalan Sudirman. Kalau berkunjung ke museum ini, kalian juga akan diperlihatkan peninggalan-peninggalan zaman dahulu. Ada juga hewan-hewan langka yang diawetkan. Mengunjungi museum sang nila utama membuat kita belajar bahwa sungguh luar biasa perjuangan para pahlawan-pahlawan terdahulu. Sedangkan kita sekarang hanya tinggal menikmati.


Ketiga, Air Terjun Panisan. Setelah mengunjungi tempat-tempat bersejarah, Riau juga memiliki banyak air terjun yang tak kalah indahnya, salah satunya yaitu air terjun panisan. Air terjun panisan masih jarang pengunjungnya, disebabkan akses ke air terjunnya bisa dibilang lumayan sulit.

Baca juga : Tripto Panisan




Keindahan air terjun panisan masih sangat murni. Bahkan juga ada airnya yang bisa diminum. Mengunjungi air terjun Panisan bikin otak kita jadi fresh lagi setelah kepenatan yang ada. Trus nih yang keempat, Pustaka Wilayah (Puswil) Riau. Perpustakaan ini memilii design luarnya seperti buku yang tengah dibuka. Selain itu, dibagian luarnya juga ada ornament-ornamen sejarah.

Buku-buku di Puswil juga bisa dibilang lengkap. Sayang banget jika teman-teman ke Riau tapi nggak mengunjungi perpustakaannya. Dan yang kelima nih, Taluk! Yap, Taluk Kuantan yang masuk ruang lingkup Kabupaten Kuantan Singingi.

Ngapain ke Taluk, Mut? Ada obyek wisata apa disana? Pada tau Pacu Jalur kan? Itu lho, pacuan perahu. Panjang perahunya sekitar 25 hingga 40 meter. Sedangkan lebar bagian tengahnya sekitar 1,3 meter sampai 1,5 meter. Biasanya satu jalur dikayuah oleh kurang lebih 40 orang.

http://www.adirafacesofindonesia.com/articles/pacu-jalur-tradisional-kuansing-spirit-mempertahankan-tradisi-leluhur-ubeknegeri-copadeflores


Nah, event pacu jalur nasional ini biasanya diadakan dibulan Agustus di Taluk. Biasanya juga mengundang mentri Pariwisata Indonesia. Banyak hal juga yang bisa dipelajari dari menonton event pacu jalur ini, yakni belajar bekerja sama antar kelompok, belajar kekompakan, dan belajar-belajar lainnya.

Mungkin segini dulu, sebenarnya masih banyak yang bisa dikunjungi kaya pantai di Bengkalis, Bangku warna di Rumbai, memanah dan berkuda di Desa Okura, masjid agung an-nur, dan masih banyak lagi yang bisa dikunjungi. Semoga menarik minat teman-teman untuk berkunjung ke Riau ya. Ditunggu kehadirannya di Riau ;))
Salam sukses, @muthiiihauraa.
Minggu, 30 Oktober 2016. 11.19 WIB.



Baca Artikel Populer Lainnya

6 komentar:

  1. WAh mantep tuh mbak :D
    kapan ya bisa main kesana..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo kesini mas. Ditunggu ya hehe ;))

      Hapus
  2. eh di riau ada gunung gak sih, kok ga pernah nampakk sepertinya

    BalasHapus
  3. WAh, banyak ya... Aku suka lihat air terjun. kadang kesananya butuh perjuangan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak, ayo mampir ke Riau ;) Aku juga suka ngelihat air terjun. Memang agak susah menuju air terjun itu, tapi pas udah nyampai rasa capek tiba disana udah hilang

      Hapus