Festival Media 2016

18.52



Hay Assalamua’laikum. Hari ini hari terakhir Festival Media. Sebelum-sebelumnya, Festival Media nggak diadain di Riau. Awalnya aku udah pesimis banget bakal nggak ikut, soalnya satupun diajakin nggak ada yang mau. Ngajak anak-anak Gagasan pun mereka emang kesana, ada yang jadi panitia, ada yang pergi bareng anak kelasnya.

Akhirnya aku BM adik-adik angkatan 2015, salah satunya Desi. Desi ini orangnya cerewet, trus juga gampang masuk kesiapa aja, termasuk masuk ke aku. Aku type orangnya nggak bisa masuk kalau nggak dideketin duluan, rada susah juga kalau mau dekat dengan aku, tapi Desi bisa.

Akhirnya janjian sama Desi buat pergi ke Pustaka Wilayah, bareng Kinan juga. Kalau Kinan typenya hampir sama dengan Desi, awalnya aku kira dia pendiam, tapi ternyata heboh. Serulah bareng mereka, bisa cerita-cerita tentang banyak hal.

Tiba di Pustaka Wilayah, kami keliling-keliling. Ngelihat stand-stand yang ada. Sayang banget aku nggak ada take photo. Photo bareng mereka pun nggak ada -_- Tapi totally serulah! Setelah asik keliling-keliling, ketemu dengan Adrial-Angel, mereka ngajakin buat masuk di ruang yang entah apa nama ruangnya -__- Disana kami ikutan workshop ‘Jurnalisme data untuk isu lingkungan’ bareng Redaktur Pelaksananya Peliputan Tempo bernama Wahyu Dyatmika.


Ini beberapa yang bisa aku rangkum dari apa yang disampaikan Pak Wahyu itu, check this out : ‘Jurnalisme data punya 5 W. Hampir sama dengan berita biasa yaitu who-what-when-why-where, Cuma bedanya misalnya kita ambil contoh who, maka detail pertanyaannya : siapa yang membuat data itu? Transparansi soal sumber data itu penting. Jangan begitu saja percaya pada akurasi data yang ada.

Begitu juga 4 W yang lain yang lebih mengutamakan atau mengkhususkan ke datanya. Nah, saat ini ada website untuk mencari data apa saja, bisa buka di www.data.co.id. Tahap-tahap jurnalisme data ini ada empat.

Pertama, mengumpulkan data (compile). Bagian ini, kita bisa mencarinya lewat situs yang udah aku sampaikan diatas. Bisa juga bertanya ke KPK jika kita ingin mencari data tentang melihat harta kekayaan penjabat Negara. Kedua, membersihkan data (clean). Data yang sudah ada jangan langsung percaya, tapi kroscek terlebih dahulu. Yang ketiga, cari alasan kenapa data itu penting (contex). Dan yang terakhir a.k.a keempat kombinasikan (combine).

Jurnalisme data ini terkait wartawan mencari informasi. Data jurnalisme membantu wartawan membuat perbandingan, mencari anomaly, menggabungkan informasi, dan menguji hipotesis. Selain itu, untuk mempelajari tentang jurnalisme data ini, bisa sing up di school of data atau bisa juga sing up di data orven journalism.’

Sebenarnya masih banyak yang aku pelajari, tapi itu aku tulis berbentuk tabel-tabel gitu, jadi malas pula aku masukin kesini :p Pas sesi tanya jawab, aku-Kinan-Desi keluar dari ruangan. Sempat-sempatnya pula cerita-cerita bareng Adrial-Kinan-Desi. Trus juga makan bareng Aqib-Bang Albert-Adrial-Kinan-Desi, sebenarnya aku-Kinan-Desi nggak dapat nasi, tapi Aqib-Bang Albert-Adrial berbaik hati membagi nasi mereka kekami.

Sebenarnya mau masuk workshop ‘Membuat video dengan smartphone’ bareng Dhandy Dwi Laksono, tapi ruangannya penuh, akhirnya kami keluar dan cerita-cerita diluar bareng Kinan-Desi-Adrial-Hanif. Ya lumayan happylah bareng mereka, bisa cerita banyak hal, walau sempat juga dongkol dengan Hanif-Adrial.

Mereka bilang aku nggak mirip banget sama adik aku. Mereka bilang adik aku lebih segala-galanya dari pada aku. Ya sebenarnya agak nyinggung, cewek mana sih yang nggak sakit dibanding-bandingin gitu, sama adik sendiri lagi. Tapi aku anggap positif aja, adik-adik aku tumbuh lewat tangan aku, kelau mereka memang lebih segala-galanya dari aku, berarti aku berhasil ngerawat mereka.

Sejak umi meninggal, aku yang masakin mereka tiap hari, aku yang jemurin baju mereka, aku yang beres-beresin rumah mereka. Iya, tangan aku ini, jadi kalau semisal aku memang nggak mirip dengan mereka, ya nggak papalah, berarti aku berhasil ;’)

Satu hal lagi yang aku pelajari hari ini, tiap orang itu punya kehidupan berbeda. Tiap orang punya masalahnya masing-masing. Jangan ngerasa paling menderita, jangan ngerasa paling punya masalah. Keep strong aja! Allah nggak akan ngasih kamu cobaan diluar batas kemampuan dirimu. Allah ngasih kamu cobaan, itu berarti Allah tau kalau kamu bisa ngelewatin semuanya ;))

Totally hari ini happylah. Thanks ya buat adik-adik. Oke deh segini dulu, salam sayang, @muthihaura1.
Minggu, 20 November 2016. 21.54 WIB.

You Might Also Like

5 komentar

  1. wah asyik ya tapi memang sayang gaka da fotonya

    BalasHapus
    Balasan
    1. haha iya nggak ada potonya. sayang ya mbak :D

      Hapus
  2. Mumu, kalo ada yang sirik pasti bilang 'no pict=hoax' lho hahaha tapi aku ngga sirik sih, jadi percaya2 aja :p
    semoga semakin bertambah ilmunya yaaa~

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha, untung Mama orangnya nggak sirik yaah :D

      Hapus
  3. Mbak Mumu kakak yang baik, insyaAllah akan ada masanya adik2nya bakal mbalesin kasih sayangmu mbk :)

    BalasHapus